
Saat Sandra dan Aileen berada di restoran ayam goreng kakek tengah menikmati makan siang mereka, tiba-tiba ponsel Sandra bergetar karena ada sebuah panggilan masuk. Seperti biasa, panggilan telfon itu tidak lain dan tidak bukan dari Daven.
"Sebentar ya, Kak. Daddy telfon." ujar Sandra memberitahu Aileen.
Aileen yang memang sedang sangat menikmati makanannya hanya menganggukkan kepalanya.
"Assalamu'alaikum, halo Bang."
"Wa'alaikumsalam, sayang. Kamu masih di Mall sama Aileen?" tanya Daven.
"Iya, Bang. Ini kita lagi makan di KFC. Sebentar lagi mau ke Timezone," jawab Sandra.
Sebenarnya Sandra sudah meminta izin kepada Daven kalau hari ini dia akan quality time bersama dengan Aileen. Dan Daven pun juga sudah mengizinkannya.
"Oo gitu, di Timezone yang biasa kan?"
"Iya, Bang,"
"Ya sudah, kalian have fun ya ...," ujar Daven, "I love you,"
Sebelum menjawab pernyataan cinta dari Daven, Sandra tampak mengulum senyum malu-malu. Untung saja ini bukan video call, jadi Daven tidak akan tau kalau saat ini Sandra sedang salah tingkah. Ya walaupun tanpa Sandra ketahui sebenarnya Daven pun sudah tau. 4 tahun berumah tangga membuat Daven tau kebiasaan dan juga hal-hal yang membuat Sandra menjadi salah tingkah.
"I love you too, Bang," Sandra sengaja mengecilkan suaranya agar Aileen tidak mendengar. Ya gimana ya, Sandra malu kalau mengumbar kemesraan didepan orang lain, meskipun Aileen adalah putrinya sendiri.
Terdengar tawa kecil dari Daven dari sebrang telfon.
"Okey, aku tutup dulu ya sayang,"
"Iya, Bang."
Setelah telefon dimatikan, Sandra kembali fokus dengan makanannya seperti halnya Aileen. Seperti inilah Aileen, kalau dia sedang fokus dengan sesuatu, dia cenderung tidak peduli dengan hal lain. Kalau ada hal yang lebih menarik daripada yang sedang dia lakukan, baru Aileen akan mengalihkan fokusnya. Dan sekarang yang paling menarik untuk Aileen adalah ayam goreng kakeknya.
Tok... tok... tok...
Terdengar suara pintu ruangan Daven yang diketuk.
"Masuk," jawab Daven.
Pintu terbuka, terlihat Beni yang masuk ke ruangannya.
"Hari ini Pak Daven mau makan siang dengan apa? biar saya pesankan sekarang," ujar Beni.
Seperti biasa, sebelum makan siang Beni akan bertanya kepada Daven mengenai menu makan siang apa yang bos-nya itu inginkan. Sebenarnya ini bukan tugas Beni, justru malah Beni yang berinisiatif sendiri. Karena itulah sekarang sudah menjadi kebiasaan kalau Sandra tidak datang membawakan makan siang, maka Beni yang akan memesankan makanan.
"Tidak usah Ben, siang ini saya mau keluar." jawab Daven.
Beni menganggukkan kepalanya.
"Baik, kalau begitu saya permisi, Pak," ujar Beni.
Daven menganggukkan kepalanya. Dan setelahnya Beni keluar dari ruangan Daven.
Memangnya Daven mau kemana? ada yang tau?
Saat ini Sandra dan Aileen sedang asik bermain Monster Drop. Kali ini Sandra yang sedang bermain, sementara Aileen yang berdiri disamping Sandra tampak heboh memberikan semangat kepada sang bunda.
"Yeayy... " Aileen dan Sandra seketika langsung berteriak bahagia karena Sandra berhasil mendapatkan 5000 ticket.
Kedua perempuan yang terlihat seperti adik dan kakak itu langsung ber-tos ria mendapatkan banyak tiket dari permainan yang mereka mainkan. Sebelum bermain Monster Drop, Sandra dan Aileen sudah bermain banyak wahana, ada capit boneka, game dance, basket, dan banyak lagi.
Sementara itu tanpa Sandra dan Aileen sadari, saat ini ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka dengan sebuah senyum yang tersungging dibibirnya. Siapa? orang itu adalah Daven. Jadi tujuan Daven keluar adalah untuk menghampiri Sandra dan Aileen yang sedang ada di Timezone. Mumpung setelah ini Daven tidak ada jadwal rapat, jadi dari pada hanya menghabiskan waktu makan siangnya berdiam diri di kantor saja, akan lebih menyenangkan kalau Daven gunakan untuk menghabiskannya bersama dengan istri dan anaknya.
Daven berjalan kearah Sandra dan Aileen yang tampak sedang menunggu tiket hasil permainan mereka keluar.
"Waow... dapat banyak ya," ujar Daven.
Sandra dan Aileen yang merasa mengenal suara itu seketika langsung menolehkan tubuh mereka. Betapa terkejutnya mereka berdua saat melihat Daven sudah berada dihadapan keduanya.
"Daddy..."
"Abang..."
Sandra dan Aileen tampak kompak memanggil Daven. Sementara itu Davian tampak tersenyum tipis.
"Daddy..." Aileen langsung menerjang Daven meminta untuk digendong.
Daven yang melihat itu dengan sigap langsung meraih tubuh sang putri.
Cup...
Daven memberikan sebuah kecupan didahi Aileen. Sementara Sandra, dia masih terlihat tampak terkejut melihat kedatangan Daven. Pasalnya Daven tidak bilang kalau dia akan datang kesini.
"Daddy kesini jemput kakak?" tanya Aileen kepada Daven.
Daven yang mendapatkan pertanyaan itu tampak menggeleng dengan senyum yang tersungging dibibirnya.
"Enggak, Daddy mau nemenin kakak main," jawab Daven.
"Yeayy..., berarti kakak masih boleh main dong,"
"Iya sayang, kakak masih boleh main kok," jawab Daven.
Mendengar jawaban dari sang daddy, Aileen langsung meminta turun karena dia masih ingin bermain. Hingga sekarang tinggal Sandra dan Daven saja.
"Abang kok kesini enggak bilang sama aku?" tanya Sandra.
Daven tersenyum. Benar, kalau bersama dengan Sandra, Daven jadi lebih sering tersenyum.
"Aku? aku sengaja enggak bilang karena pengan kasih surprise buat kamu dan Aileen," jawab Daven.
Mendengar jawaban Daven, Sandra lagi-lagi tersipu malu.
"Iiih, kamu kok so sweet banget sih, bang."
"Aku tau, aku emang so sweet kok," jawab Daven dengan penuh percaya diri.
Jadilah siang ini Daven menemani Sandra dan Aileen menikmati waktu mereka bermain di Timezone. Bahagi? iya, Daven merasa sangat bahagia karena disela kesibukannya dia bisa meluangkan waktu untuk quality time bersama anak dan istrinya.
Untuk Saga dan Dewa, kalian ikut kapan-kapan saja ya. Hari ini Daddy bersama dengan Bunda dan Kakak Aileen dulu.