
Anak anak laki laki dan perempuan yang masih kecil kecil itu, di geletakkan begitu saja, oleh rombongan orang dewasa itu, tanpa belas kasihan.
Setelah menggeletakkan anak anak menyedihkan yang terlihat terus berteriak teriak ketakutan, sambil menangis pilu.
Orang orang dewasa tidak punya hati itu, dengan langkah terburu-buru segera meninggalkan tempat tersebut.
Setelah rombongan orang dewasa itu pergi, tempat itu kembali hening dan sepi.
Tidak lama kemudian, dari gua yang terletak di balik air terjun, terlihat seekor ular yang berukuran sangat fantastis.
Tubuhnya yang besar terlihat berwarna hijau kehitaman.
Kepala ular itu agak unik, selain di samping wajah ular itu terdapat kulit tipis, yang bisa mengembang seperti kelopak bunga.
Ular itu saat seluruhnya kepalanya keluar dari balik air terjun, ternyata ular itu memiliki 3 kepala, yang menyatu di satu tubuh.
Ular itu mendesis desis dengan lidah keluar masuk, di depan moncongnya yang setengah terbuka.
Segera begitu ular itu muncul, seluruh mahluk hidup yang bisa bergerak, semuanya langsung memilih menjauhi tempat tersebut, dan bersembunyi dari mahluk itu.
Kini hanya tersisa rombongan anak kecil, yang terlihat semakin menangis histeris dan berteriak ketakutan, saat mereka pada menyaksikan kemunculan mahluk itu.
"Hu...hu..hu..! ayah...! ibu...! tolong kami.!"
"Kami takut,..hu..hu..hu..!"
Teriak anak anak malang, yang kedua kaki tangan nya terikat itu, dengan penuh ketakutan.
Ular kepala tiga itu, sambil mendesis desis aneh, dia membuka moncongnya lebar lebar, bersiap mencaplok anak kecil tak berdaya, yang terlihat hanya bisa menggeliat kecil dengan tubuh gemetaran ketakutan.
Sebelum ular itu sempat melakukan niatnya.
Sebuah pedang emas melesat cepat dari udara, hingga berubah menjadi sinar kuning keemasan.
Melintas melewati leher ketiga ekor ular ajaib itu.
"Singggg..!!"
Ular siluman yang tidak menyangka, ada yang berani datang menyerangnya secara tiba-tiba.
Dua sedikit terlambat menghindar ataupun melindungi diri dari kejaran pedang itu.
"Crasssh..! Crasssh..! Crasssh..!"
Tiga potong kepala ular berbentuk aneh itu, langsung terlihat tergelatak di atas tanah.
Tapi hal itu hanya sebentar saja, sebelum kemudian ketiga kepala tersebut, langsung berubah menjadi kabut asap hijau.
Dimana kabut asap hijau itu, kemudian melayang kearah tubuh ular tanpa kepala itu, menyatu di sana.
Lalu tubuh ular yang tadinya kehilangan kepala, kini malah berubah menjadi seekor ular, yang memiliki 6 kepala.
Ke 6 kepala ular itu terlihat mendesis marah, sambil menatap tajam kearah udara, di mana pedang emas tadi berasal.
Pedang itu adalah pedang Xuan Yuan, yang kini telah kembali kedalam genggaman tangan Yu Ming.
Yu Ming terlihat melayang layang di udara sambil menatap tajam kearah ular berkepala 6 itu.
Sambil melayang, Yu Ming berkata dengan suara tenang,
"Siluman ular hijau, aku sarankan kamu bertobatlah, segera kembali ketempat pertapaan mu.."
"Perbanyak berbuat baik, untuk menutupi dosa dosa mu sebelumnya.."
Ular berkepala 6 menatap kearah Yu Ming dengan geram dan berkata,
"Bocah busuk,..! berani kau datang mengacau di sini..!?"
"Benar benar sudah bosan hidup kamu..!?"
Yu Ming menghela nafas panjang melihat sikap yang di tunjukkan oleh ular itu.
"Baiklah bila itu kehendak mu, aku tidak akan bersungkan lagi.."
Ucap Yu Ming.
Pedang Xuan Yuan kembali meluncur cepat kearah ular berkepala 6 itu.
Saat sudah dekat, pedang Xuan Yuan langsung membelah diri menjadi 6 pedang emas.
Lalu melesat cepat kembali mengincar ke 6 kepala ular itu.
Ular itu kini sudah lebih siap dan waspada.
Pedang Xuan Yuan tidak lagi mampu menebas kepala nya semudah sebelumnya.
