
Dikehamilan Sandra yang sudah masuk 6 bulan dan Aleera 5 bulan, hari ini mereka memutuskan refreshing dengan jalan-jalan ke pantai. Awalnya mereka mengajak Viola, tapi karena saat ini Viola sedang tidak enak badan, jadi dengan terpaksa Sandra dan Aleera pergi hanya berdua saja. Ehh, sebenarnya tidak benar-benar berdua sih. Karena ada Kendra dan Daven juga yang ikut. Karena kalau tanpa mereka berdua, tentu saja Sandra dan Aleera tidak akan mendapatkan izin. Ya kalian pasti sudah paham dengan bagaimana posesifnya Kendra dan Daven kepada istri mereka.
Soal anak-anak, kali ini mereka tidak ikut. Karena para Opa dan juga Oma tengah mengajak mereka jalan-jalan juga. Kemana? ke Vila Ayah Radit yang ada di Bogor.
"Wihh, kembaran nih." Ujar Sandra dengan senyum cerahnya.
Saat ini mereka sudah berada disalah satu pantai yang ada di Jakarta. Dan sebelum kesini, Sandra dan Aleera sebelumnya memang sudah janjian untuk memakai outif yang sama. Sandra dengan dress putih dan cardigan rajut berwarna pink, sementara Aleera dengan dress putih dan cardigan berwarna biru.
...Photo by Pinterest...
"Iyalah kembar, orang kamu yang minta supaya kita kembaran." Jawab Aleera.
"Tapi bagus kan, lucu banget. Apalagi perut kita sama-sama buncit begini." Ujar Sandra.
Kendra dan Daven hanya tersenyum tanpa mengatakan apa-apa. Seperti biasa, kalau sudah kumpul seperti ini, yang selalu rame tentu saja Sandra dan Aleera. Sementara Daven dan Kendra lebih banyak menyimak. Tau sendiri kan kalau suara Daven dan Kendra itu mahal, jadi tidak boleh terlalu sering berbicara.
Ngomong-ngomong soal pantai, jadi ingat nih ngidam Aleera waktu hamil Arzan. Waktu itu Aleera pura-pura ngidam dengan meminta Daven untuk mencium pipi Sandra. Ada kah yang ingat? Dan sekarang Sandra datang lagi ke pantai yang sama bersama Aleera dalam keadaan keduanya sama-sama hamil. Bukankah lucu?
Sementara Sandra dan Aleera duduk dipinggir pantai bersama, Daven dan Kendra duduk agak jauh dari mereka. Karena apa? Karena Sandra tidak ingin Daven dan Kendra menganggu waktunya bersama dengan Aleera. Ya sudah, mau bagaimana lagi, Daven dan Kendra hanya bisa menuruti perintah bos besar. Setelah Bunda Sya, pengaruh Sandra adalah yang terbesar kedua. Jadi ya gimana ya.
"Aku masih enggak nyangka kalau cita-cita kita buat hamil bareng akhirnya kesampaian juga, Ly. Padahal awalnya aku pikir aku enggak akan pernah merasakan yang namanya hamil." Ujar Sandra.
Sampai saat ini dan mungkin sampai nanti, Aleera adalah sahabat terbaik yang pernah Sandra miliki. Dengan bertemu dengan Aleera, Sandra merasa bahwa itu adalah alah satu anugerah besar yang Allah SWT berikan untuk dirinya. Karena bersama dengan Aleera, Sandra tidak hanya merasakan memiliki seorang sahabat. Sandra juga bisa merasakan rasanya memilikinya seorang kakak perempuan. Sandra bebas bermanja-manja kepada Aleera, dan Aleera tidak pernah sekalipun keberatan dengan sifat manja Sandra. Bersama dengan Aleera, Sandra bisa leluasa menumpahkan perasaannya. Karena Aleera tidak pernah menjudge-nya.
Aleera tersenyum mendengar ucapan Sandra.
"Kalau aku, dari awal sih aku yakin kalau kita bisa hamil bareng." Jawab Aleera.
Sandra menoleh kearah Aleera.
"Yakin? Kok bisa yakin sih? Padahal aku udah pesimis banget loh, Ly."
Aleera mengangkat kedua barunya.
"Aku juga enggak tau, tapi aku yakin aja." Jawab Aleera.
"Terima kasih karena kamu sudah memberikan cinta kepada Sandra, Dave. Kamu berhasil membuat Sandra bahagia." Ujar Kendra tiba-tiba.
"Bukan Bang Kendra yang harus berterima kasih, harusnya aku yang mengatakan itu. Terima kasih karena Bang Kendra dan yang lain sudah memberikan aku kesempatan kedua untuk mempertahankan pernikahan aku bersama Sandra. Memberikan kesempatan untuk aku bisa memberikan cinta kepada Sandra. Karena sejak awal Sandra memang pantas mendapatkan cinta. Dan semoga saja Sandra memang benar-benar bahagia seperti yang Bang Kendra katakan." Jawab Daven.
Daven tidak tau harus mengatakan apa, dia benar-benar tidak bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan kepada orang lain.
Kendra hanya diam, Namum bibirnya tersenyum. Sampai tidak lama kemudian, Kendra kembali mengatakan sesuatu.
"Aku sendiri tidak tau, kenapa Sandra bisa sekuat itu mempertahankan rumah tangganya bersama kamu. Yang aku tau, Sandra adalah adik kecilku yang manja dan selalu mengadu kalau ada sesuatu yang menyakiti dirinya. Tapi ternyata aku salah, Sandra bukan adik kecil yang manja. Dan aku baru tau kalau adik kecil yang dulunya sangat manja itu ternyata sudah berubah menjadi sangat kuat. Bahkan saking kuatnya, dia bahkan tidak pernah menunjukkan rasa sakit yang dia rasakan." Ujar Kendra.
Baru kali ini Kendra menunjukkan emosinya kepada Daven. Dan dengan Kendra mengatakan ini, dia bukan bermaksud untuk membahas masa lalu. Kendra hanya ingin Daven tau kalau sebenarnya dia sangat marah dengan apa yang dulu laki-laki itu lakukan kepada Sandra.
Tau sendiri kan kalau diantara yang lain, Kendra tampak sangat tenang. Dan nyatanya ketenangan itu menyimpan sebuah amarah yang sangat besar.
"Maaf, Bang." Ucap Daven lirih.
Kendra menoleh kearah Daven.
"Sudah aku maafkan, dan aku mohon, jangan lagi kamu menyakiti Sandra, Dave. Karena kalau kamu kembali menyakiti Sandra, aku sendiri yang akan memisahkan kalian."
Daven menganggukkan kepalanya.
"Aku janji tidak akan pernah menyakiti Sandra lagi, Bang."