Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Main sesuatu


Menjelang sore Sandra pulang dari rumah sakit setelah sebelumnya datang kesana bersama dengan Aleera untuk menjenguk Viola. Dan syukurnya siang tadi Viola sudah sadar, kondisinya juga sudah lebih baik dari sebelumnya. Sandra dan Aleera tentu saja merasa sangat bersyukur akan hal itu.


"Assalamu'alaikum..." Sandra masuk ke dalam rumah seraya mengucapkan salam.


"Wa'alaikumsalam."


Terdengar jawaban dari dalam, namun suara yang paling keras saat menjawab salam Sandra adalah Aileen.


"Bunda..." Aileen yang mengetahui kepulangan sang Bunda langsung berlari kearah Sandra.


Sandra yang melihat itu tersenyum, tapi...


"Stopp, jangan peluk Bunda dulu. Bunda habis pulang dari rumah sakit, Kak. Bunda bersih-bersih dulu ya." Ujar Sandra kepada Aileen.


Biar bagaimana pun sejak siang tadi Sandra berada di rumah sakit. Memang ruangan Viola bisa dikatakan bersih dan steril, tapi saat keluar dari ruangan Viola bisa saja ada kuman atau apapun itu yang menempel pada tubuh Sandra. Sebelum memeluk anak-anaknya, Sandra harus membersihkan diri terlebih dahulu. Dengan begini setidaknya Sandra mencoba melakukan pencegahan agar tidak terjadi sesuatu yang diinginkan.


Sebenarnya Aileen agak sedikit sedih karena Sandra tidak memperbolehkan dirinya untuk memeluk sang Bunda. Tapi Aileen yang memang sudah cukup besar akhirnya bisa mengerti saat Sandra memberikan penjelasan. Sementara Sandra naik ke kamarnya untuk membersihkan diri, Aileen kembali bermain bersama dengan Saga dan Dewa.



"Jadi keadaan Viola gimana Yang?" Tanya Daven kepada Sandra.



Tadi siang Sandra memang memberitahu Daven melalui pesan kalau Viola sudah sadar. Hanya saja karena tadi Daven ada meeting, jadi dia tidak bertanya lebih lanjut.



"Kondisinya alhamdulillah udah baik banget, Bang. Kak Vio bahkan udah bisa nyusuin baby-nya." Jawab Sandra.



Meskipun Daven tampak cuek, tapi kalau ada sesuatu yang terjadi dengan salah satu anggota keluarganya Daven tetap peduli. Setidaknya dia akan bertanya akan kondisinya dan bagaimana perkembangannya.



"Syukurlah kalau kondisinya udah baik." Ujar Daven.




Sementara Daven sibuk dengan pekerjaannya, anak-anaknya sudah tidur semua. Hanya ada Sandra yang masih terbangun, dan saat ini wanita itu sedang menonton drakor. Percaya atau tidak, Daven sempat cemburu saat Sandra mengagumi salah aktor laki-laki dalam drakor yang dia tonton. Kalian tau Lee Soo Hyuk? Daven sempat cemburu kepada aktor korea yang satu itu karena Sandra benar-benar mengaguminya. Apalagi kalau melihat ternyata paras aktor itu sangat tampan, langsung saja Daven merasa insecure. Bayangkan, seumur hidupnya Daven tidak pernah merasa insecure mengenai paras ataupun tubuhnya, tapi mendadak insecure karena laki-laki yang Sandra kagumi itu.



Tapi setelah dipikir-pikir lagi, Daven merasa lucu sendiri karena cemburu dengan seorang aktor yang bahkan tidak pernah Sandra temui secara langsung. Dari situlah Daven tidak lagi cemburu. Eehh, salah, maksudnya ada rasa cemburu tapi tidak sebesar dulu. Apalagi saat ini Sandra sudah melahirkan 2 anak darinya. Setidaknya lebih baik Sandra mengagumi aktor korea itu daripada Sandra mengagumi laki-laki lain yang Daven kenal.



Tidak terasa Daven sudah menyelesaikan perkerjaannya. Setelah Daven menutup berkas dan juga laptop, dia menoleh kearah ranjang dimana tadi Sandra masih duduk sembari menonton drakor di TV. Dan tenyata saat ini Sandra sudah tertidur dengan TV yang masih menyala. Melihat itu, Daven tersenyum kemudian beranjak dari sofa.


Hal yang pertama Daven lakukan adalah mematikan TV, kemudian ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan membersihkan diri sebelum nantinya naik ke ranjang bergabung bersama dengan Sandra yang tampak sudah terlelap dengan sangat nyenyak.


Selesai membersihkan diri, Daven naik ke ranjang dan memeluk Sandra yang saat ini tidur dengan posisi membelakangi dirinya. Awalnya Daven tidak ingin mengganggu tidur Sandra, karena dia juga sudah merasa lelah setelah mengerjakan pekerjaannya. Dan lagi, Daven juga sudha merasa cukup mengantuk karena saat ini jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Tapi saat Daven menyusupkan wajahnya pada tengkung leher Sandra, rasa kantuk Daven mendadak hilang seketika saat hidungnya mencium aroma segar dan wangi dari leher Sandra.


Tanpa bisa ditahan, Daven memberikan banyak kecupan dileher Sandra, bahkan memberikan gigitan-gigitan kecil disana. Hal ini membuat Sandra yang tadi sudah tidur dengan nyenyak menjadi terganggu. Apalagi hembusan nafas Daven yang terasa hangat membuat Sandra merasa geli.


"Abang..." Panggil Sandra.


"Hemm..." Seperti biasa hanya sebuah gumaman yang Sandra dapat.


"Stop ih, aku ngantuk." Bisik Sandra.


Daven tersenyum tipis.


"Ya udah tidur aja enggak papa." Jawab Daven.


Sandra menghela nafas pelan.


"Ya gimana aku bisa tidur kalau Abang cium-cium leher aku terus, udah gitu digigit-gigit, geli Bang Cio." Ujar Sandra.


Mendengar Sandra memanggilnya Cio nyatanya selalu berhasil membuat hati Daven terasa menghangat. Apalagi mengingat fakta bahwa hanya Sandra yang memanggilnya seperti itu. Itu membuat Daven setiap mendengarnya merasa sangat spesial.


"Kalau gitu jangan tidur dulu, karena aku pengen ajak kamu main." Bisik Daven.


Setelahnya, tanpa bisa Sandra tolak sesuatu terjadi begitu saja. Sesuatu apa? Ya kalian pasti sudah tau itu apa kan? 😂