
Acara aqiqah baby Letta berjalan dengan lancar. Sandra bersama dengan suami dan anak-anaknya pulang setelah maghrib. Mengingat besok Aileen harus berangkat sekolah, jadi mereka tidak bisa kalau sampai terlalu malam.
Lagi pula Kendra dan Aleera juga berpamitan untuk pulang. Begitu juga dengan Ayah Radit dan Bunda Sya beserta yang lainnya.
Dan sekarang, didalam mobil yang sedang melaju menuju rumah. Tiba-tiba Aileen bergumam sesuatu yang membuat Sandra dan Daven menghela nafas pelan.
"Kakak pengen punya adek giyl kaya adek Letta sama adek Arora deh." Ujar Aileen tiba-tiba.
Sandra sendiri memilih untuk mempersilahkan Daven menanggapi ucapan putri mereka. Sebelumnya kan Sandra sudah pernah melakukannya. Jadi sekarang giliran Daven dong.
"Kan udah ada adek Saga sama Adek Dewa, Kak. Udah dua loh itu. Makasih kurang juga adeknya?" Jawab Daven.
Jujur saja, kalau untuk sekarang sepertinya Daven masih belum berniat untuk menambah momongan lagi. Mengingat saat ini usia Saga dan Dewa bahkan masih 5 bulan. Masih terlalu kecil untuk putra kembarnya itu diberi adik. Tapi kalau ditanya mau atau tidak menambah momongan lagi, Daven sendiri tidak bisa menjawab. Semua keputusan akan Daven serahkan kepada Sandra sepenuhnya. Kalau Sandra masih ingin memiliki anak lagi, Daven tidak masalah. Dan kalau Sandra hanya ingin Aileen, Saga, dan Dewa saja, Daven juga tidak masalah.
Daven tidak ingin mengulang kesalahan yang sama seperti sebelumnya. Dimana dia melarang Sandra hamil padahal ternyata istrinya itu sangat menginginkannya.
"Kulang 1 doang kok. Kakak cuma pengen tambah adek cewek 1 aja. Enggak dua kaya adek Saga sama Adek Dewa." Jawab Aileen seraya memasang polosnya.
Daven tersenyum tipis. Begitu juga dengan Sandra. Sandra tengah menunggu kira-kira jawaban apa yang akan Daven berikan kepada Aileen. Mengingat untuk hamil Saga dan Dewa saja awalnya Daven tidak setuju. Dan karena sekarang sudah ada Saga dan Dewa, Sandra sudah tidak terlalu ngebet ingin memiliki anak lagi. Karena kalau Daven oke, maka Sandra juga akan oke oke saja. Sandra ingin keputusan untuk menambah anak lagi adalah keputusan atas kesepakatan bersama
"Ya udah, kalau gitu Kakak tanya aja sama Bunda. Mau bikin adek cewek buat Kakak sama Saga dan Dewa atau enggak. Kalau Daddy sih mau-mau aja, tapi enggak sekarang loh ya." Ujar Daven.
Mendengar jawaban Daven, Sandra agak sedikit terkejut. Sandra pikir Daven akan menolak untuk memiliki anak lagi. Tapi ternyata Daven mau.
"Bunda mau kasih Kakak adek cewek atau enggak?" Tanya Aileen kepada Sandra.
Aileen tentu saja tidak akan menunggu lama untuk langsung menanyakan hal ini kepada Bunda-nya.
"Nanti ya, tunggu adek Saga sama Adek Dewa besar sedikit. Kalau Allah izinin, nanti Bunda sama Daddy bakalan kasih Kakak adek cewek." Jawab Sandra.
Dan jawaban Sandra sudah cukup untuk membuat Aileen puas. Untuk itu Aileen tidak bertanya lagi. Dalam pikiran Aileen, dia hanya perlu menunggu Saga dan Dewa menjadi lebih besar, dan itu pasti tidak akan lama.
Baiklah, jadi secara tidak langsung sudah diputuskan kalau Sandra dan Daven sepakat kalau nantinya akan menambah momongan lagi. Meskipun tidak sekarang.
Kasihan Saga dan Dewa kalau usia 5 bulan lalu Sandra hamil lagi.
Sesampainya di rumah, Sandra dan Daven langsung membersihkan diri mereka dan mengganti baju. Sementara itu, Aileen dibantu oleh Suster Ati untuk membersihkan diri juga.
"Uluh-uluh... Sebentar sayang. Bunda cuma mau gantiin baju Saga aja biar nanti pas bobok bisa lebih nyaman." Ujar Sandra kepada Saga.
Berbeda dengan Dewa yang anteng saat digantikan baju, Saga ini memang paling tidak suka kalau sedang digantikan bajunya. Bayi gembul itu terus saja ngreog minta dilepaskan dengan berguling kesana kemari.
Daven yang melihat Sandra cukup kesulitan saat memakaikan baju Saga, akhirnya turun tangan untuk membantu. Dan benar saja, saat Daven datang, Saga langsung anteng dan menurut saat Sandra pakaikan bajunya.
"Emang harus Daddy yang turun tangan nih kalau Saga ganti baju." Ujar Sandra bergumam.
Daven sendiri hanya menanggapi dengan senyum tipisnya.
Selesai memakaikan Saga baju, Sandra menitipkan kedua putranya keada Daven. Karena sekarang Sandra akan ke kamar Aileen. Sandra pikir setelah ganti baju Aileen akan ke kamar, tapi ternyata Aileen tidak kunjung datang.
Dan saat Sandra sampai di kamar Aileen, ternyata gadis ciliknya itu sudah tidur. Sepertinya Aileen kelelahan setelah seharian ini asik bermain bersama dengan para sepupu dan anak-anak panti tadi.
Dengan perlahan Sandra berjalan ke arah Aileen untuk memberikan kecupan selamat malam seperti rutinitas yang selalu dia lakukan.
Cup...
"Tidur yang nyenyak ya sayang. Bunda sayang sama Aileen." Bisik Sandra.