
Beberapa waktu kemudian, Yu Ming dan rombongannya akhirnya tiba di Ling Xiao Bao Tran.
Semua terlihat berbaris rapi menghadap ke arah Kaisar langit.
Yu Ming, Yu Lek, di temani Dewa Er Lang berada di baris paling depan, di belakang mereka berjejer Dewa Pagoda, Nacha dan Dewa Dewi lainnya, yang ikut berperan serta aktif dalam pertempuran besar melawan kerajaan iblis.
Hanya Yu Long dan Ping Ru Meng, yang tidak terlihat ikut hadir dalam barisan tersebut.
Mereka berdua kini berdiri tepat di belakang permaisuri kedua, Ping Lian, yang berwajah cantik tapi dingin kaku seperti es.
Kaisar Langit tersenyum bahagia menatap kearah kedua putranya.
"Yu Ming,.. Yu Lek...ayah sudah mendengar laporan dari Yu Long sebelumnya.."
"Ayah sangat gembira, kalian bertiga bisa bekerja sama dengan baik.."
"Sehingga bisa menahlukkan Kerajaan iblis, yang sangat sulit di tahlukkan selama ini.."
"Jasa kalian tidak kecil, sekarang katakan saja, apa yang kalian inginkan, ayah pasti akan memenuhinya.."
Ucap Kaisar langit sambil tersenyum gembira.
Yu Lek maju kedepan dan berkata,
"Ayah terus terang saja, Yu Lek tidak berani mengaku berjasa.."
"Terlepas apapun ceritanya kak Yu Long, sebelumnya.."
"Yu Lek hanya bisa berkata jujur, keberhasilan kali ini sepenuhnya adalah berkat kak Yu Ming.."
"Bila ayah tidak percaya, ayah boleh tanyakan cerita keseluruhan ke kakak misan dan Dewa Dewi yang lainnya, agar jelas.."
Ucap Yu Lek tanpa memperdulikan ekspresi wajah Kaisar Langit dan ibunya.
Dia malah balas menatap kearah Yu Long dengan tatapan mata mengejek, seakan akan menantang Yu Long, yang sedang menatap marah kearah nya.
Yu Ming maju memberi hormat, kemudian menarik mundur Yu Lek dan berkata,
"Harap Yang Mulia tidak perlu menanggapi ucapan Yu Lek, yang masih muda dan kurang terkontrol itu.."
"Apapun itu ceritanya, jangan sampai merusak suasana hati Yang Mulia.."
"Harap Yang Mulia tidak marah dengan adik ketiga, yang kurang tahu urusan.."
Ucap Yu Ming sambil menjura memberi hormat.
Kaisar Langit terlihat mengelus jenggotnya sendiri, menahan sabar dan berkata,
"Baiklah Yu Ming, demi memandang jasa mu, yang tidak kecil dan sikap dewasa mu, Ayah tidak akan menghukum Yu Lek."
"Tapi setelah masalah ini di buka, tentu nya semua harus di buat terang.."
"Dewa Er Lang kamu bantu ceritakan semuanya, dari awal hingga akhir.."
Dewa Er Lang maju memberi hormat, kemudian dia menggunakan mata ketiga nya untuk menyinari bagian tengah ruangan Ling Xiao Bao Tran.
Semua situasi yang terjadi di Medan pertempuran, mulai dari awal, hingga akhir dia tayangkan ulang di sana.
Tentunya kecuali, bagian Yu Ming mengalahkan Iblis Asura, Dewa Er Lang tidak bisa menampilkannya.
Karena dia sedang cedera parah, dan sedang menghadapi masa kritis.
Di mana saat itu, dia sendiri sedang dalam pertolongan Dewa Bintang, di bantu oleh Yu Lek dan Siau Sien Ce.
Setelah tayangan usai, Dewa Er Lang pun memberi hormat kearah Kaisar Langit dan berkata,
"Yang Mulia yang hamba tampilkan tidak sepenuhnya lengkap, karena ada satu waktu.."
"Saat hamba sedang cedera parah, Pangeran pertama menahlukkan Iblis Asura, hamba tidak ikut menyaksikannya.."
Lapor Dewa Er Lang sejujurnya.
Di luar dugaan, sehabis Dewa Er Lang selesai melaporkan, Fei Ying yang maju tampil kedepan.
Fei Ying maju kedepan sambil membawa sebuah bola kristal warna warni di tangan nya.
"Maaf Yang Mulia, Fei Ying memberanikan diri ikut menyela.."
Ucap Fei Ying sambil memberi hormat kearah Kaisar Langit.
