LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
KEMBALI KE KERAJAAN ES ABADI


Setelah satu persatu penduduk desa pamit permisi pulang, hingga tempat itu kembali sepi.


Yu Ming dan Ping Ru Meng pun terlihat kembali berlutut didepan makam ibu Ping Ru Meng .


"Ibu aku dan Ming ke ke sudah harus kembali ke kahyangan, untuk melaksanakan pernikahan kami.."


"Kami mau pamit permisi, kapan kapan kami baru kembali kemari untuk mengunjungi ibu.."


"Selamat beristirahat dengan tenang.."


"Kami permisi dulu Bu.."


Ucap Ping Ru Meng sedih.


Yu Ming yang melihat kekasihnya bersedih hati, dia yang berlutut di sampingnya.


Langsung menarik Ping Ru Meng kedalam pelukannya dan berkata,


"Sudahlah jangan terlalu bersedih, biarkan ibumu beristirahat dengan tenang.."


"Kedepannya akulah yang akan gantikan mereka mendampingi mu, selamanya tidak akan pernah berpisah.."


Ping Ru Meng mengangguk pelan, sambil menahan Isak.


Dia membiarkan Yu Ming pelan pelan membimbingnya berdiri.


Kemudian mereka berdua berpelukan dan berjalan pelan kembali kedalam pondok.


"Meng Er kamu tunggu di sini, aku akan membereskan makanan sesajian sembahyang.."


"Setelah itu kita bisa makan bersama, baru kita berangkat melanjutkan perjalanan kita kembali ke kahyangan.."


Ucap Yu Ming sambil membantu kekasihnya, duduk di ruangan depan.


Ping Ru Meng mengangguk pelan dan berkata,


"Aku bantu ya..?"


"Ahh tidak usah, aku bisa sendiri .."


Jawab Yu Ming sambil tersenyum lembut.


"Terimakasih Ming ke ke, maaf jadi merepotkan mu.."


Ucap Ping Ru Meng menatap kearah Yu Ming penuh haru.


Yu Ming tersenyum lembut dan membelai kepala kekasihnya,


"Tidak repot, menjaga dan menyayangi mu adalah tanggung jawab ku.."


Selesai berkata, Yu Ming langsung bergerak meninggalkan pondok.


Ping Ru Meng duduk termenung menatap bayangan punggung Yu Ming, yang sedang berjalan keluar dari dalam ruangan.


"Ming ke ke mengapa kamu selalu begitu baik dan sempurna.."


"Aku jadi semakin takut, bila ada suatu hari, kita terpaksa harus berpisah.."


"Ohh tuhan semoga saja hal itu jangan sampai terjadi.."


Ucap Ping Ru Meng sambil berdoa di dalam hati.


Ping Ru Meng yang merasa tidak nyaman menunggu, dia segera bergerak menyusul kembali ke halaman belakang.


Saat tiba di sana, dia segera bergerak menghampiri Yu Ming.


"Ehh Meng Er kamu kenapa kemari .?"


Tanya Yu Ming sedikit heran.


Ping Ru Meng berjongkok di sebelah Yu Ming dan berkata,


"Aku adalah istri mu, tentu saja ada senang kita nikmati bersama, ada susah pun harus kita tanggung sama sama.."


"Mana boleh aku selalu duduk berpangku tangan, membiarkan mu mengerjakan semuanya sendirian.."


"Ayo kita bereskan bersama peralatan sembahyang ini, kedalam pondok.."


"Setelah itu biar mudah, kita makan di sini saja .."


Ucap Ping Ru Meng, sambil membantu Yu Ming, merapikan barang barang untuk di bawa kedalam pondok.


Yu Ming mengangguk sambil tersenyum, dia segera bergerak menyusul Ping Ru Meng sambil berkata,


"Istri ku tunggu aku.."


Ping Ru Meng sambil menahan senyum menoleh kebelakang dan berkata,


"Kamu panggil siapa istri mu ? dasar tidak tahu malu, menikah aja belum.."


Yu Ming sambil tersenyum berkata,


"Tentu saja Dewi ku Ping Ru Meng , emangnya bisa siapa lagi.."


"Kan tadi kamu yang bilang sebagai istri harus berbagi suka dan duka bersama, bukan begitu..?"


"Itu cuma perumpamaan, belum resmi, belum boleh panggil begitu.."


"Memalukan.."


Ucap Ping Ru Meng sambil menahan tawa.


Lalu dia mempercepat langkahnya meninggalkan Yu Ming di belakangnya.


