Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Ayam goreng kakek


Malam ini, dikarenakan Aileen tadi siang mengalami demam, jadi Sandra memutuskan untuk tidur di kamar putri kecilnya itu. Namun, kali ini Sandra dan Aileen tidak tidur hanya berdua, karena ada Daven juga bersama mereka.


Kalau kalian berpikir Aileen akan tidur ditengah diantara Sandra dan Daven, maka jawabannya salah. Justru yang di tengah adalah Sandra. Sementara Aileen berada di pojok dekat tembok, dan Daven berada di pinggir.


Posisi Sandra saat ini menyamping membelakangi Daven. Karena memang Sandra terbiasa tidur menghadap kanan.


Sandra yang memang belum tidur, menempelkan telapak tangannya pada dahi Aileen yang sekarang demamnya sudah benar-benar turun.


Tiba-tiba Sandra merasakan sebuah tangan melingkari pinggangnya. Dan sudah bisa dipastikan kalau yang melakukan itu adalah Daven.


"Hari ini kita gagal pergi kencan." Bisik Daven di telinga Sandra.


Tidak dipungkiri, sebenarnya Daven juga sangat ingin pergi kencan dengan Sandra. Tapi apa mau dikata, Aileen sedang sakit. Tidak mungkin mereka pergi kencan dan meninggalkan Aileen bersama Suster Ati.


Sandra tersenyum.


"Nggak papa, kita bisa pergi kencan lain kali. Yang terpenting sekarang adalah kondisi Aileen, Bang." Jawab Sandra seraya mengusap dengan lembut tangan Daven yang melingkar di pinggangnya.


Mendengar jawaban Sandra, Daven semakin mengeratkan pelukannya pada wanita itu. Sekali lagi Daven bisa melihat betapa tulusnya Sandra kepada Aileen. Sandra benar-benar memprioritaskan Aileen dalam hidupnya. Sandra membuktikan ucapannya bahwa tujuan dirinya menikah dengan Daven memang untuk menjadi ibu Aileen.


"Jangan tinggalin aku sama Aileen, San. Aku ingin kita terus bersama kaya gini selamanya." Ujar Daven.


Daven semakin sadar betapa berartinya Sandra di hidupnya sekarang ini. Daven bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana dirinya dan Aileen jika dia tidak bersama dengan Sandra. Mungkinkah hubungan Daven dan Aileen akan semakin jauh? Siapa yang akan tau tentang itu. Dan Daven sendiri tidak mau memikirkan hal buruk itu.


"Aku sudah pernah bilang kan, aku nggak akan pernah ninggalin Bang Cio dan Aileen kalau bukan kalian yang meminta." Jawab Sandra.



Hari ini Sandra kembali mengambil cuti. Dan tentu saja atas persetujuan Daven. Karena Aileen juga izin untuk tidak berangkat sekolah guna memulihkan kesehatannya.



Tidak seperti kemarin yang terlihat sangat lemas, kini Aileen sepertinya sudah benar-benar sembuh. Bahkan semakin aktif saja. Dalam semalam, nafsu makan Aileen juga sudah kembali seperti sebelumnya. Ini benar-benar membuat Sandra merasa sangat lega.



Sepanjang hari yang Sandra lakukan benar-benar hanya menemani Aileen bermain. Karena memang apalagi yang bisa Sandra lakukan coba? Pekerjaan rumah sudah ada Mbok yang melakukannya. Begitu juga dengan memasak.



Ditengah kebingungan Sandra dengan apa yang harus dia lakukan, tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk. Dan ternyata itu adalah panggilan video call dari Daven.



Melihat itu, Sandra tersenyum. Dengan segera dia menekan ikon berwana hijau untuk menerima panggilan itu.



"Assalamualaikum, Bang." Ujar Sandra begitu layar ponsel memperlihatkan wajah Daven.



"Wa'alaikumsalam. Aileen gimana, San? Udah nggak demam lagi kan?"



"Alhamdulillah Aileen udah nggak demam lagi, Bang. Itu Aileen udah semangat, udah mulai main lagi." Jawab Sandra.



"Aileen... Ini Daddy, sayang." Sandra memanggil Aileen yang sedang asik mewarnai.



Mendengar panggilan dari Sandra, Aileen dengan segera beranjak dan menghampiri sang Bunda.