"Trangggg...!" Trangggg...!"
"Trangggg...!" Trangggg...!"
"Trangggg...!" Trangggg...!"
Tidak berhenti sampai di sana, setelah menangkis pedang Xuan Yuan.
Ular 6 kepala itu melesat mengejar kearah Yu Ming, kemudian menyemburkan kabut asap hijau, yang sangat beracun mengepung Yu Ming dari 6 jurusan.
Racun itu sangat mematikan bagi orang awam, bagi dewa seperti Yu Ming, racun itu akan membuatnya lumpuh.
Yu Ming yang mendapatkan gambaran efek racun itu di otaknya.
Dia segera membentuk sebuah bola cahaya, melindungi seluruh tubuhnya.
Sehingga kabut asap itu tidak mampu menyentuh ataupun mendekatinya.
Di dalam bola cahaya , Yu Ming bersilat mengendalikan keenam pedang Xuan Yuan nya.
Menyerang ke Ular berkepala 6 itu, dengan pergerakan yang seperti kilat menyambar nyambar.
"Duaaar..!" Duaaar..!" Duaaar..!"
"Duaaar..!" Duaaar..!" Duaaar..!"
"Duaaar..!" Duaaar..!" Duaaar..!"
Saat Pedang Xuan Yuan berhasil di elak kan oleh keenam kepala ular yang bergerak gerak dengan lincah.
Terjadi Ledakan berulang kali di sekitar tubuh ular raksasa itu.
Sehingga tanah di sekitarnya terlihat ikut berlubang di sana sini.
Yu Ming yang melihat serangan nya gaga,l karena ular ular itu bisa bergerak dengan lincah.
Di segera membaca mantra, lalu melepaskan seutas tali emas yang beterbangan di udara, mengejar kearah leher ular kepala 6 itu.
Tali yang mengeluarkan cahaya keemasan itu, dengan cepat melilit satu persatu leher ular itu.
Kemudian di satukan menjadi satu, kemudian dengan satu tebasan cepat.
Pedang Xuan Yuan berhasil memotong sekaligus keenam leher ular, yang tertahan oleh tali cahaya emas, yang membelenggunya.
"Crasssh...!"
6 potong kepala tergeletak di atas tanah.
Sementara itu tali cahaya emas dan pedang Xuan Yuan sudah kembali kedalam tangan Yu Ming.
Tapi baru saja senjata Yu Ming di tarik kembali.
Ke 6 kepala ular itu kembali berubah menjadi 6 kabut asap hijau, kemudian melayang kembali kearah tubuh tunggal nya.
Sesaat kemudian tubuh ular itu berubah menjadi tambah besar, dengan 12 kepala muncul di sana.
Ke 12 kepala ular itu, dengan sangat marah dan ganas, dua menyerang Yu Ming dengan semburan kabut beracun.
Dari balik kabut beracun, kepala kepala ular itu berusaha mematuk tubuh Yu Ming.
"Trangggg,..,!" Tringgg..! Tunggg..!"
"Trangggg,..,!" Tringgg..! Tunggg..!"
"Trangggg,..,!" Tringgg..! Tunggg..!"
"Trangggg,..,!" Tringgg..! Tunggg..!"
Benturan berulang kali, kepala ular ular itu, menyambar perisai pelindung, yang melindungi tubuh Yu Ming, menimbulkan suara yang berkumandang keras disekitar arena pertempuran dahsyat mereka.
Tubuh Yu Ming yang terlindung oleh cahaya emas.
Dia seperti sebutir telur emas, yang terlontar kesana sini, di hantam oleh moncong ular, yang berusaha menghancurkan perisai pelindung ciptaan Yu Ming.
Karena setelah mencoba berulang kali, tetap mengalami kegagalan.
Dalam kemarahan nya, ular itu kemudian melilit dan menggencet perisai cahaya, yang melindungi Yu Ming.
Yu Ming yang terkunci dalam lilitan tubuh ular, yang terus mengencang.
Perlahan-lahan perisai ciptaan nya itu, mulai retak retak di sana sini.
"Kreekk..! "Kreekk..! "Kreekk..!"
"Kreekk..! "Kreekk..! "Kreekk..!"
"Kreekk..! "Kreekk..! "Kreekk..!"
"Blaaarrr...!!"
Perisai cahaya Yu Ming, akhirnya pecah hancur berantakan.
Tubuh Yu Ming yang berada di tengah tengah perlindungan cahaya yang hancur.
Melesat tinggi ke udara, keluar dari lilitan tubuh ular ijo raksasa itu.