
Begitu selesai sholat subuh, Sandra turun ke dapur untuk membuatkan Daven teh manis. Sementara Daven tetap berada di kamar karena dia hendak mengecek pekerjaannya yang sudah dia tinggal selama seminggu lamanya. Selama berada di Jepang, Daven memang tidak pernah membuka apapun yang berbau pekerjaan. Daven benar-benar memfokuskan dirinya untuk Sandra. Dan baru semalam juga dia meminta Beni untuk mengirimkan beberapa pekerjaan yang bisa dia selesaikan melalui ponsel dan laptop.
Tidak lama Sandra datang membawa secangkir teh untuk Daven.
D...