Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Daven pulang


Baru saja Sandra, Aleera, anak-anak dan juga suster turun dari mobil, tiba-tiba Ariel berteriak memanggil seseorang.


"Aunty Vio..." Ujar Ariel.


Membuat Sandra, Aleera dan yang lainnya langsung menoleh. Terlihat wanita cantik yang merupakan kekasih dari Rendra itu berjalan menuju kearahnya. Sandra dan Aleera yang melihat Viola tersenyum. Mereka tidak menyangka akan bertemu dengan Viola di Mall.


"Haii Ariel..." Ujar Viola dengan lembut. Tidak lupa juga Viola menyapa Aidan, Aileen, dan tentunya baby Arzan. "Mau kemana nih?" Tanya Viola kepada Sandra dan Aleera.


"Biasa kak, weekend waktunya anak-anak refreshing di Timezone." Jawab Sandra. "Kak Vio sendiri abis dari mall atau baru dateng nih." Tanya Sandra.


"Aku juga baru dateng, dek. Sama kaya anak-anak, weekend kaya gini waktunya buat refreshing." Jawab Vio.


Adek? Viola memanggil Sandra adek juga? Iya. Awalnya Viola memanggil Sandra dengan nama. Tapi karena orang-orang di sekitar Sandra lebih sering memanggil adek, jadi Viola juga menjadi kebiasaan memanggil Sandra seperti itu.


Sandra menganggukkan kepalanya paham.


"Kak Vio mau refreshing sendirian aja nih?" Tanya Aleera.


Buat Aleera, perempuan yang mau pergi sendirian ke Mall ini sangat waow. Soalnya Aleera sendiri cukup malas kalau harus berjalan sendirian di Mall. Bukannya Aleera tidak berani, tapi lebih ke suka aja kalau ada teman, jadi ada orang yang bisa dia ajak mengobrol.


Viola tersenyum.


"Niatnya sih gitu, ya abis nggak ada temen lagi. Tapi karena ketemu kalian disini, boleh dong ikut gabung?" Tanya Viola.


Sandra tertawa kecil.


"Emang Kak Vio masih perlu izin buat ikut gabung kita?" Ujar Sandra.


"Kayanya sih enggak, tinggal ngekor kalian aja." Jawab Viola santai.


Dan itu membuat Sandra dan Aleera tertawa kecil.


Pribadi Viola yang ramah benar-benar membuat Sandra dan Aleera menjadi cepat akrab. Padahal sebenarnya mereka jarang bertemu. Karena selain rumah Viola cukup jauh dari rumah Sandra dan Aleera, Viola juga sibuk dengan toko bunganya. Viola beberapa kali juga harus pergi ke Malang dan Bandung untuk mengurus 2 tokonya yang ada disana. Dan selama 7 bulan mereka kenal, mungkin tidak sampai 10 kali mereka berkumpul seperti ini. Tapi itu tidak membuat mereka jadi canggung satu sama lain. Bahkan anak-anak juga sudah sangat akrab dengan Viola


Dan jadilah kini Sandra dan Aleera ke Timezone bersama dengan Viola. Selagi anak-anak bermain, mereka bertiga memutuskan untuk nongkrong disalah satu restoran yang ada diarea Timezone.


"Persiapannya udah berapa persen Kak?" Tanya Sandra kepada Viola.


Viola tersenyum.


"Masih 50 persen dek. Jadi ya gitu, masih lama. Lagian Mas Rendra juga masih sibuk tuh sama kerjaannya." Jawab Viola.


"Mas Rendra tuh emang gitu, kerja-kerja teruss... Heran aku tuh." Ujar Sandra.


"Ya namanya juga arsitek, San. Kadang kerjanya nggak kenal waktu." Jawab Viola.


"Emangnya arsitek bisa sampai sibuk banget begitu ya? Jujur aku kaget loh waktu tau kalau Mas Rendra bisa sesibuk itu." Ujar Aleera.


Dan jadilah perkumpulan mereka ini menggosipkan Rendra tentang betapa sibuknya laki-laki itu. Untung saja Viola adalah perempuan dewasa yang sabar, jadi bisa mengertikan kesibukan Rendra yang seperti tiada hentinya.


"Tapi, aku denger-denger ini bakal jadi project terakhir Mas Rendra loh, Kak." Ujar Sandra memberitahu Viola.


