
Seminggu yang lalu Sandra dan Daven kembali dikaruniai 2 keponakan kembar. Bisa kalian tebak keponakan dari siapa? yap, benar sekali, keponakan kembar mereka ini adalah putra dan putri dari Marcel dan Della. mereka diberi nama Bintang dan Bulan, sebuah nama yang bagus bukan?
Setelah beberapa hari yang lalu Sandra dan Daven datang ke rumah sakit untuk menjenguk si kembar dan juga Della, hari ini Sandra bersama dengan yang lain sedang menyiapkan acara surprise kecil-kecilan untuk menyambut kepulangan Della bersama Bintang dan Bulan.
Ngomong-ngomong, Sandra bersama siapa saja menyiapkan surprise ini? Sandra bersama dengan Aleera, Viola, dan Putri. Ada juga suami beserta anak-anak mereka. Mereka semua bekerja sama membuat acara surprise sang keponakan baru.
Ditengah persiapan, tiba-tiba saja Daven mendekat kearah Sandra dan berbisik ditelinganya.
"Ke kamar sebentar yuk, Yang," bisik Daven.
Meskipun Sandra bingung kenapa tiba-tiba Daven mengajak dirinya ke kamar, tapi Sandra memilih untuk menurut. Terlebih Daven sudah lebih dulu naik ke lantai 2 menuju kamarnya.
Sandra melihat kesekeliling, sebagian besar persiapan yang mereka lakukan hampir selesai. Anak-anak juga tampak asik bermain bersama ditemani oleh baby sitter mereka. Tanpa kata, Sandra pun ikut naik ke lantai 2 menuju kamar dimana Daven saat ini berada.
Baru saja Sandra membuka pintu kamar dan masuk, tiba-tiba saja seseorang langsung memeluknya dari belakang. Siapa yang melakukan itu? ya siapa lagi kalau bukan Daven, si manusia es yang sekarang menjadi super bucin.
Jujur saja, Sandra agak sedikit terkejut dengan peukan Daven yang begitu tiba-tiba. Apa Daven sedang memiliki masalah? tidak biasanya Daven seperti ini. Ditengah keramaian tiba-tiba Daven mengajak Sandra untuk ke kamar. Sebelumnya Daven tidak pernah seperti ini sama sekali loh.
"Ada apa, Bang?" tanya Sandra dengan lembut.
Daven mengecupi tengkuk belakang Sandra.
"Enggak ada apa-apa, aku cuma kangen sama kamu aja. Dari tadi pagi kan aku belum peluk kamu," jawab Daven santai.
Nah loh? ternyata Daven tidak apa-apa. Daven hanya ingin memeluk Sandra karena tadi pagi dia tidak mendapatkan jatah pelukan.
Ya bagaimana tidak, tadi pagi Sandra cukup sibuk mengurus anak-anak. Aileen bahkan meminta untuk mandi bersama dengan Sandra. Hingga Daven terpaksa harus mengalah kepada putri nya itu. Padahal awalnya Daven yang ingin mandi bersama dengan Sandra. Mengingat hari ini Daven libur bekerja, jadi dia tidak diburu waktu untuk segera berangkat ke kantor. Tapi ya sudahlah, mau bagaimana lagi kan.
Sandra yang mendengar ucapan Daven tampak tersenyum.
"Terus, ini ngajak aku naik ke kamar cuma buat pelukan doang nih?" tanya Sandra kepada Daven.
Secara tiba-tiba Daven menggigit kecil leher Sandra. Sebelum akhirnya Daven membalikkan tubuh Sandra hingga posisi mereka menjadi berhadapan.
Jangan salahkan Daven kalau dia benar-benar meminta lebih dari sekedar berpelukan. Salahkan Sandra sendiri karena dia yang sudah memancing Daven.
Mendengar jawaban Daven, pipi Sandra seketika berubah menjadi merona. Tidak, sepertinya Sandra salah bicara.
"Enggak boleh Bang, di bawah ada yang lain lagi pada sibuk buat nyambut kepulangan Kak Della sama si kembar loh. Kita enggak boleh ambil kesempatan dalam kesempitan seperti ini," ujar Sandra.
"Biarin aja, udah hampir selesai ini kan? mereka semua juga bakalan ngerti kok kalau kita ngilang sebentar," jawab Daven.
Dengan cepat Sandra langsung menggelengkan kepalanya.
"Enggak boleh, nanti aja kalau kita udah di rumah," ujar Sandra.
"Disini aja, kalau di rumah nanti aku harus nunggu lama lagi. Kamu pasti bakalan fokus sama anak-anak," jawab Daven.
Tidak, Daven tidak benar-benar serius kok. Daven hanya sedang menggoda Sandra saja. Karena sejujurnya Daven justru ikut bahagia setiap kali melihat Sandra sedang bermain bersama dengan anak-anak mereka. Sebagai seorang wanita, Sandra adalah istri sekaligus ibu yang amat sangat baik. Dan Daven merasa sangat beruntung bisa memiliki Sandra sebagai istrinya.
"No, di rumah aja ya? aku beneran enggak enak sama yang lain, Bang," ujar Sandra dengan tatapan memelas.
Melihat itu, Daven tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa karena gemas dengan ekspresi Sandra.
"Enggak, aku bercanda sayang," ujar Daven pada akhirnya.
Tanpa kata, Daven langsung membawa tubuh Sandra kembali masuk ke dalam pelukannya. Ya, bagi Daven pelukan Sandra sudah lebih dari cukup untuknya. Daven sudah merasa nyaman dan tenang setelah memeluk Sandra.
Tidak lama, hanya sekitar 15 menit saja mereka berada di kamar untuk berpelukan. Setelah itu mereka turun dan kembali bergabung bersama dengan yang lain.
Tidak ada yang bertanya, karena mereka semua tidak menyadari keberadaan Daven dan Sandra yang tadi hilang secara tiba-tiba. Dan Sandra merasa bersyukur karena hal itu.