Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Jujur!


"Lo bener-bener udah gila ya Dave? Bisa-bisanya lo nyuruh Sandra buat bunuh anak kalian. Otak lo dimana Daven?" Davian masih terlihat sangat emosi kepada Daven.


Sementara itu, Daven hanya diam mendudukkan kepala saat Davian terus saja memarahi dirinya. Karena sejujurnya Daven sama sekali tidak mendengarkan ucapan Davian. Daven sibuk dengan pikirannya sendiri mengenai Sandra.


"Jangan teriak-teriak Kak, aku takut kalau Kak Davi teriak-teriak begini." Bisik Della yang berada disamping Davian.


Mendengar itu Davian menghela nafas. Biar bagaimanapun, selama ini Della memang tidak pernah melihat keributan dirinya dan Daven sampai separah ini.


"Lo bisa dengerin gue ngomong nggak, Dave?" Ujar Davian yang mulai memelankan nada suaranya. Biar bagaimanapun Davian tidak ingin membuat Della takut kepadanya.


Untungnya kali ini Daven langsung mengangkat kepalanya mengikuti perintah Davian.


"Denger, dari awal gue udah bilang sama lo. Kalau lo nggak cinta sama Sandra, jangan nikahin dia. Tapi lo tetap nikahin Sandra, dan sekarang lo nyakitin dia?" Ujar Davian dengan suara datar.


"Gue cinta sama Sandra." Jawab Daven.


Pernyataan yang belum pernah sekalipun Sandra dengar keluar dari bibir Daven.


"Bohong... Kalau lo cinta sama Sandra. Lo nggak akan pernah nyakitin dia, Dave." Davian menyangkal ucapan Daven.


"Gue serius, gue cinta sama Sandra. Kalau gue nggak cinta, nggak mungkin gue meminta hal gila itu. Gue lakuin itu karena gue cinta sama Sandra, gue takut kehilangan dia. Meskipun harus gue akui kalau awalnya gue menikahi Sandra tanpa adanya cinta." Jawab Daven jujur.


"Kalau dulu saja kamu nggak cinta sama Sandra, Lalu kenapa dulu kamu menikahi dia Daven?" Suara Daddy Dani membuat Daven menoleh kearah laki-laki paruh baya itu.


Dengan langkah tegapnya, Daddy Dani berjalan menuju Daven, Davian dan Della.


"Sekarang katakan yang sebenarnya. Daddy tau kalau ada sesuatu yang sedang kamu sembunyikan." Ujar Daddy Dani.


Daddy Dani bukan orang bodoh yang bisa dibohongi begitu saja. Daddy Dani tau kalau ada sesuatu yang Daven sembunyikan.


Daven sendiri langsung menundukkan kepalanya lagi. Dia bingung apakah harus memberitahukan semuanya kepada Daddy Dani atau tidak. Karena... Karena jika Daven bercerita, maka semua orang akan semakin kecewa dan pastinya marah.


"Adek, kamu naik keatas. Temenin Mama." Ujar Daddy Dani kepada Della.


Della yang sebenarnya ingin menolak perintah Daddy Dani, akhirnya memutuskan untuk menurut. Walaupun sebenarnya Della sangat takut kalau Daven kembali mendapat pukulan dari Davian, atau lebih parahnya justru dari Daddy Dani. Della sadar kalau ini bukan saatnya untuk dirinya membangkang perintah Daddy Dani.


Setelah Della naik, Daven mulai menceritakan segalanya. Dimana awalnya dia menikahi Sandra karena terpaksa dan juga karena permintaan Sandra sendiri. Daven juga menceritakan bahwa selama hampir setahun diawal pernikahan, dia dan Sandra selalu pisah ranjang. Tidak lupa Daven menceritakan bagaimana selama ini dia memperlakukan Sandra dengan cukup tidak baik.


"Lo bener-bener brengsek Dave." Ujar Davian.


Davian sudah akan menghajar Daven lagi, tapi Daddy Dani lebih dulu menghentikannya.


"Kalau saja bukan karena permintaan Mama. Daddy sendiri yang akan memukul kamu dengan tangan ini, Daven." Ucap Daddy Dani dengan nada tegas. Sayangnya Daddy Dani sudah berjanji kepada Mama Laras untuk menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin tanpa adanya baku hantam diantara mereka.


Daven kembali menundukkan kepalanya. Saat ini perasaannya semakin kalut saat memikirkan kalau Sandra benar-benar akan meninggalkan dirinya.


