
Sore ini Viola dikabarkan akan pulang ke rumah. Namun Sandra dan yang lainnya tidak menjemput Viola ke rumah sakit. Mereka memilih untuk mempersiapkan kejutan guna menyambut kepulangan Viola dan baby Letta. Yap, nama putri Rendra dan Viola adalah Letta, atau lengkapnya Shaletta Aneisha Putri Santoso. Seperti parasnya yang cantik, Rendra dan Viola juga memberikan nama yang cantik untuk putri mereka.
Hanya penyambutan kecil-kecilan saja sebenarnya, karena kalau mau membuat penyambutan besar-besar, yang ada nanti Viola malah jadi capek. Apalagi kondisi Viola masih mengharuskan wanita itu untuk banyak istirahat. Tapi tenang saja, meskipun penyambutan yang dibuat hanya keci-kecilan saja, tapi semua anggota keluarga lengkap semua kok. Bahkan ada Della dan Marcel, juga Davian dan Putri. Bukankah ini sangat lengkap?
"Bunda, Adek Letta kapan pulangnya? Kok dali tadi belum sampai-sampai." Tanya Aileen kepada Sandra.
Tampak gadis cilik itu sudah tidak sabar lagi ingin segera bertemu dengan adik sepupunya.
"Sebentar lagi, Adek Letta sama Aunty Vio masih di jalan. Kakak main dulu sama adek Saga dan adek Dewa. Atau sama adek Arora dan adek Arzan." Jawab Sandra dengan lembut.
Mendengar penjelasan sang Bunda, Aileen menurut, Aileen langsung bergabung dengan adik-adiknya yang lain yang saat ini sedang bermain bersama dengan Aidan dan Ariel.
Berselang 30 menit kemudian, terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumah. Sandra dan yang lainnya bersiap untuk menyambut kepulangan Viola dan baby Letta.
WELCOME HOME BABY SHALETTA
Kepulangan Viola dan baby Letta sangat disambut dengan bahagia oleh semuanya. Bagaimana tidak, setelah sebelumnya sesuatu terjadi kepada Viola, semua tentu saja sangat bersyukur karena Tuhan masih memberikan Viola umur panjang hingga dia bisa berkumpul lagi bersama keluarga.
Saat perjalanan pulang, Aileen tidur dalam pangkuan Sandra. Sementara Saga dan Dewa tidur dalam gendongan baby sitter masing-masing. Jadi selama perjalanan cukup sepi, karena biasanya yang membuat suasana ramai adalah Aileen. Sebenarnya bisa saja Sandra menggantikan peran Aileen untuk meramaikan suasana, tapi kan anak-anak sedang tidur. Jadi pada akhirnya Sandra pun memilih untuk diam sampai akhirnya mereka sampai di rumah.
Sesampainya di rumah, Daven meminta Sandra untuk tidak turun dulu. Sementara Saga dan Dewa sudah lebih turun bersama Suster Feni dan Suster Nina. Dan begitu mobil sudah terparkir, Daven turun lebih dulu lalu mengambil alih Aileen dari pangkuan Sandra.
Sandra beberapa kali memang masih menggendong Aileen, tapi tidak pernah lama. Hal ini karena Sandra tidak boleh menggendong yang berat-berat. Secara baru sekitar 4 bulan yang lalu Sandra menjalankan operasi caesar. Oleh karena itu Daven benar-benar memprotect Sandra. Jarak dari parkiran ke kamar Aileen cukup jauh, terlebih harus menaiki tangga, jadi Daven yang mengambil alih tugas untuk menggendong Aileen ke kamar.
Sementara Daven menidurkan Aileen di kamarnya, Sandra lebih dulu ke kamar untuk memastikan Saga dan Dewa yang memang sudah dibawa naik oleh Suster Feni dan Suster Nina. Setelah memastikan kedua jagoannya tidur dengan nyenyak, barulah Sandra ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Karena tidak mungkin Sandra tidur tanpa membersihkan diri terlebih dahulu. Selelah apapun Sandra, dia akan membersihkan dirinya. Kali ini tidak hanya cuci muka dan gosok gigi, entah ada angin apa tiba-tiba Sandra memutuskan untuk mandi. Padahal biasanya untuk mandi sehari sekali saja Sandra merasa malas. Mungkin karena hari ini cuaca sangat panas dan tubuhnya juga gerah, jadi Sandra memilih untuk mandi sekalian.
Saat Daven masuk ke kamar, dia cukup heran karena ternyata Sandra belum juga selesai bersih-bersih. Apalagi Daven juga mendengar suara gemricik shower yang menandakan kalau ada seseorang yang sedang mandi. Dan Daven langsung bisa menebak kalau saat ini pasti Sandra yang sedang mandi.
Tanpa menunggu lama, Daven langsung mengunci pintu kamarnya. Setelah itu masuk ke kamar mandi yang memang tidak di kunci. Ini adalah salah satu kebiasaan buruk Sandra yang sangat Daven sukai. Karena apa? Ya karena Sandra sering kali lupa untuk mengunci pintu kamar mandi saat mandi. Dan itu tentu saja sangat menguntungkan Daven.
Saat pintu terbuka, Daven langsung bisa melihat siluet tubuh Sandra yang sedang mandi dibawah shower dari pantulan kaca yang memang tembus pandang. Tanpa menunnggu lama, Daven langsung melepas satu persatu baju yang melekat pada tubuhnya dan bergabung bersama Sandra.
Kalau kalian berpikir Sandra dan Daven hanya akan mandi bersama saja, tentu saja kalian salah. Karena Daven bukanlah tipe laki-laki yang suka menyia-nyiakan kesempatan. Dan ini adalah salah satu kesempatan emas yang tidak boleh Daven lewatkan.
Satu jam kemudian Sandra dan Daven keluar dari kamar mandi. Seperti dugaan, rambut mereka saat ini sama-sama basah. Sebenarnya Daven belum ingin menyelesaikan kegiatan mereka, tapi karena Sandra sendiri sudah mulai menggigil, jadi Daven juga tidak tega.
"Sini aku bantu keringin, Yang." Ujar Daven mengambil hair dryer yang Sandra pegang.
Dengan malu-malu, Sandra memberikan hair dryer-nya kepada Daven. Entah kenapa, setiap mereka selesai melakukan itu, Sandra masih saja merasa malu kepada Daven.