Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Kakak bobok sini!


Malam ini menjadi malam pertama dimana Saga dan Dewa tidur di rumah. Sama seperti saat di rumah sakit, sepertinya mereka tampak nyaman-nyaman saja. Sejak sampai rumah, keduanya tidak sekalipun rewel. Kalaupun menangis itu karena mereka lapar atau popoknya sudah penuh. Rasanya Sandra merasa beruntung sekali bisa memiliki anak-anak yang tenang seperti ini. Tapi ya tidak tau kalau nanti ya, secara kan saat ini Saga dan Dewa masih bayi. Jadi karakter mereka belum terlihat yang bagaimana. Tapi untuk saat ini ada sedikit perbedaan, dimana menurut Sandra, Saga lebih tenang dibandingkan dengan Dewa. Mungkinkah disaat masih bayi seperti ini Saga sudah mewarisi sifat Daven yang dingin? Sepertinya tidak mungkin kan. Sandra yakin itu hanya perasaannya saja.


"Bunda... Kakak mau bobok sama adek Saga dan adek Dewa." Ujar Aileen.


Sandra dan Daven yang mendengar suara Aileen langsung menoleh kearah pintu. Kebetulan sekali pintu kamar memang belum mereka tutup. Terlihat Aileen berdiri di depan pintu dengan salah satu tangan yang memegang sebuah boneka kelinci berwarna putih. Boneka yang sebenarnya adalah milik Sandra. Benar, sekarang ini semua koleksi boneka milik Sandra yang dia kumpulkan sejak kecil menjadi hak milik Aileen. Ehhmm, tidak hanya Aileen sih sebenarnya, Sandra juga memberikan beberapa kepada Ariel juga. Kalau Aidan dan Arzan, mereka berdua tidak mendapatkan boneka dari Sandra karena memang mereka tidak suka. Saat ini Aidan dan Arzan sedang tergila-gila dengan robot.


Sandra tersenyum.


"Sini Kak, masuk..." Ujar Sandra meminta Aileen untuk masuk ke kamar.


Dengan senyum ceria, Aileen masuk ke kamar. Daven dengan sigap mengangkat tubuh Aileen dan mendudukkannya di atas ranjang.


"Kakak mau bobok disini?" Tanya Sandra kepada Aileen.


Dengan semangat Aileen menganggukkan kepalanya.


"Iya, Kakak mau bobok disini." Jawab Aileen.


"Bunda sih boleh-boleh aja kalau Kakak mau bobok disini. Tapi sebelum itu, Bunda mau kasih tau Kakak sesuatu dulu." Ujar Sandra.


Aileen dan Daven tampak langsung menatap Sandra untuk mendengarkan kira-kira apa yang akan Sandra sampaikan.


"Apa Bunda?" Tanya Aileen dengan suara menggemaskan.


"Adek Saga sama Adek Dewa kan sekarang masih bayi. Nah anak bayi biasanya kalau malam suka nangis kalau pengen *****. Kakak enggak papa kalau nanti malam adek Saga sama Adek Dewa bangun terus mereka nangis? Nanti bisa aja tangisan mereka bikin bobok Kakak jadi keganggu loh." Ujar Sandra memberikan sebuah penjelasan kepada Aileen.


Sengaja Sandra memberikan penjelasan seperti ini agar nantinya Aileen tidak terlalu terkejut saat tengah malam nanti Saga dan Dewa terbangun lalu menangis. Setidaknya dengan Sandra memberitahukan hal ini kepada Aileen, putrinya ini bisa paham dengan konsekuensi yang mungkin saja akan terjadi nanti malam. Sandra rasa Aileen sangat pintar untuk mengerti soal ini. Karena sejauh yang Sandra lihat, Aileen benar-benar bersikap dewasa kepada adik-adiknya.


Daven yang mendengar penjelasan Sandra kepada Aileen seketika langsung tersenyum. Daven merasa bangga akan bagaimana cara Sandra memberikan penjelasan dengan sedemikian rupa kepada Aileen.


"Enggak papa, Kakak tau kok. Kan yang kemalin-kemalin Kakak bobok di lumah sakit, adek Saga sama Adek Dewa nangis pas malem-malem. Aileen enggak telganggu kok." Jawab Aileen.


Nah kan, Aileen memang sudah dewasa. Aileen bisa mengerti akan kondisi adik-adiknya ini.


Sandra dan Daven tersenyum mendengar jawaban Aileen.


"Oo iya, Bunda lupa kalau Kakak beberapa hari yang lalu bobok di rumah sakit ya." Ujar Sandra. "Jadi beneran enggak papa nih kalau nanti malem adek-adeknya nangis terus ganggu tidur Kakak?" Tanya Sandra memastikan.


"Iya, enggak papa." Jawab Aileen.


"Oke kalau gitu, itu artinya Kakak udah siap buat bobok disini. Tapi karena adek Saga sama Adek Dewa boboknya didalam box, Kakak bobok disini sama Bunda sama Daddy ya." Ujar Sandra.


Aileen tersenyum, lagi-lagi dia menganggukkan kepalanya.


"Oke Bunda." Jawab Aileen.


Berhubung tadi sebelum tidur Aileen sudah menggosok gigi ditemani Suster Ati, jadi Aileen bisa langsung tidur. Biasanya sih Sandra atau Daven yang selalu menemani Aileen menggosok gigi. Tapi berhubung tadi Sandra sedang menyusui Dewa, dan Daven sedang menggendong Saga untuk gantian menyusu, jadi Sandra ataupun Dewa tidak sempat menemani Aileen menggosok gigi. Sementara itu, untuk saat ini Sandra belum menggunakan jasa baby sitter. Sekarang ini dibantu oleh Bunda Sya dan Mama Laras, mereka sedang mencarikan baby sitter yang cocok untuk membantu Sandra mengurus Saga dan Dewa. Sandra mempercayakan urusan untuk mencari baby sitter kepada Bunda Sya dan Mama Laras karena mereka tentunya sudah berpengalaman soal itu. Terbukti baby sitter yang mengurus anak-anak Aleera juga bagus-bagus, dan itu yang mencarikan Bunda Sya.


Karena pada dasarnya Aileen memang sudah mengantuk, jadi begitu Sandra mulai menepuk-nepuk paha Aileen, tidak lama setelahnya gadis cilik itu langsung tertidur. Bahkan kurang dari 10 menit, dan Aileen sudah sangat pulas.


Seperti biasa, posisi tidur Sandra ada di tengah. Sementara Aileen ada disamping kirinya. Tapi tenang saja, ranjang Sandra dan Daven ini sudah dilengkapi dengan pagar safety, jadi aman meskipun Aileen tidur dipinggir. Sementara Daven, tempat dia tentu saja ada disamping kanan Sandra. Yang mana posisinya lebih dekat dengan box bayi Saga dan juga Dewa.


Melihat Aileen yang sudah pulas, Daven membaringkan tubuhnya disamping Sandra. Kemudian membawa istrinya masuk kedalam pelukannya.


"Aileen udah bobok, sekarang giliran Bunda boboin Daddy-nya." Bisik Daven ditelinga Sandra.


Sandra yang mendengar itu tersenyum. Hampir saja Sandra melupakan bayi besarnya. Bayi besar yang membuat dirinya sampai memiliki bayi-bayi kecil lainnya.


.


.


.



...Kakak Aileen bobok sama boneka kelinci...



...Adek Saga dan Adek Dewa...