Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Sebuah kesempatan


Kelahiran Saga dan Dewa nyatanya benar-benar membawa kebahagiaan untuk Sandra dan Daven, namun yang paling utama untuk Aileen. Karena setelah pindah dari rumah Ayah Radit, Aileen pasti akan kesepian kalau saja Saga dan Dewa belum lahir.


"Adek... Itu jangan di maem, kotol tau." Ujar Aileen kepada Saga.


Saat ini Aileen sedang bermain bersama Saga dan Dewa. Kedua bayi berusia 3 bulan itu tampak asik memainkan teether, yang menurut Aileen harusnya tidak boleh di makan. Padahal fungsi teether memang untuk digigit oleh bayi.


Sandra tersenyum.


"Enggak papa Kak, itu aman kok kalau di gigitin adek. Tadi juga udah Bunda steril." Ujar Sandra memberitahu Aileen.


"Ooo iya? Benelan boleh di maem Bunda?" Tanya Aileen memastikan.


Sandra menganggukkan kepalanya.


"Iya, boleh kok." Jawab Sandra.


"Ooo gitu ya, ya udah berarti enggak papa dek, kata Bunda boleh kok kalau adek mau gigit-gigit itu." Ujar Aileen kepada Saga dan Dewa.


Sandra tertawa kecil, entah kenapa Aileen tetap terlihat menjadi yang paling menggemaskan dimatanya. Tingkah polah Aileen selama ini selalu saja berhasil mengundang tawa Sandra. Apalagi sebagai seorang Kakak Aileen sangat perhatian kepada adik-adiknya. Di usianya yang sebentar lagi menginjak 5 tahun ini, Aileen sudah pintar memerankan perannya sebagai seorang kakak.


Apalagi sejak awal kehadiran Aileen benar-benar membawa warna dalam hidup seorang Sandra. Tanpa Aileen mungkin... tidak, Sandra bahkan tidak bisa membayangkan hidupnya tanpa Aileen. Karena Aileen adalah salah satu sumber kebahagiaan dalam hidup Sandra.


Ditengah asiknya Sandra bermain bersama dengan anak-anaknya, mendadak ponsel Sandra berdering, yang ternyata karena terdapat panggilan video call dari Daven.


"Kak, Daddy video call nih." Ujar Sandra kepada Aileen.


Mendengar itu, Aileen dengan semangat langsung beranjak kearah Sandra dan duduk dipangkuan sang Bunda.


"Daddyy...." Aileen langsung memanggil Daven saat wajah Daddy-nya itu sudah terpampang di layar ponsel.


Daven tersenyum.


"Haii... Kakak lagi apa?" Tanya Daven kepada Aileen.


"Kakak lagi main sama adek-adek, Daddy. Tadi Kakak juga habis maem sama Bunda, maem pakai sup ayam enak banget loh." Dengan semangat Aileen menceritakan semua kegiatan yang dia lakukan tadi.


Sandra dan Daven tampak tersenyum mendengar Aileen bercerita.


"Oo iya? Tadi Kakak maaem-nya banyak enggak?"


Aileen menganggukkan kepalanya.


"Banyak dong, kan Kakak di suapin sama Bunda." Jawab Aileen. "Daddy udah maem belum?" Tanya Aileen kepada Daddy-nya.


"Udah, tadi Daddy juga udah maem kok." Jawab Daven.


"Daddy maem pakai apa? Halus ada sayulnya loh, nanti kalau Daddy enggak maem sayul Bunda bakalan malah, iya kan Bunda?" Ujar Aileen seraya menoleh kearah Sandra.


Sandra tertawa kecil, kemudian menganggukkan kepalanya.


"Iya, nanti Bunda marah kalau maem enggak pakai sayur." Jawab Sandra.


Untuk mengsiasati agar Aileen mau makan sayur, Sandra memang beberapa kali berpura-pura ngambek. Karena kalau tidak begini, Aileen bisa tidak mau makan sama sayur sama sekali.


Kali ini giliran Daven yang tertawa.


"Iya, Daddy tadi juga makan pakai sayur kok." Jawab Daven.


"Sayur apa?" Tanya Aileen lagi.


"Sayur daun singkong." Jawab Daven.


"Abis makan pakai nasi padang ya, Bang?" Tanya Sandra kepada Daven.


Dan dijawab dengan anggukkan kepala oleh Daven.


Setelah beberapa lama mengobrol, sambungan video call dimatikan. Hal ini karena sudah jam-nya anak-anak untuk tidur siang.


Mungkin karena sudah lelah bermain, jadi tidak butuh waktu lama untuk Sandra menidurkan anak-anaknya. Untuk tidur siang, Aileen, Saga dan Dewa, tidur di kamar Sandra. Selain karena ranjang Sandra dan Daven memiliki ukuran yang cukup besar, ranjang itu juga sudah dipasang dengan pagar safety, jadi aman kalau anak-anak tidur disana. Ukurannya yang besar sebenarnya muat kalau di tiduri Sandra dan Daven bersama dengan anak-anak mereka, hanya saja Saga dan Dewa kalau tidur sudah mulai bisa bergerak kesana-kemari, jadi agak kurang nyaman kalau mereka berlima tidur diranjang bersama. Yang ada Saga dan Dewa jadi sering terbangun karena tidurnya tidak bisa leluasa.




Begitu anak-anaknya bangun dari tidur mereka, Sandra mengajak mereka untuk bermain terlebih dahulu sebelum nanti mandi sore.




Aileen yang memang sudah besar langsung menganggukkan kepalanya saat Sandra memintanya untuk melakukan sesuatu.



Kali ini Sandra meminta bantuan baby sitter untuk memandikan anak-anaknya. Sementara itu dia turun ke dapur untuk membuat puding. Karena tadi siang Aileen bilang kalau dia ingin makan puding coklat.



Berhubung Sandra bisa membuat puding sendiri, jadi Sandra memutuskan untuk membuat sendiri daripada harus meminta tolong Mbok Ras atau Mbok Suti. Kan jarang-jarang juga Sandra memasak.



Tidak butuh waktu lama untuk Sandra membuat puding. Dan tepat saat puding selesai dibuat, Daven pulang dari kantor.



Melihat Sandra yang tidak menyadari kedatangannya, dengan isengnya Daven langsung memeluk tubuh Sandra.


"Lagi bikin apa?" Ujar Daven tiba-tiba.



Sandra yang tidak menyadari kedatangan Daven tentu saja terkejut saat mendapat pelukan yang begitu tiba-tiba ini.


"Abang, ihhh ngagetin aja deh," Ujar Sandra.



Cup...



Daven memberika sebuah kecupan di puncak kepala Sandra.


"Ya kamu sendiri bisa-bisanya enggak tau kalau suami udah pulang." Jawab Daven.



Ya gimana, Sandra terlalu fokus dengan pudingnya, jadi tidak dengar suara mobil Daven.



"Anak-anak dimana Yang? Kok tumben enggak kelihatan, biasanya pada ngumpul didepan sambil main." Tanya Daven.



"Lagi pada dimandiin sama Sus. Ini makanya aku sempetin buat puding. Soalnya tadi Aileen bilang katanya pengen puding coklat." Jawab Sandra.



Daven menganggukkan kepalanya.


"Kalau kamu udah mandi belum?" Tanya Daven lagi.



Sandra menggelengkan kepala.


"Belum, selesai anak-anak mandi, baru aku mandi."



Mendengar jawaban Sandra, Daven tersenyum.


"Ya udah, berarti abis ini kita mandi bareng." Ujar Daven.



Daven tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Selagi ada kesempatan harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin bukan?