Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Masih Sandra sembunyikan


Hari ini Daven memiliki jadwal pertemuan dengan kolega di luar kota untuk membicarakan bisnis antar perusahaan mereka. Namun, sebagai sekretaris Sandra tidak ikut turut serta pergi menemani Daven. Hal ini karena Daven akan pergi bersama dengan sekretaris sekaligus asistennya yang baru, yaitu Beni. Sudah sejak sebulan yang lalu Daven memiliki asisten pribadi. Hal ini agar dapat membantu meringankan pekerjaan Sandra. Karena seperti yang kita tau, sebentar lagi Sandra dan Daven akan segera menikah, tentu akan aneh rasanya jika nantinya Sandra tetap sibuk dengan pekerjaan kantornya. Memang, setelah menikah nanti, Sandra memang akan tetap bekerja sebagai sekretaris Daven, hanya saja pekerjaannya tidak akan sebanyak seperti saat dirinya belum menikah.


Dan karena hari ini Sandra tidak ke kantor, jadilah Sandra memilih untuk mengunjungi sahabat sekaligus kakak iparnya, siapa lagi kalau bukan Aleera. Sudah cukup lama Sandra tidak bertemu dengan Aleera. Dan sekarang disaat Sandra memiliki waktu luang, akan Sandra manfaatkan untuk menghabiskan quality time bersama dengan Aleera.


“Tapi sebelum ini mampir ke rumah sakit dulu ya San, aku ada janji sama Dokter Susan soalnya.” Ujar Aleera begitu perempuan itu masuk ke mobil yang Sandra kendarai.


“Dokter Susan? Itu dokter kandungan kamu kan Ly? Kenapa kesana? Jangan-jangan kamu hamil lagi ya?” Mendengar ucapan Aleera tentu saja Sandra langsung menebak kalau sahabatnya itu hamil lagi. Dan Sandra sangat bahagia memikirkan kalau sebentar lagi dia akan memiliki tambahan keponakan.


Aleera tertawa kecil.


“Belum San, aku belum hamil lagi. Aku ada janji sama Dokter Susan karena hari ini aku mau lepas alat kontrasepsi yaang aku pakai.” Ujar Aleera menjelaskan.


“Ooo, aku kira kamu hamil lagi Ly.” Ujar Sandra.”Aku tuh nggak sabar banget pengen punya keponakan lagi dari kamu.” Senyum lebar tersungging dibibir pink Sandra.


“Doain ya setelah lepas ini aku bisa cepet dikasih momongan lagi. Bang Kendra udah bawel banget soalnya minta buat tambah anak secepatnya. Katanya keburu Abang Ai sama Kakak Iyel gede. Dan keburu Bang Kendra tua, katanya takut nanti nggak bisa gendong anaknya karena dia udah mulai tua. Padahal kan Bang Kendra masih muda ya, masih 32 tahun loh.” Ujar Aleera.


Sandra tertawa kecil mendengar ucapan Aleera. Dalam hati Sandra menerawang jauh kesana, ke kehidupan pernikahannya jika nantinya dia benar-benar akan menikah dengan Daven. Apakah kisah rumah tangganya akan semanis rumah tangga Aleera dan Abangnya juga seperti rumah tangga Bunda Sya dan Ayah Radit atau tidak. Sandra merasa... Tidak, Sandra yakin dia juga akan memiliki rumah tangga manis seperti yang dia impikan selama ini.


“Aku doain biar kamu cepet hamil lagi Ly, syukur-syukut kembar lagi.” Ujar Sandra.



Selesai dengan urusan Aleera di rumah sakit, kini Aleera dan Sandra sudah ada di Mall/ Mereka duduk disalah satu bangku restoran sembari menikmati makan siang mereka.



“Jadi sekarang udah fiks dong kamu bakal nikah sama Bang Daven." Aleera turut berbahagia untuk Sandra atas rencana pernikahan dirinya. Aleera bahagia karena Sandra akan memiliki pasangan hidupnya.