"Sekarang mau bagaimana? Sandra sudah mendaftarkan gugatan cerainya ke kamu. Sudah pasti kamu akan kehilangan dia." Ujar Daddy Dani.


Daddy Dani mengatakan ini untuk melihat apa reaksi Daven. Dan lihat, bagaimana saat ini Daven terlihat sangat putus asa setelah mendengar ucapan Daddy Dani.


"Enggak Dad. Aku nggak mau kehilangan Sandra. Aku mau Sandra tetap jadi istri aku. Tolong bantu aku Dad, aku janji akan menerima anak dikandungan Sandra." Ujar Daven. Terlihat matanya saat ini sudah mulai berkaca-kaca.


"Kamu minta bantuan Daddy? Sedangkan Daddy sendiri sudah merasa sangat malu untuk bertanya dengan Radit dan Sya. Kamu pikir hubungan Daddy dengan mereka itu apa? Kita sudah bersahabat jauh sebelum kamu lahir Daven. Dan sekarang kamu sudah merusak persahabatan yang sudah Daddy dan Radit jalani selama berpuluh-puluh tahun ini." Jawab Daddy Dani. "Sekarang katakan, bagaimana caranya Daddy membantu kamu tanpa merasa malu kepada mereka?" Dan ya, Daddy Dani juga tidak kalah frustasinya dengan Daven. Karena Daddy Dani sangat yakin kalau persahabatan dirinya dengan Ayah Radit pasti akan hancur detik ini juga saat dimana mereka mengetahui bagaimana selama ini ternyata Daven sangat melukai Sandra.


Lagi-lagi Daven hanya bisa menganggukkan kepalanya. Daven juga bingung mengenai apa yang harus dia lakukan.


"Sekarang, kamu datangi rumah keluarga Santoso. Minta maaflah dan katakan yang sebenarnya, dan setelah itu terima semua konsekuensinya." Ujar Daddy Dani.


Setelah mengatakan itu, Daddy Dani langsung beranjak naik ke lantai 2.


"Jangan jadi pengecut, Dave. Datang mereka dan minta maaf." Ujar Davian.




Sementara itu di rumah keluarga Santoso, Sandra juga sedang disidang oleh keluarganya. Disana sudah ada Bunda Sya, Ayah Radit, Kendra, dan juga Rendra. Tidak ada Aleera, karena Aleera memang belum diberitahu mengenai masalah ini. Mereka khawatir Aleera akan syok dan berakibat buruk pada kandungannya.



"Sek jelasin ke Ayah. Apa maksud adek bicara sama Bunda kalau adek bakalan jadi janda?" Tanya Ayah Radit dengan suara tegas tapi tetap mempertahankan kelembutannya.



Sandra tersenyum. Benar, Sandra masih bisa tersenyum.


"Seperti yang udah adek bilang ke Bunda. Adek memutuskan untuk berpisah dari Bang Cio. Kalau kalian tanya alasannya apa? Alasannya karena sudah tidak ada lagi kecocokan diantara kita berdua. Jadi percuma kalau tetap dipertahankan. Yang ada kita akan sama-sama terluka." Jawab Sandra dengan tenang.



"Apa itu artinya sekarang hanya adek yang terluka? Daven sudah melukai adek kan?" Tanya Rendra dengan nada suara datar.



Percayalah, ini ada suara terdaftar dan juga terdingin yang pernah Sandra dengar keluar dari bibir Rendra. Selama ini yang Sandra tau Rendra adalah pribadi yang sangat hangat.



"Enggak, adek nggak terluka." Jawab Sandra masih menyangkal ucapan Rendra.



Apakah Rendra dan yang lainnya percaya? Tentu saja mereka sama sekali tidak percaya. Mereka tau kalau Sandra sedang berbohong. Selama ini Sandra bukan tipe orang yang suka berbohong. Dan untuk melihat apakah Sandra berbohong atau tidak itu sangatlah mudah.



"Bohong, Abang tau kamu bohong, dek. Katakan yang sebenarnya. Atau Abang, Mas, dan Ayah yang akan mencari tau sendiri? Dan kalau sampai terbukti Daven memang menyakiti adek. Maka Abang akan membuat Daven membayar setiap kesakitan yang dia berikan ke adek." Jawab Kendra dengan suara tak kalah datarnya.



Dan Sandra tau, kalau ucapan Kendra sama sekali tidak main-main.