Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Mual


Selama 1 minggu ini Sandra berhasil menyembunyikan fakta dari Daven kalau saat ini dirinya sedang hamil. Sandra bersikap seperti biasa dan itu membuat Daven sama sekali tidak curiga terhadap dirinya. Mengenai rencana Sandra yang ingin memeriksakan kandungannya ke dokter, sampai sekarang Sandra belum sempat melakukannya. Karena Sandra belum juga menemukan waktu yang tepat.


Tapi Sandra justru merasa ada yang berbeda dari Daven. Sejak pulang dari Surabaya, entah kenapa Daven menjadi lebih manja daripada biasanya. Bahkan sifat manja Daven ini tidak jauh berbeda dengan Aileen. Untuk masalah makan, Daven hari selalu minta ditemani oleh Sandra. Bahkan beberapa kali tanpa malu-malu Daven meminta Sandra untuk menyuapi dirinya. Padahal selama ini Daven tidak pernah seperti itu.


"Kenapa bengong? Lagi mikirin apa hemm?" Tanya Daven tiba-tiba.


Saat ini Sandra sedang menyisir rambutnya karena dia baru selesai mandi. Sandra sendiri tidak sadar kalau ternyata dia menyisir rambutnya sembari melamun. Karena jujur saja isi kepalan sejak tadi terus saja memikirkan Daven dan juga kehamilan dirinya. Sandra merasa kalau dia perlu memberitahu masalah kehamilan ini kepada Daven secepatnya. Tapi, saat ini Sandra masih belum siap. Sandra tidak siap dengan reaksi yang akan Daven perlihatkan kepada dirinya.


"Ha? Enggak bengong kok, Bang. Aku lagi nyisir rambut terus kepikiran sesuatu. Jadi aku diem dulu." Jawab Sandra menyangkal tuduhan Daven.


"Bohong... Buktinya aku panggil dari tadi kamu nggak nyaut." Ujar Daven.


"Emang Bang Cio manggil aku ya?" Tanya Sandra.


Karena Sandra sama sekali tidak mendengar Daven memanggil dirinya.


Daven menghela nafas mendengar jawaban Sandra.


"Udahlah, lupain aja. Terus ini aku harus pakai baju yang mana?" Tanya Daven kepada Sandra.


Seketika Sandra melihat keatas ranjang. Sandra pikir dia sudah menyiapkan baju ganti untuk Daven. Tapi ternyata Sandra lupa. Jadi apakah yang Sandra lakukan selama Daven mandi hanya bengong? Hmm.. Sepertinya memang begitu.


"Sebentar, belum aku lupa siapin." Ujar Sandra seraya memaksakan senyumnya.


Sandra beranjak dari meja riasnya hendak menuju lemari untuk mengambilkan baju Daven. Sebenarnya hari ini Sandra, Daven dan Aileen akan ke rumah Kendra. Karena disana akan diadakan acara ulang tahun baby Arzan yang pertama. Dan keluarga diminta untuk memakai baju dengan warna biru muda.


Baru saja Sandra berdiri, Daven memegang tangan Sandra.


"Kamu hari ini lagi kenapa? Kamu kelihatan banget kalau lagi ada banyak pikiran. Apa ada sesuatu yang mengganggu kamu San?" Tanya Daven dengan lembut.


Sandra terdiam sesaat, namun setelahnya dia tersenyum kemudian menggelengkan kepala.


"Enggak Bang, aku nggak papa kok. Mungkin aku kurang fokus karena kurang minum air putih." Jawab Sandra santai.


Meskipun sebenarnya Daven tidak percaya dengan jawaban Sandra, tapi Daven memilih diam dan tidak lagi bertanya. Menurut Daven, kalau Sandra berbagi cerita, mungkin nanti Sandra akan bercerita sendiri.



Happy birthday Arzan.... Happy birthday Arzan... Happy birthday... Happy birthday... Happy birthday Arzan..."



Semua heboh menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk baby Arzan. Hari ini tepat 1 tahun usia Arzan Ravindra Putra Santoso. Dan semua orang hari ini berbahagia dengan bertambahnya usia dari baby Arzan.



Seperti halnya ulang tahun Aidan dan Ariel dulu, di ulang tahun pertama baby Arzan ini hanya dirayakan bersama dengan keluarga besar saja. Aleera dan Kendra sengaja tidak menggundang orang lain. Hanya saja, untuk perayaan, Aleera dan Kendra akan melakukan santunan ke beberapa panti asuhan nantinya.



"Selamat ulang tahun ya keponakan Onty San." Sandra yang saat ini sedang menggendong baby Arzan dibuat gemas dengan pipi gembul sang keponakan.



