
Setelah Daven memberikan izin untuk Sandra bisa hamil lagi, laki-laki itu menjadi lebih sering mengusap perut Sandra seolah didalam perut Sandra sedang tumbuh buah hati mereka. Padahal tentu saja itu tidak mungkin, mengingat mereka saja baru beberapa hari yang lalu berhubungan suami istri tanpa menggunakan pengaman. Tapi ya sudah lah ya, Sandra si senang-senang saja mendapatkan sentuhan dari Daven.
Saat ini Daven sedang bersiap untuk berangkat ke kantor
"Sayang, kamu enggak mau ikut aku ke kantor aja? dari pada di rumah sendirian dan nanti malah jadi kesepian kan," ujar Daven seraya mengancingkan kemeja yang dia pakai.
Kenapa bisa Sandra kesepian di rumah? karena nanti Aileen akan berada di sekolah, sementara Saga dan Dewa akan dijemput Mama Laras dan Daddy Dani untuk diajak jalan-jalan. Biasa, kedua orang tua Daven memang cukup sering mengajak cucu-cucunya jalan-jalan, bahkan seminggu bisa sampai 2 kali. Maklum, kalau hanya ketemu 1 minggu sekali saja kan rasanya pasti kurang.
Lalu Sandra tidak ikut jalan-jalan? jawabannya tidak. Karena apa yang dia dan Daven lakukan semalam, kini tubuh Sandra rasanya sangat lelah. Dan yang ingin dia lakukan setelah ini adalah kembali tidur diatas ranjang nyaman miliknya.
Sandra menggelengkan kepalanya.
"Enggak ah, aku capek. Nanti abis Abang sama Aileen berangkat dan Saga sama Dewa di jemput Mama sama Daddy, aku mau tidur lagi aja," jawab Sandra.
Sandra berjalan menghampiri Daven. Seperti biasa, begitu Daven selesai berpakaian maka dia akan memasangkan dasi milik Daven.
Daven mendudukkan dirinya di kursi rias Sandra agar memudahkan istrinya ini memasang dasinya. Sementara Sandra mulai memasang dasi milik Daven, kini kedua tangan laki-laki itu tampak nyaman melingkari pinggang ramping sang istri. Daven yang sekarang tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. Tidak, Daven tidak akan menjadi laki-laki bodoh seperti dulu.
"Padahal di kantor kan kamu juga bisa tidur, Yang. Kamu tau sendiri kalau di ruang kerja aku ada kamar," Daven masih mencoba untuk membujuk Sandra agar mau ikut dirinya ke kantor.
Kalian jangan berpikir macam-macam loh, Daven sama sekali tidak memiliki niat buruk. Alasan Daven mengajak Sandra untuk ikut ke kantor bersama dengan dirinya murni karena tidak ingin istrinya ini kesepian karena sendirian saja di rumah. Dan kalau ada sesuatu yang terjadi diantara dirinya dan Sandra selama berada di kantor, maka Daven akan menganggap nya sebagai bonus.
"Aku tau, tapi aku lebih nyaman tidur di rumah. Kasurnya lebih enak soalnya," jawab Sandra.
Padahal sebenarnya sama saja, ini hanya alasan asal yang Sandra gunakan karena dia tidak ingin ikut Daven ke kantor.
"Ya udah kalau gitu, besok kasur di ruangan aku bakal aku ganti sama kasur yang persis dengan itu," Daven menunjuk ranjang didepannya menggunakan dagu.
"Enggak usah aneh-aneh deh, Bang. Kasur di ruangan Bang Cio itu udah enak, udah pas. Aku bilang gitu karena aku pengen tidur di rumah aja," ujarnya.
Daven tersenyum tipis.
"Oo gitu, aku pikir kamu beneran enggak suka kasur di ruang kerja aku. Karena kalau emang iya, aku beneran bakal ganti si,"
"Udah selesai, ayo turun. Anak-anak pasti udah nunggu kita dibawah," ujar Sandra.
Sebelumnya Sandra memang mengurus Aileen terlebih dahulu. Setelah Aileen rapi dan turun terlebih dahulu ke bawah, barulah Sandra mengurus bayi besarnya yang ini. Untuk urusan diurus oleh Sandra, Daven memang tidak mau mengalah. Apapun itu, Sandra tetap harus mengurus nya juga. Oleh karena itu setiap pagi Sandra bergantian mengurus antara Aileen dan Daven. Sementara Saga dan Dewa, balita menggemaskan itu sudah diambil alih oleh 2 babysitter nya. Karena tidak mungkin kalau Sandra harus mengurus ke empatnya sekaligus.
Jam 7 kurang 15 menit, Daven dan Aileen berangkat. Lalu jam 8 pagi, tepat setelah Saga dan Dewa sarapan, Mama Laras dan Daddy Dani datang untuk menjemputnya. Seperti biasa Suster Feni dan Suster Nina sudah pasti akan ikut bersama dengan Saga dan Dewa.
Lalu, kini hanya tinggal Sandra bersama dengan asisten rumah tangganya. Seperti rencana Sandra tadi pagi, begitu semuanya sudah berangkat, dia akan kembali melanjutkan tidurnya. Sungguh, tubuhnya benar-benar lelah.
"Aahh, akhirnya bisa tidur lagi," gumam Sandra sebelum dirinya memejamkan mata.