Selesai makan, mereka berdua pun terbang meninggalkan pondok kediaman masa lalu Ping Ru Meng bersama ayah nya.


Yu Ming dan Ping Ru Meng terus terbang keangkasa menembus awan lapis demi lapis.


Hingga akhirnya mereka tiba di Nan Thian Men.


"Meng Er kamu ingin pulang ke Kerajaan Es Abadi, atau ikut dengan ku menghadap kedua orang tua ku..?"


Tanya Yu Ming sebelum mereka mendarat di depan Nan Thian Men.


"Ming ke ke,.. sesuai peradatan sih harusnya aku pulang dulu."


"Nanti kamu dan keluarga mu baru datang ke Kerajaan Es Abadi untuk meminang ku.."


"Setelah nya, aku baru diantar oleh ayah ku kemari, untuk menjalankan proses dan pesta pernikahan kita.."


Ucap Ping Ru Meng .


Yu Ming mengangguk dan berkata,


"Baiklah kalau begitu aku temani kamu pulang dulu, nanti aku dan kedua orang tua ku baru kesana lagi.."


"Ayo kita langsung saja ke Kerajaan Es Abadi sekarang.."


Ucap Yu Ming sambil membawa Ping Ru Meng berputar arah, terbang menuju ujung lautan beku di selatan sana.


Ping Ru Meng meski merasa sedikit tidak enak hati, Yu Ming jadi terbang bolak balik.


Tapi terbentur adat sopan santun, dia juga tidak bisa apa apa.


Untuk menutupi rasa tidak enak hatinya.


Ping Ru Meng memberikan sebuah ciuman lembut di pipi kekasihnya, dan berbisik pelan,


"Terimakasih Ming ke ke.."


Yu Ming menanggapinya dengan senyum lembut dan anggukan kecil, dia terus melanjutkan terbangnya menuju ujung selatan tanpa beban.


Mereka akhirnya tiba di Kerajaan Es Abadi, Yu Ming menemani Ping Ru Meng, hingga tiba di hadapan ayah mertuanya.


"Yu Ming memberi salam kepada ayah mertua,


"Ayah mertua terimalah salam hormat ku."


"Semoga ayah mertua sehat selalu.."


Ucap Yu Ming sambil membungkuk memberi hormat kearah Ping Sien.


"Salam sejahtera ayah .."


Ucap Ping Ru Meng sambil senyum senyum di hadapan ayahnya.


"Anak nakal akhirnya kamu ingat pulang juga, ayah pikir kamu sudah lupa, di sini masih ada ayah tua mu, yang terus menunggu mu pulang, pagi siang malam.."


Ucap Ping Sien menegur putrinya


"Ayah ini orang baru pulang langsung di omeli.."


"Pulang di omeli gak pulang juga di omeli.."


"Jadi bingung mau nya apa ?"


Ucap Ping Ru Meng manja.


Ping Sien pun tertawa dan berkata,


"Ming Er kamu duduklah.."


"Lihat lah anak manja ini, aku sungguh tidak tahu dan bingung bagaimana mengurus dan bicara dengan nya lagi..'


"Kalau bisa segera lah kamu ajak orang tua mu kemari untuk menjemputnya.."


"Jika tidak, setelah kamu pergi, malang lah nasib orang tua ini.."


Ucap Raja Ping Sien sambil tertawa menggoda putrinya dan calon menantunya.


"Ayah ini bicara apa, orang lain mempromosikan putrinya, ayah malah menjelek jelekkan putrinya di depan orang.."


"Nanti kalau dia kabur ketakutan, ayah lah yang harus bertanggung jawab.."


Ucap Ping Ru Meng sambil menggelayut manja di lengan ayah nya.


Yu Ming sendiri selain tersenyum, dia tidak berani berkata kata.


Raja Ping Sien terus tertawa gembira, menanggapi celotehan putri tunggal nya itu.


Sesaat kemudian dia baru menoleh kearah Yu Ming dengan serius dan berkata,


"Terimakasih Ming Er, kamu sudah antar Meng Er pulang ."


"Bagaimana dengan misi mu, apa sudah selesai..?'


Yu Ming menjura kearah Ping Sien dan berkata,


"Tidak perlu ayah, itu sudah menjadi tanggung jawab ku, mengantar Meng Er kembali dengan selamat, itu sesuai janji ku tempo hari.."


"Mengenai misi ku, boleh di bilang sudah beres, meski masih ada sisa sisa pekerjaan.."


"Tapi aku sudah menitipkannya ke kakak misan ku,.."


"Jadi sudah bukan masalah lagi..'