Sebenarnya setelah acara lamaran dilangsungkan pun laki-laki di keluarga Santoso masih ragu dengan keputusan Sandra memilih Daven sebagai pendamping hidupnya. Terutama Kendra dan Rendra, mereka agak sedikit keberatan dengan hubungan Sandra dengan Daven. Bukan apa-apa, mereka hanya seperti belum rela kalau Sandra akan menjadi milik laki-laki lain selain mereka dan Ayah Radit. Namun pada akhirnya Kendra dan Rendra memberikan restu mereka. Toh Daven berasal dari keluarga baik-baik yang sudah mereka kenal sejak lama. Daven juga bukan laki-laki yang suka neko-neko dalam berbuat. Meski Daven lebih dingin dan sulit ditebak dibandingkan dengan Davian yang memiliki kepribadian lebih ramah, tapi mereka yakin kalau Daven memang mencintai dan menyayangi Sandra.



Tidak bisa dibayangkan kalau mereka tau mengenai apa yang sebenarnya terjadi diantara Sandra dan Daven. Mengenai kebenaran bahwa pernikahan ini dilakukan karena sebuah kesepakatan.



Sandra tersenyum.


“Iya dong udah fiks, kan kamu juga tau kalau pernikahan aku sama Bang Cio juga udah mulai dipersiapkan.” Jawab Sandra.



Tanpa Sandra tau, bahwa sebenarnya Aleera menyadari kalau sebenarnya ada sesuatu yang Sandra sembunyikan. Hanya saja saat ini Aleera memilih untuk tetap diam tanpa bertanya apa-apa.



“Janji ya kalau kamu bakalan bahagia dengan Bang Daven nantinya. Aku sayang kamu San, aku nggak mau kalau sampai ada orang yang menyakiti kamu. Kamu adalah adik ipar sekaligus satu-satunya sahabat yang aku punya. Aku nggak mau melihat kamu sampai tersakiti.” Aleera menatap Sandra dalam.




“Iiihh, aku juga sayang kamu Ly. Iya aku janji aku bakal bahagia. Tapi sekarang yang utama bukan kebahagian aku Ly, tapi kebahagiaan Aileen. Melihat Aileen bahagia, itu udah lebih dari cukup untuk membuat aku juga ikut bahagia.” Jawab Sandra sembari memperlihatkan senyum bahagianya.



“Enggak dong, pokoknya kamu harus pentingin kebahagiaan kamu sendiri yang paling utama.” Ujar Aleera tidak setuju dengan ucapan Sandra yang mengatakan bahwa kebahagiaan Aileen adalah yang utama.



Sandra tertawa kecil.


“Jadi kamu lebih pentingin kebahagiaan kamu dulu dari pada Aidan sama Ariel?” Tanya Sandra.



Aleera menggelengkan kepalanya


“Jelas aku akan mengutamakan kebahagiaan Aidan dan Ariel dulu dong, baru setelahnya kebahagiaan aku. Karena bagi aku, kebahagiaan anak-anak aku lebih penting dari kebahagiaan aku sendiri.” Jawab Aleera.



"Nah itu maksud aku Ly. Kamu tau kan gimana senengnya aku waktu tiba-tiba Aileen manggil aku dengan panggilan Bunda? Sejak itu aku menganggap Aileen sudah seperti anak aku sendiri meskipun bukan aku yang melahirkan dia. Jadi, sebagai ibu dari Aileen nantinya, kebahagiaan Aileen akan menjadi yang utama untuk aku sekarang.” Jawab Sandra.



Sepertinya Aileen terkejut mendengar ucapan Sandra ini.



“Nggak nyangka kalau kamu sekarang udah dewasa kaya gini San. Hampir udah nggak kelihatan lagi sifat manja yang selama ini melekat dengan erat dalam diri kamu.” Ujar Aleera sembari tertawa.



“Eeehhh, aku nggak manja ya, dari dulu aku emang dewasa. Kamu aja yang selama ini salah menilai aku.” Sandra menyangkal ucapan Aleera. Enak saja, Sandra tidak manja kok. Sandra itu sebenarnya mandiri dan dewasa. Hanya saja Ayah Radit, Kendra, dan Rendra terlalu memanjakan Sandra, jadilah Sandra terlihat seperti anak yang manja dimata orang-orang.



Aleera tertawa


“Iya iya, kamu enggak manja, kamu dewasa kok, tapi kalau lagi sama Aidan, Ariel, dan Aileen doang.” Ujar Aleera



Kali ini Sandra ikut tertawa, sejujurnya Sandra juga setuju dengan ucapan Aleera yang satu ini. Sifat dewasa Sandra memang selalu muncul jika dia sedang bersama dengan anak-anak kecil. Sedangkan kalau sedang bersama orang-orang dewasa, Sandra akan menjadi sedikit manja. Ya, namanya juga kebiasaan kan ya.