
Saat tiba di Langit lapis empat, Yu Ming tidak mengambil arah ke Nan Thian Men.
Melainkan langsung mengambil arah menuju wilayah selatan ujung.
Yu Ming mengikuti ingatan nya, dia terus menelusuri jalan yang pernah di lewatinya.
Saat dia berkunjung ke Kerajaan Es Abadi, tempo hari bersama Ru Meng dan keluarganya.
Yu Ming dengan mengira ngira dan mengingat ingat perjalanan yang pernah di tempuhnya.
Akhirnya dia berhasil tiba di tepi, hamparan lautan es beku yang luas.
Di sini semua terlihat sama, tidak ada tanda tanda yang bisa dia ingat.
Bahkan apakah sebelumnya, dia berangkat dari posisi ini, atau bukan, Yu Ming sama sekali tidak yakin akan hal itu.
Setelah termenung cukup lama, Yu Ming akhirnya memutuskan untuk tetap berangkat melintasi lautan es beku itu, secara untung untungan.
Bila berjodoh, dia pasti bisa sampai dan bisa menemukan Ping Ru Meng, untuk meminta maaf.
Bila tidak, berarti mereka belum berjodoh, mungkin lain kali saja, sebaiknya dia kembali ke alam manusia jalankan tugasnya.
Hingga saat hari pertunangan saja, dia baru kembali untuk bertemu dengan nya.
Berdasarkan keyakinan tersebut, Yu Ming akhirnya mulai terbang mengarungi samudra luas tak berujung wilayah Selatan.
Saat Yu Ming mulai terbang melintasi lautan luas, tiba-tiba kunci emasnya, melompat keluar dari dalam saku baju nya.
Kunci emas itu terbang sendiri di hadapannya, secara ajaib kunci emas itu, terus bergerak menjadi penunjuk jalan bagi Yu Ming.
"Ahh benar benar ajaib kunci ini, dia mampu menjadi penunjuk arah bagi ku.."
Yu Ming kini menjadi lebih tenang, setelah kunci emas itu, terbang di depan menjadi penunjuk jalan baginya.
Yu Ming sambil tersenyum gembira, terus bergerak terbang menyusul di belakang nya.
Akhirnya berkat petunjuk kunci emas itu, Yu Ming akhirnya menemukan yang di cari nya.
Begitu Kerajaan Es Abadi terlihat, kunci emas langsung bergerak kembali kedalam saku baju Yu Ming.
Yu Ming berhasil sampai di depan kubah perisai hawa, yang menjadi pembatas, antara orang luar dengan orang orang yang menjadi penduduk asli Kerajaan Es Abadi.
Apa aku bisa masuk batin Yu Ming di dalam hatinya.
Dengan agak ragu Yu Ming mencoba untuk masuk di mulai dengan kaki sebelah nya dulu.
Yu Ming langsung tersenyum lebar, mendapat kenyataan kakinya berhasil melewati hawa pelindung di tempat itu.
Yu Ming mencoba lagi dengan lengannya, hasilnya pun bisa.
Kini tenanglah hati Yu Ming.
Dengan penuh percaya diri, dia segera melintasi portal pembatas itu.
Yu Ming ternyata berhasil melewatinya tanpa halangan, Yu Ming hampir berteriak kegirangan.
Tapi melihat di sana ada beberapa orang berambut putih bermata biru, sedang menatap kearah nya dengan heran.
Yu Ming tidak jadi menunjukkan kegembiraannya , Meski mereka tidak merespon nya, Yu Ming tetap mengangguk kecil kearah mereka sambil tersenyum.
Setelah nya, Yu Ming baru melangkah dengan kepala tertunduk melewati tempat itu.
Setelah agak jauh jaraknya dari mereka, Yu Ming segera melesat menuju Istana Kerajaan Es Abadi.
Setibanya di depan halaman, pintu gerbang benteng Istana Kerajaan Es Abadi.
Yu Ming menghentikan pergerakan nya, dia melayang turun di depan halaman tersebut.
Yu Ming tidak berani bersikap tidak sopan, langsung melintas melewati batas wilayah udara istana tanpa ijin.
Kedatangan Yu Ming langsung di sambut oleh satu regu prajurit Kerajaan Es Abadi, yang di pimpin oleh seorang komandan regu.
Komandan regu yang berjalan di paling depan, langsung menghampiri Yu Ming.
"Maaf anak muda, kamu berasal dari mana ?"
