
Terjadi Ledakan beruntun di seluruh tubuh Kirin Api Hijau, yang terlindungi oleh sisik di tubuh nya yang keras.
Pergerakan Kirin Api Hijau terhenti diudara, tertahan oleh hawa pedang Xuan Yuan.
Di mana Hawa pedang itu, terus membombardir tubuh Kirin Api Hijau, yang terlindungi oleh sisik nya.
Tapi ledakan beruntun yang berulang ulang, terutama di bagian dada tepat di bawah leher Kirin Api Hijau.
Akhirnya sisik sisik di bagian itu, satu persatu gompal, lokasi gompalan sisik.
Membentuk sebuah celah, di mana terlihat dagingnya yang berwarna kehijauan, terlihat berdenyut denyut di sana.
Yu Ming yang melihat hal tersebut tanpa membuang waktu, kedua tangannya segera bergerak.
Hingga tercipta sebuah pedang cahaya kemilau keemasan.
Yu Ming kemudian dengan gerakan cepat mendorong pedang cahaya itu melesat cepat membelah udara.
"Singggg...!"
Energi pedang emas, langsung menembus tepat di bagian dada Kirin Api Hijau, yang memperlihatkan poaisi daging berdenyut disana.
"Cesss..!"
Pedang cahaya dengan mudah menembus bagian itu, hingga sinar berkilau nya melesat keluar dari bagian punggung Kirin Api Hijau.
Kirin Api Hijau meraung keras,
"Groowaaarrrrrrr..!!!"
Sebelum akhirnya, tubuhnya tumbang tergeletak di atas tanah.
Setelah Kirin api jatuh tergeletak tak berdaya, di mana kobaran api di tubuhnya meredup.
Perutnya terlihat kembang kempis, dengan pelan, semakin lama semakin lemah, hingga akhirnya terdengar suara dengusan panjang.
Kirin itu akhirnya sepenuhnya diam tidak bergerak lagi.
Dari mulutnya yang terbuka muncul sebutir mutiara hijau, yang bergerak gerak melayang layang di udara.
Sesaat kemudian mutiara hijau itu melesat meninggalkan tempat tersebut.
"Ayo kita kejar..!"
ucap Yu Ming cepat, lalu dia melesat mengejar kearah mutiara hijau itu pergi.
Siau Sien Ce yang tak mau di tinggal seorang diri lagi, mau tidak mau, dia juga bergerak ikut menyusul Yu Ming.
Saat tiba di halaman depan istana, di mana ada patung putri yang sedang mengangkat kedua tangannya menghadap kearah langit.
Siau Sien Ce melihat di udara kini bukan hanya ada mutiara hijau, tapi juga ada mutiara hitam, merah, putih, biru yang bergerak berputaran di udara.
Semua mutiara itu berdampingan dengan mutiara hijau, yang berada tepat di tengah tengah ke empat butir mutiara yang lain nya.
Yu Ming terlihat berdiri di bawahnya, sedang mengamati pergerakan ke lima mutiara yang berputaran di udara.
Beberapa saat diam mengamati, akhirnya Yu Ming mendorongkan kedua telapak tangannya keatas, mengikuti bisikan dari instingnya.
Hawa dewa dari kedua telapak tangan Yu Ming, langsung meledakkan ke lima butir mutiara, yang sedang berputaran di atasnya.
"Blaaarrr..! Blaaarrr..! Blaaarrr..!"
"Blaaarrr..! Blaaarrr..!"
Terjadi ledakan beruntun sebanyak 5 kali di udara.
Setelah lima mutiara itu meledak di udara, terlihat roh roh halus putih transparan, yang tidak terhitung jumlahnya.
Mengeluarkan suara tawa dan tangis secara bersamaan.
Roh roh halus yang terbang berkelompok kelompok itu, lalu terbang berputaran di udara dengan bebas.
Sebelum akhirnya satu persatu memisahkan diri, melayang masuk kedalam masing masing patung batu, yang berdiri kaku di sana.
Setelah roh itu menyatu kedalam masing masing patung batu itu.
Patung patung batu itu, perlahan lahan mulai berderak derak dan muncul retakan di sekujur tubuhnya.
Lalu batu batu yang menjadi lapisan luar, yang menyelimuti tubuh mereka.
Satu persatu, batu itu gompal jatuh meluruk keatas lantai.
Hingga batu batu yang menyelimuti tubuh semua orang itu sepenuhnya jatuh meluruk keatas tanah.
Orang orang yang sebelumnya menjadi patung batu, kini mereka mulai bisa bergerak dengan normal.