Kaisar Langit sambil tersenyum berkata,
"Siau Sien Ni, bila ada sesuatu yang ingin di sampaikan,. sampaikan saja.."
Fei Ying mengangguk, dia lalu maju ketengah ruangan, lalu melempar bola kristal warna warni nya melayang di udara.
Di tengah ruangan kembali muncul tayangan yang terpenggal, di mana Yu Ming dan Dewa Dewi lain nya, semuanya terlihat sedang berjuang melawan pihak kerajaan iblis.
Di sana terlihat dengan jelas bagaimana Yu Ming mengalahkan Iblis Asura, memimpin para Dewa Dewi memukul mundur pasukan kerajaan Iblis
Hingga mereka harus bersembunyi menggunakan perisai pelindung Hawa Iblis.
Disana juga menampilkan dengan jelas, beberapa tayangan yang memperlihatkan dengan jelas, apa yang di lakukan oleh Yu Long selama pertempuran.
Yu Long terlihat pucat pasi, dia benar benar khawatir, tayangan nya yang menerima kerjasama dengan Rubah Ekor Sembilan muncul di sana.
Selain itu yang paling dia takuti adalah, momen dia meninggalkan Medan pertempuran, pergi mengunjungi Gua Raja iblis Che You.
Bila itu ditayangkan, sudah bisa di pastikan habislah dia, bukan tidak mungkin ibunya pun akan ikut terseret karena nya.
Tapi hingga tayangan usai, dia akhirnya dapat menghela nafas lega.
Untungnya kedua momen, yang membuatnya cemas itu, tidak terekam oleh kristal tersebut.
Karena Fei Ying sendiri sedang di sibukkan oleh Siluman yang menjadi lawannya.
Setelah tayangan usai, Kaisar Langit menoleh kearah Yu Long, dengan tatapan mata penuh kekecewaan.
Setelah itu dia mengalihkan tatapannya kearah Ping Lian dan berkata,
"Ping Lian, aku harap ini tidak sampai terulang kembali.."
"Harap kamu bisa bantu didik dia dengan benar.."
Permaisuri kedua Ping Lian mengangguk pelan,.lalu dia segera menarik putranya meninggalkan Ling Xiao Bao Tran,
Dengan wajah merah padam menahan rasa malu, dan harga dirinya, yang terbanting habis akibat kejadian itu.
Ping Lian sebelum meninggalkan ruangan tersebut, sempat melemparkan tatapan mata penuh kebencian dan dendam kearah Yu Ming dan Yu Lek.
Yu Ming yang menyadari hal itu, dia hanya bisa menghela nafas dalam hati.
Yu Lek juga menyadarinya, tapi dia tidak ambil pusing, dia malah senang melihat ibu kedua nya, yang sombong dan suka memandang rendah dirinya.
Kini mendapatkan malu, dan kehilangan muka di hadapan semua orang, akibat ulah putra nya yang selalu dia bangga banggakan itu.
Ibu Yu Lek, permaisuri ketiga Fei Yen juga diam diam tersenyum puas, melihat keadaan Ping Lian seteru nya itu.
Hanya Wang Mu Niang Niang Ibunda Yu Ming, yang terlihat menghela nafas panjang.
Dia jelas terlihat sangat tidak bahagia, dengan situasi itu.
Dia terlihat agak cemas dan agak sedikit gelisah, atas kejadian yang kurang menyenangkan itu.
Kaisar Langit setelah menegur Ping Lian, dia langsung berjalan turun dari tahtanya.
Menghampiri Yu Ming dengan wajah gembira dan penuh haru.
Dia maju merangkul Yu Ming erat erat dan berkata,
"Yu Ming putra ku, kamu benar benar selalu membuat ayah bangga.."
"Ayah benar benar merasa bangga untuk mu nak.."
"Hari ini ayah sungguh gembira dan bahagia.."
"Terimakasih Putra ku, kamu telah menjadi contoh yang luar biasa."
"Bagus..! Bagus..! Ha...ha..ha..!"
"Kamu luar biasa nak, pertahankan prestasi mu nak..!"
Ucap Kaisar Langit sambil tertawa gembira.
Yu Ming hanya tersenyum canggung, lalu membalas pelukan ayahnya, dengan perasaan sedikit tidak enak hati.
Disaksikan oleh begitu banyak orang yang hadir di sana.
Ayahnya memujinya hingga setinggi langit begitu.
Sesaat kemudian Kaisar Langit pun melepaskan pelukannya dan berkata,
"Putra ku, kamu sudah benar benar dewasa, ku rasa saat ini adalah waktu yang paling tepat untuk menentukan jodoh mu nak.."