"Eddy..." Aileen tersenyum saat melihat wajah Daven di layar ponsel.



Daven yang melihat itu juga tersenyum.


"Aileen lagi main apa?" Tanya Daven.




Setelah beberapa menit Daven dan Aileen saling berbicara melalui sambungan telefon, kini Aileen yang mulai bosan memberikan ponsel itu kepada Sandra dan kembali sibuk dengan buku mewarnainya.



"Nanti makan siang mau aku pesenin apa?" Tanya Daven kepada Sandra.



Sandra mengerutkan dahinya. Karena ini kali pertama Daven tiba-tiba menawarkan diri untuk memesankan makan siang untuk Sandra.



"Ayam goreng kakek." Jawab Sandra tanpa berpikir panjang.



Disana, Daven tersenyum mendengar jawaban Sandra. Seharusnya Daven tidak perlu bertanya lagi, karena sudah pasti jawaban Sandra adalah ayam goreng kakek. Secara selama ini belum ada yang bisa menandingi ayam goreng kakek untuk menjadi makanan favorit Sandra yang paling utama.



"Oke, nanti aku pesenin ayam goreng kakek." Jawab Daven.



Setelah itu sambungan video call terputus. Karena Daven memang harus kembali bekerja. Sementara Sandra kembali menemani Aileen bermain.



Setelah makan siang, Aileen terlihat mengantuk. Jadi Sandra membawa gadis cilik itu untuk tidur ke kamar. Sandra sendiri awalnya tidak berniat untuk ikut tidur juga, tapi ternyata menemani Aileen bermain sejak pagi membuat Sandra merasa lelah dan akhirnya juga ikut tertidur.


Rasanya baru sebentar Sandra tertidur, Sandra kembali bangun karena merasakan sebuah usapan lembut pada wajahnya.


Begitu Sandra membuka mata.


"Bang Cio..."


Benar sekali, Daven lah yang membuat Sandra jadi terbangun.


"Udah makan?" Tanya Daven dengan lembut.


Meski nyawanya belum sepenuhnya terkumpul, tapi Sandra menggelengkan kepalanya. Karena Sandra ingat kalau setelah menemani Aileen makan siang, Sandra belum makan. Sandra tentu saja menunggu Daven yang katanya akan memesankan ayam goreng kakek untuk dirinya makan siang.


"Belum..." Jawab Sandra.


"Ya udah, kalau gitu bangun terus cuci muka. Aku tunggu di bawah, kita makan bareng." Ujar Daven kepada Sandra.


Setelah mengatakan itu, Daven langsung keluar dari kamar Aileen.


Begitu Daven pergi, Sandra langsung beranjak dari ranjang. Seperti kata Daven, Sandra langsung ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Setelah itu langsung turun ke bawah menyusul Daven.


Dilihatnya Daven yang duduk di ruang makan sembari memainkan ponselnya.Di depan Daven tepatnya diatas meja ada sesuatu yang sangat menarik perhatian Sandra. Benar sekali, apalagi kalau bukan ayam goreng kakek.


Sandra langsung mendudukkan dirinya disamping Daven.


"Aku pikir Bang Cio cuma pesenin doang nggak ikut pulang." Ujar Sandra membuka pembicaraan.


Daven meletakkan ponselnya.


"Awalnya mau gitu, tapi mending sekalian pulang aja biar bisa sekalian liat kondisi Aileen." Jawab Daven datar.


Sekali lagi, Daven seperti ini bukan karena sedang ada apa-apa. Karena pada dasarnya Daven memang tipe orang yang cool dan datar seperti ini. Mungkin kalau orang baru mengenal Daven, mereka akan berpikir kalau Daven adalah tipe orang pemarah atau semacamnya. Padahal nyatanya Daven jarang sekali marah. Bahkan Sandra sendiri tidak tau seperti apa Daven saat marah. Karena selama ini yang Sandra tau Daven hanya sering berkata datar dan kadang sedikit ketus.


"Terus habis ini Bang Cio balik ke kantor lagi?" Tanya Sandra.


Daven menganggur kepalanya.


"Iya, soalnya nanti ada rapat. Mau nggak mau aku harus balik ke kantor lagi." Jawab Daven datar.