"Apa yang kamu lakukan di tempat kami ini..?"
Tanya Komandan regu tersebut sambil menatap kearah Yu Ming dengan heran.
Yu Ming menjura kearah komandan regu tersebut, dan berkata dengan sopan,
"Kedatangan adik kemari, tidak ada maksud jelek, adik bernama Yu Ming dari Kerajaan Kahyangan Istana Halimun Mukjizat.."
"Tolong sampaikan ke Raja Ping Sien atau ke Putri Ping Ru Meng, bahwa Yu Ming datang mohon ijin menghadap.."
Komandan regu itu mengangguk cepat, dia segera menyuruh anak buahnya masuk kedalam untuk melapor.
Sedangkan dia dan bawahan nya tetap bersiaga di sana, mengawasi Yu Ming, agar tidak sembarangan bergerak di tempat tersebut.
Beberapa saat setelah prajurit yang melaporkan kedatangan Yu Ming kembali lagi ketempat tersebut.
Terlihat Raja Ping Sien di kawal oleh pasukan istananya, di ikuti oleh seluruh pejabat istana, bergerak keluar dari balik pintu gerbang, mereka khusus datang untuk menyambut Yu Ming .
Raja Ping Sien sambil tersenyum lebar berkata,
"Ming Er menurut Ru Meng, kamu sedang pergi bertugas ke alam manusia, mengejar Siluman dan Iblis yang melarikan diri.."
"Mengapa kini kamu bisa ada waktu kemari..?"
Yu Ming sambil tersenyum canggung berkata,
"Maaf ayah mertua.. Ru Meng benar, aku beberapa waktu yang lalu sepulang dari sini langsung dapat tugas itu.."
"Waktu itu aku langsung berangkat, lupa mengabari Ru Meng dan ayah mertua.."
"Padahal sebelumnya aku ada janji mengundang Ru Meng kesana, untuk mengikuti pesta buah persik kahyangan."
Setelah kemaren menyelesaikan tugas pertama ku, aku baru ingat janji itu.. makanya aku buru buru kemari.."
"Aku.."
Ucap Yu Ming sedikit canggung malu untuk melanjutkan kata kata nya.
Raja Ping Sien tersenyum mengerti dan berkata,
"Ming Er, Ru Meng kebetulan tidak ada disini."
"Anak itu sejak tidak berhasil menemui mu, di Yu Ming Kung, dia memang selalu murung kurang gembira."
"Tiap hari dari pagi sampai sore dia hanya duduk seorang diri, di tepi telaga biru sana.."
"Aku juga agak mengkhawatirkan nya.."
"Ming Er kamu pergilah temui Ru Meng di sana.."
"Bantu paman hibur hibur Ru Meng.."
Ucap Ping Sien menatap penuh harap ke Yu Ming.
Yu Ming mengangguk cepat, dia lalu memberi hormat dan berkata,
"Terimakasih Ayah mertua,..kalau begitu Yu Ming permisi dulu.."
Ping Sien tersenyum lembut dan berkata,
"Pergilah..hati hati di jalan.."
Yu Ming mengangguk, lalu dia segera melesat meninggalkan tempat tersebut.
Dia langsung menuju telaga biru yang di keliling oleh hutan pohon Pinus, yang pernah menjadi tempat wisata dia bersama Ru Meng dulu.
Sebentar saja Yu Ming sudah tiba di lokasi, begitu tiba di sana.
Dari tempat tinggi, Yu Ming sudah melihat Ping Ru Meng sedang duduk termenung di tepi telaga seorang diri.
Ping Ru Meng terlihat sedang duduk menghadap kearah telaga, sambil menggunakan kedua tangannya menopang dagunya sendiri.
Ru Meng terlihat jelas sedang murung.
Melihat hal itu, Yu Ming yang merasa bersalah, semakin merasa bersalah di buatnya.
Apalagi saat teringat dengan apa, yang dia lakukan dan rasakan beberapa waktu ini.
Saat dia mampir di Langit lapis 36, dan secara tidak sengaja bertemu kembali dengan Hua Sien Ce
Di mana setelah Hua Sien Ce menjadi seorang gadis, ternyata gadis itu sangatlah menarik.
Sehingga dia jadi sedikit terbawa suasana.
Teringat hal ini, Yu Ming sungguh sungguh merasa menyesal dan bersalah dengan Ping Ru Meng tunangannya ini.