"Oo iya? Kakak belum tau tuh, dek." Jawab Viola.


"Kenapa gitu? Mas Rendra mau berhenti jadi arsitek San?" Aleera juga tidak tau mengenai hal itu.


"Aku juga enggak tau pasti sih. Aku cuma denger sekilas aja waktu Mas Rendra sama Ayah lagi ngobrol. Kalau mau tau pastinya, Kak Vio langsung tanya aja ke Mas Rendra." Jawab Sandra.



Seharian puas bermain di Timezone, akhirnya kini Aileen terlihat tertidur dengan nyenyak di Car seat-nya.



Saat ini Sandra sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya. Karena sore ini Daven pulang, jadi tidak mungkin Sandra tetap di rumah orang tuanya. Sementara Aleera, tadi Kendra yang menjemput istri dan anak-anaknya. Jadi Sandra tidak perlu mengantar Aleera dan keponakan-keponakannya pulang.



Begitu sampah di rumah, Sandra meminta suster Ati untuk menggendong Aileen ke kamar. Padahal biasanya Sandra yang melakukan itu sendiri. Tapi Sandra ingat, kalau saat ini didalam perutnya sedang tumbuh calon buah hatinya. Sandra tidak akan melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya dan calon baby.



Mengenai Daven, Sandra sudah memutuskan untuk sementara ini menutupi kehamilan dirinya. Sandra belum siap memberitahu Daven. Sandra takut kalau Daven tidak menginginkan anak didalam perutnya dan nantinya meminta dirinya untuk menggugurkan. Jadi Sandra perlu waktu untuk memikirkan bagaimana cara yang tepat untuk dirinya memberitahu Daven.



Dan akhirnya, yang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh Aileen akhirnya datang. Tepat jam 5 sore Daven sampai di rumah. Tidak seperti biasanya, Daven membawa berbagai macam oleh-oleh. Padahal biasanya kalaupun ke luar kota Daven sangat jarang membawa oleh-oleh. Kalau membawa, itupun karena Sandra yang meminta. Tapi kali ini Sandra sama sekali tidak meminta, dan Daven membawakan oleh-oleh cukup banyak.


Mulai dari bandeng Asap, almond krispi, lapis kukus dan lain sebagainnya. Bahkan banyaknya oleh-oleh yang Daven bawa sampai 2 kardus besar.


"Bang Daven beneran beli oleh-oleh sebanyak ini?" Tanya Sandra dengan tatapan tidak percaya. Sementara Aileen terlihat happy dengan banyaknya oleh-oleh yang Daddy-nya bawa. Meskipun sebenarnya Aileen tidak bisa memakan semua ini. Aileen hanya senang dengan banyaknya bungkusan makanan yang sedang dia berantaki.


Daven dengan santai menganggukkan kepalanya.


"Ya abis kamu waktu ditanya mau dibawain apa dari Surabaya jawabnya terserah. Aku jadi bingung. Ya udah akhirnya aku beli aja apa yang orang bilang katanya oleh-oleh khas Surabaya." Jawab Daven.


Sandra tersenyum tipis.


"Makasih ya karena Bang Cio udah mau bawain oleh-oleh buat aku." Ujar Sandra.


Sandra tidak ingin membuat Daven merasa kalau dia tidak menghargai pemberian itu. Setidaknya ucapan terima kasih membuat Daven tau kalau Sandra menyukai oleh-oleh yang Daven bawakan untuknya.


"Ya udah kalau gitu Bang Cio mandi dulu sana. Sebentar lagi Maghrib loh." Ujar Sandra.


Daven beranjak dari sofa.


"Ayo... Tapi kamu ikut aku ke kamar." Ujar Daven.


Membuat Sandra mengerutkan dahinya.


"Tapi Aileen gimana?"


"Aileen biar suster Ati dulu yang temenin. Kamu ikut aku." Jawab Daven.


Membu Sandra akhirnya menuruti ucapan Daven.


Sesampainya di kamar, Daven langsung menutup pintu. Kemudian tiba-tiba saja memeluk tubuh Sandra dengan erat.


"Aku kangen banget sama kamu, San. Aku nggak tau kenapa aku bis sekangen ini." Bisik Daven saat memeluk Sandra.