Ulang tahun baby Arzan juga dibanjiri dengan hadiah-hadiah mewah dari semua anggota keluarga. Tak terkecuali dari Aidan dan Ariel. Kedua bocah kembar itu membobol celengan mereka demi untuk membelikan hadiah adik kesayangan mereka.



Kini setelah acara tiup lilin, acara dilanjutkan dengan makan-makan bersama. Dan ditengah makan bersama ini, Kendra berkata kalau dia ingin mengumumkan suatu hal.



"Jadi hari ini di ulang tahun Arzan, Abang mau kasih tau kalian semua kalau saat ini Aleera sedang hamil lagi." Ujar Kendra.



Ternyata selain acara ulang tahun baby Arzan, ini juga menjadi acara pengumuman kehamilan ke 4 Aleera.




"Aaa... Bahagia banget, kamu hamil lagi Ly." Dengan mata berkaca-kaca Sandra mengucapkan selamat kepada Aleera. Sandra tentu saja ikut bahagia dengan kabar kehamilan sahabat sekaligus kakak iparnya ini. Dalam hati Sandra ingin sebenarnya juga ingin memberitahu kepada yang lain mengenai kehamilan dirinya.



"Semoga kamu cepet nyusul San. Aku yakin sebentar lagi kamu bakalan hamil." Ucap Aleera dengan suara lirih.



Dan tentunya hanya dia dan Sandra saja yang mendengarnya.


"Aamiin." Jawab Sandra lirih.



"Aku sekarang udah hamil Ly. Akhirnya cita-cita kita buat hamil bareng terwujud. Tapi aku belum bisa memberitahu kamu dan juga yang lain." Ucap Sandra dalam hati.



"Bunda... Ilin mau maemm.." Ujar Aileen kepada Sandra.


Sandra yang saat ini tengah mengobrol dengan Aleera tentu saja langsung menghentikan obrolannya.


"Iya sayang, Aileen mau maem sama apa?" Tanya Sandra sembari menggandeng Aileen ke meja makan. Yang mana disana sebenarnya ada Bunda Sya, Ayah Radit, Daven, Rendra dan juga Viola. Benar, Viola juga menjadi bagian dari perayaan ulang tahun baby Arzan.


"Mau pakai itu..." Aileen menunjukkan piring yang berisikan udang goreng tepung.


Sandra mengambil piring dan mengisinya dengan nasi. Saat Sandra akan mengambil udang goreng tepung yang Aileen minta, tiba-tiba tatapannya tertuju pada ikan goreng yang tergeletak diatas meja. Dan melihat itu membuat perut Sandra mendadak terasa tidak enak. Saat ini Sandra rasanya mual dan ingin muntah.


"Kenapa dek?" Tanya Bunda Sya kepada Sandra. Bunda Sya lah orang pertama yang menyadari keanehan pada raut wajah Sandra.


"Eng..." Belum juga Sandra menyelesaikan ucapannya, Sandra langsung meletakkan piring yang dia pegang kemudian berlari ke kamar mandi.


Semua orang yang melihat itu tentu saja dibuat panik. Tidak terkecuali dengan Daven. Dengan segera Daven mengikuti Sandra.


"San.. Hey.. kamu kenapa? Buka pintunya." Daven mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi yang Sandra kunci dari dalam.


Tidak ada sahutan, namun terdengar suara seseorang yang sedang muntah. Dan jelas yang sedang muntah saat ini adalah Sandra.


Tidak beberapa lama kemudian Sandra keluar dengan wajah pucatnya. Selain pucat karena rasa mual yang baru saja Sandra alami. Sandra juga pucat karena sepertinya rahasia yang dia tutupi selama seminggu ini akan terbongkar.


"Kenapa?" Tanya Daven dengan lembut.


Sandra menggelengkan kepalanya.


"Enggak papa, mungkin masuk angin." Jawab Sandra masih mencoba untuk berbohong.


Setelah memastikan kalau Sandra tidak papa, kini mereka berdua kembali ke ruang makan. Namun saat melihat ikan goreng itu lagi, Sandra kembali merasa mual.


Dengan sekuat tenaga Sandra berusaha untuk menahannya.


"Bun, ikannya tolong disingkirin dong. Aku mual liat ikan itu." Ujar Sandra sembari menutup mulutnya.


Semua menatap Sandra aneh.


Tiba-tiba...


"Kok kamu kaya aku waktu hamil si kembar si San. Mual kalau liat ikan. Kamu hamil?" Tanya Aleera.


Deg... Sandra tidak mengira kalau Aleera akan mengatakan hal itu. Dan itu membuat semua orang menatap Sandra dengan tatapan bertanya.