Termasuk putri jelita dan pelayan pelayan nya, yang berada tidak jauh dari Yu Ming.
Putri itu segera menjatuhkan diri nya berlutut di hadapan Yu Ming, sambil menyembah hingga keningnya menempel diatas lantai.
Melihat hal itu, semua prajurit dan orang orang yang hadir di tempat itu dan yang berada di halaman istana.
Semua nya ikut menjatuhkan diri berlutut, menyembah kearah Yu Ming dan Siau Sien Ce.
Orang orang yang berlarian keluar dari dalam istana, kini juga ikutan berlutut dan menyembah kearah Yu Ming dan Siau Sien Ce.
"Kalian semuanya berdirilah,.. tak perlu bersikap seperti ini.."
"Semua ini terjadi secara kebetulan, mungkin sudah takdir dari yang kuasa..'
"Jadi kalian tidak perlu bersikap begini."
"Ayo semuanya bangunlah.."
ucap Yu Ming sambil memberi kode, agar mereka semuanya bangun berdiri.
Perlahan-lahan sang putri bangkit berdiri, menatap kearah Yu Ming dengan tatapan mata penuh terimakasih hormat dan kagum.
Seluruh yang hadir pun perlahan-lahan ikut bangkit berdiri.
Sang putri sesaat kemudian dengan suaranya yang halus, dengan sepasang telapak tangan dirangkapkan di depan dada, dia pun mulai berbicara.
Begitu dia berbicara, sadarlah Yu Ming dan Siau Sien Ce bahwa sang putri dan semua orang yang hadir di sana.
Mereka memilki bahasa yang berbeda dan tidak di mengerti oleh Yu Ming dan Siau Sien Ce.
Yu Ming mendengarkan dengan bingung ucapan sang putri, Yu Ming yakin ucapan nya tadi mereka juga pasti tidak tahu dan tidak mengerti.
Di saat Yu Ming sedang bingung tiba tiba di dalam pikirannya muncul kata kata itu di terjemahkan dengan cepat.
Sehingga dia segera bisa mengerti, meski heran dan bingung.
Yu Ming coba berbicara membalas ucapan mereka dengan mengikuti cara berbicara di dalam pikirannya.
Kini semuanya menjadi nyambung, mereka bisa saling berkomunikasi dengan baik.
Kini hanya Siau Sien Ce yang berdiri bengong.
Yu Ming adalah reinkarnasi dari roh ribuan dewa, bahkan ada roh gaib yang ikut menyatu kedalam tubuhnya, dia sebenarnya memiliki pengetahuan dan kesaktian tidak berbatas.
Hanya saja karena dia belum terlatih dan belum bisa memanfaatkan kemampuannya dengan sempurna.
Jadi pengetahuan dan kemampuannya masih minim, jauh dari kata maksimal.
Dia baru mampu memberdayakan kemampuan nya 10% saja.
Itu pun belum dia kuasai dengan maksimal dan mendalam.
Dewa yang agung ini siapa ? mengapa bisa ada di sini ? menyelamatkan kami semua dari bencana kehancuran.."
tanya putri jelita itu dengan suaranya yang merdu.
Yu Ming tersenyum dan berkata,
"Aku cuma seorang dewa kecil tak terkenal, yang kebetulan sedang lewat tempat ini.."
"Secara tidak sengaja, aku mencium hawa siluman di tempat ini, aku pun datang membasmi mereka.."
"Setelah mereka semua terbasmi, secara ajaib kalian semua pun hidup kembali..'
ucap Yu Ming menjelaskan dengan mengikuti bahasa setempat.
"Putri ini siapa, ini kerajaan apa ? mengapa semua orang bisa terjebak menjadi patung batu ? apa hubungannya kalian dengan mahluk mahluk siluman, yang sempat menjadi penguasa di tempat ini..?"
tanya Yu Ming heran.
Putri itu dengan sabar menjawabnya satu persatu.
"Negeri ini bernama negeri Inca, aku adalah ratu kerajaan Inca ini.."
"Tuan boleh panggil saja aku Mariam.."
"Mahluk mahluk itu tadinya adalah dewa berhala kami, karena suatu hari kami lupa dan terlambat memberikan persembahan.."
"Mereka menjadi marah, lalu dengan kesaktian mereka."
"Mereka menghukum kami menjadi patung batu, juga sekaligus menenggelamkan kerajaan kami kedalam perut bumi."
"Begitulah ceritanya tuan dewa Yang Mulia..'
ucap putri itu menjelaskan dengan penuh hormat.