
Usia kandungan Sandra sudah masuk 8 bulan, itu artinya sebentar lagi, atau lebih tepatnya 1 bulan lagi Sandra akan melahirkan. Lalu apakah dengan kehamilannya yang sudah trimester akhir ini Sandra sudah berhenti ngidam? Jawaban tentu saja tidak. Karena setelah hampir 2 Minggu lamanya Sandra tidak lagi ngidam, dini hari ini Sandra kembali ngidam. Dan tau ngidamnya apa? Rujak Thailand. Tau kan? Itu loh, jambu kristal yang ditaburi dengan gula dan bubuk cabe. Kenapa bisa dinamakan rujak Thailand? Sandra juga tidak tau. Tapi setau Sandra namanya memang rujak Thailand. Benar atau salah?
Sandra menatap Daven yang tampak tertidur dengan nyenyak. Saat ini jam menunjukkan pukul setengah 2 dini hari, itu artinya mereka baru tidur sekitar 3 jam yang lalu. Mereka memang tidur agak sedikit larut, karena tadi habis melakukan olahraga malam. Tapi tenang, Sandra dan Daven sudah sama-sama memakai pakaian kok. Sebelum tidur tadi mereka sudah memakainya kembali.
Haruskah Sandra membangunkan Daven? Jujur saja Sandra tidak tega, apalagi Daven sedang nyenyak-nyenyaknya. Tapi kalau Sandra tidak membangunkan Daven, dia juga tidak tau haru mencari rujak Thailand itu kemana. Apalagi Sandra sangat yakin kalau di rumah tidak ada jambu. Secara Bunda Sya jarang sekali membeli jambu kristal untuk stok di rumah. Karena memang jambu kristal bukan buah favorit di keluarga Persada.
Akhirnya mau tidak mau Sandra membangunkan Daven.
"Abang..." Panggil Sandra dengan suara lembut. Tangan Sandra tidak lupa menggoyang dengan pelan tubuh Daven.
Hanya satu kali, dan Daven sudah membuka matanya.
"Iya sayang, kenapa? Kamu butuh sesuatu?" Tanya Daven kepada Sandra.
Meskipun sangat terlihat kalau Daven mengantuk, tapi Daven tetap berusaha untuk membuka matanya dan bertanya apa yang Sandra butuhkan.
"Pengen rujak Thailand." Jawab Sandra dengan perasaan tidak enak hati. Tapi ya mau gimana lagi, Sandra juga tidak bisa mengabaikan keinginannya ini.
Mendengar ucapan Sandra, Daven yang awalnya masih terlihat mengantuk jadi semakin melebarkan matanya.
"Rujak Thailand? Yang kaya gimana?" Tanya Daven kepada Sandra.
Daven sendiri tidak tau seperti apa rujuk Thailand. Karena ya ini kali pertama Daven mendengar ada makanan yang namanya rujak Thailand. Apakah berbeda dengan rujak yang ada di Indonesia?
"Itu loh, jambu kristal yang dipakein bubuk cabai sama gula. Abang enggak tau?"
Daven menggelengkan kepala.
"Terus belinya dimana? Bukan beli di Thailand langsung kan?" Tanya Daven.
Kalaupun iya harus beli di Thailand langsung, sebenarnya Daven tidak masalah. Yang menjadi masalah kan saat ini usia kandungan Sandra sudah masuk 8 bulan, bukankah akan sangat riskan kalau masih naik pesawat?
Sandra menggelengkan kepalanya.
"Enggak kok, enggak harus beli di Thailand. Kalau siang biasanya di pinggir jalan banyak pedagang kaki 5 yang jual. Tapi kalau jam setengah 2 pagi kaya gini, aku enggak tau dimana yang jual." Jawab Sandra.
Daven beranjak dari posisi berbaringnya, kemudian mengambil ponsel yang dia letakkan di nakas samping tempat tidur. Ya, Daven langsung melakukan pencarian rujak Thailand keinginan Sandra melalui online.
Seperti yang sudah di duga, tidak adan restoran yang menjual rujak Thailand seperti yang Sandra maksud. Kalaupun ada, itu adalah rujak Thailand yang buahnya di serut. Dan tidak bisa dipesan sekarang karena restoran sudah tutup.
"Enggak ada yang jual ya Bang?" Tanya Sandra kepada Daven.
Daven menggelengkan kepalanya. Tapi, tentu Daven tidak menyerah begitu saja. Daven tetap berusaha untuk mencari rujak Thailand yang Sandra inginkan. Sampai akhirnya sebuah ide muncul di kepala Daven.
"Apa bikin sendiri aja? Mau enggak?" Tanya Daven kepada Sandra.
"Bikin sendiri? Tapi di rumah enggak ada jambu kristal." Jawab Sandra.
Kalau bubuk cabai dan gula pasir sih sudah pasti ada di rumah. Karena bumbu-bumbu untuk memasak yang Bunda Sya miliki sangat lengkap.
"Di toko swalayan yang buka 24 jam kayanya ada deh. Nanti kita beli buahnya aja, terus bikin bumbunya sendiri. Kamu bilang bumbunya bubuk cabai sama gula pasir doang kan?"
Mendengar ucapan Daven, Sandra terdiam sejenak. Sampai akhirnya...
"Rujak Thailand cari besok aja, Bang. Sekarang aku udah enggak pengen makan itu, mau makan nasi goreng buatan Bang Cio aja." Ujar Sandra dengan wajah polosnya.
Nah kan, untung saja Daven belum keluar untuk mencari jambu kristal sebagai bahan untuk membuat rujak Thailand. Karena akhirnya yang Sandra inginkan justru nasi goreng buatan Daven. Lalu apakah Daven merasa kesal dengan Sandra? Jawabannya tentu saja tidak. Daven sama sekali tidak merasa kesal. Justru dia bersyukur karena dengan begini, Daven tidak terlalu merasa bersalah karena tidak bisa mengabulkan keinginan Sandra. Padahal kalau dipikir-pikir keinginan Sandra sangat mudah, hanya jambu kristal yang diberi bubuk cabai dan gula pasir saja. Tapi masalahnya Sandra menginginkannya diwaktu yang tidak tepat. Kalau saja Sandra menginginkan ini saat siang hari, Daven sudah pasti bisa dengan mudah mengabulkan keinginan Sandra. Meski begitu, Daven sama sekali tidak menyalahkan Sandra kok. Wajar kalau ibu hamil menginginkan sesuatu diwaktu yang bisa dikatakan tidak wajar.
"Beneran mau nasi goreng aja?" Tanya Daven kepada Sandra.
Dengan semangat Sandra menganggukkan kepalanya.
"Iya beneran, sekarang aku maunya nasi goreng. Kalau besok baru rujak Thailand nya." Jawab Sandra seraya tersenyum lebar.
Daven tersenyum.
"Ya udah." Jawab Daven. "Mau ikut ke bawah atau tunggu di kamar aja?"
Sudah pasti Sandra akan ikut kebawah menemani Daven memasak nasi goreng untuk dirinya. Sandra tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat salah satu momen dimana Daven akan menjadi terlihat sangat tampan. Yap, benar sekali, ketampanan Daven akan naik berkali-kali lipat kalau sedang memasak. Dan Sandra sangat menyukainya.