LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
TIADA AWAL TIADA AKHIR


Yu Ming mendarat ringan di depan Gua, yang di puncak tebing, nya, selalu di jaga Thian Mo dan Ti Mo.


Yu Ming menatap kearah Gua di hadapannya, sinar matahari belum mencapai tempat itu.


Sehingga Gua itu masih terlihat gelap dan agak remang remang.


Bagian di dalamnya tidak begitu jelas terlihat, dari posisi Yu Ming berdiri.


Yu Ming mencoba melangkah pelan memasuki Gua tersebut.


Memasuki Gua itu, meski agak sedikit remang remang, tapi Yu Ming bisa melihat dengan jelas situasi di dalam sana.


Yu Ming melihat di sana hadir sesosok pria berpakaian Zirah perang lengkap berwarna hitam.


Pria tersebut terlihat duduk diam tidak bergerak, dalam posisi bersila.


Yu Ming dengan penasaran menghampirinya, untuk melihatnya dari dekat.


Yu Ming mengulurkan jarinya kedepan lubang hidung Pria itu.


Lalu bergerak berpindah menyentuh nadi utama di leher dan di pergelangan tangannya.


Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata pelan,


"Kelihatannya dia inilah Si Raja Iblis Che You.."


"Tidak salah lagi, golok di pangkuannya ini, pastilah Golok Darah Iblis yang terkenal itu.."


"Sayang sekali dia sudah meninggal, kasihan bibi ku dan anaknya, yang telah melakukan penantian sia sia di tempat pembuangannya.."


Ucap Yu Ming penuh sesal.


Yu Ming sudah mendengar semuanya dari Dewa Er Lang kakak misannya.


Dia cukup kagum, dan merasa kasihan dengan nasib tragis bibinya dan pria ini.


"Ayah yang berbuat, sebagai putranya, aku wajib membantunya menebus dosa."


"Biarlah jasad dan golok ini, aku yang bantu urus, untuk di serahkan ke bibi ku.."


Ucap Yu Ming pelan.


Lalu Yu Ming, membantu memulihkan segel kristal es beku ke bentuk semula.


Setelah itu, dia masukkan jasad Raja Iblis Che You, kedalam gelang penyimpanan nya.


Setelah Che You jasadnya menghilang dari sana, berpindah kedalam gelang penyimpanan nya.


Yu Ming justru menemukan di belakang posisi duduk Che You yang menutupi dinding Gua.


Ternyata di sana ada sebuah diagram kuno, yang terukir di dinding Gua tersebut.


Yu Ming mencoba mendekat dan memperhatikan dengan seksama.


Tiba tiba muncul petunjuk di dalam pikirannya, yang meminta dia secara berurutan, menyentuh dan menekan.


Beberapa bagian yang terdapat di dalam diagram itu secara berurutan.


Yu Ming mengikuti petunjuk di dalam pikirannya, menekan kesana kemari, mengikuti petunjuk di dalam pikirannya.


Satu persatu cahaya terang, muncul saat Yu Ming menekan bagian di dalam diagram, sesuai dengan petunjuk di dalam pikirannya.


Setelah semua bagian di tekan mengikuti petunjuk di dalam pikirannya.


Muncul cahaya warna-warni memenuhi seluruh ruangan tersebut.


Sesaat kemudian terdengar bunyi berderak di bagian tengah gambar diagram itu.


"Kreekk..! Kreekk,..! Kreekk,..!"


Sebuah tombol batu segi delapan muncul, di bagian tengah gambar diagram.


Yu Ming memperhatikan dengan tatapan mata heran, lagi lagi muncul petunjuk angka 22 33 55 di dalam pikirannya.


Dengan agak ragu, Yu Ming mengulurkan tangannya untuk memutar tombol batu segi delapan itu.


Dua kali ke kanan, lalu di ulanginya sekali lagi.


Selanjutnya 3 kali ke kanan, dan kembali di ulangi lagi sebanyak 3 kali,


Terakhir 5 kali ke kanan dan di ulangi sekali lagi sebanyak 5 kali.


Begitu selesai gerakan putaran Yu Ming, di seluruh dinding di bagian atas diagram, muncul 10 gambar aneh, seperti orang sedang bersilat.


Satu persatu gambar itu, yang terdiri dari roh roh gaib melesat secara berurutan masuk menyatu kedalam tubuh Yu Ming.


Setiap roh gaib itu, masuk kedalam tubuhnya.


Total ada 9 roh gaib, yang melesat menyatu kedalam tubuh Yu Ming.


9 Roh gaib itu kemudian menyatu kedalam tubuh sosok roh gaib, yang berada di dalam tubuh Yu Ming secara sempurna.


Setelah semuanya menyatu kedalam satu tubuh Roh gaib, yang bersemayam di dalam tubuh Yu Ming.


Sosok Roh gaib yang berupa seorang kakek tua berpakaian putih berkata,


"Anak muda, kamu berjodoh dengan ku,.aku akan membantu mu mengaktifkan kekuatan Dewa Agung yang menyatu di dalam tubuh mu."


"Kamu duduklah bersila, ikuti petunjuk ku, biarkan semuanya mengalir secara natural.."


"Kamu jangan menolak ataupun menahannya, biarkan Kekuatan yang ku arahkan, berjalan sendiri dengan bebas.."


Ucap sosok kakek berjubah putih itu sambil tersenyum ramah.


Yu Ming mengangguk pelan, dia mengambil posisi duduk bersila, dengan tubuh tegak.


Yu Ming membiarkan tenaga dari kakek berpakaian putih itu, mengalir bebas di dalam tubuhnya.


Menyatu dengan hawa dewa nya, kemudian hawa gabungan itu, di bawa bergerak mengelilingi setiap jengkal tubuh Yu Ming.


Hal itu di lakukan berulang sebanyak 7 kali, hingga akhirnya muncul sebuah kekuatan baru, yang sangat dahsyat ikut bergabung.


Bergerak mengikuti arahan hawa sakti dari kakek pakaian putih itu, hingga akhirnya semuanya di kumpulkan jadi satu kembali, ke bawah pusar Yu Ming.


Yu Ming yang sedang bersila dengan mata tertutup, hanya merasakan ada kekuatan dahsyat yang sulit terukur.


Kini muncul di dalam tempat penyimpanan Hawa Dewa nya.


Semuanya menyatu di sana.


Dia kini bisa menggunakan nya sesuka hati, tidak ada lagi hawa yang tersegel di dalam tubuhnya.


Semuanya kini bisa bergerak bebas sesuai keinginan nya.


Yu Ming tidak menyadari, kini dia terlihat sedang duduk melayang di udara, beralaskan sebuah awan, yang memancarkan cahaya tujuh warna.


Seluruh tubuh Yu Ming juga terlihat memancarkan cahaya 7 warna yang sama.


"Anak muda sekarang kamu sudah siap menerima jurus pertama dari rangkaian 10 jurus tiada awal tiada akhir dari ku."


"9 jurus lainnya akan ku turunkan bila waktunya tiba."


"Perhatikan baik baik jurus pertama.."


"Memisahkan gelap dan terang.."


Yu Ming memperhatikan pergerakan jurus yang di mainkan oleh kakek jubah putih di dalam pikirannya.


Sambil menggerak gerakan kedua tangan dan kakinya, meniru pergerakan yang di tunjukkan oleh kakek jubah putih.


Tanpa Yu Ming sadari, dirinya kini sedang bergerak gerak di atas sebuah awan kecil, yang mengeluarkan cahaya 7 warna.


Awan awan itu seolah olah melekat di kedua kakinya.


Kemanapun kakinya bergerak, awan 7 warna itu, akan ikut bergerak untuk menopang sepasang kakinya.


Pergerakan Yu Ming mendatangkan angin berkesiur, yang mengguncang hebat seluruh bagian dalam Gua.


Siau Sien Ce yang baru saja menyusul mendarat di depan Gua, tubuhnya sampai terhempas bergulingan.


Hingga hampiri saja dia kembali terjatuh kebawah tebing.


"Ahhhh...!"


Jerit Siau Sien Ce kaget, saat tubuhnya terhempas oleh kekuatan tidak kasat mata, yang sangat kuat.


Jeritan Siau Sien Ce membuat Yu Ming kaget, dia buru buru menghentikan latihannya.


Menyimpan kembali seluruh kekuatannya, lalu dia buru buru keluar dari dalam Gua.


Untuk mencari asal suara teriakan itu.


"Ehh Siau Sien Ce kapan kamu tiba..?"


Tanya Yu Ming sambil terbang mendekati Siau Sien Ce.


"Apa ada yang terluka..?"


Ucap Yu Ming yang kini berdiri di samping Siau Sien Ce, sambil mencoba membantu Siau Sien Ce untuk bangkit berdiri.