LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
SILUMAN NAGA PUTIH


"Tapi kak aku tidak tahu cara menghimpun hawa dewa, agar bisa mengisinya kembali..?"


Ucap Siau Sien Ce menatap Yu Ming dengan wajah bingung.


Yu Ming menggaruk garuk kepalanya sendiri, yang tidak gatal.


Dia mencoba berpikir cara termudah mengajari Siau Sien Ce, dalam menghimpun hawa dewa.


Setelah berpikir sejenak, Yu Ming tiba tiba berkata


"Ada.."


"Ayo adik Sien, kamu ikut aku.."


Ucap Yu Ming sambil menarik tangan Siau Sien Ce ikut dengan dirinya terbang ke angkasa, menuju gugusan bintang dan kegelapan malam.


Lapis demi lapis langit di tembus oleh Yu Ming, untuk mencari tempat yang memilki hawa murni dewa yang paling kentara.


Akhirnya mereka berdua tiba di wilayah timur lapis langit tingkat pertama.


Yu Ming menarik tangan Siau Sien Ce yang terlihat bingung, untuk duduk di bawah sebatang pohon bodhi tua.


"Di sini, kamu coba himpun mengikuti petunjuk ku, himpun sebanyak banyaknya.."


Ucap Yu Ming sambil memberi contoh, cara menghimpun hawa dewa, serta memberikan berbagai macam petunjuk.


Siau Sien Ce terus berlatih dengan penuh semangat, ini adalah pertama kalinya dia berlatih cara menghimpun hawa dewa.


Hawa Dewa di sekitarnya yang sangat kuat dan murni, langsung memenuhi seluruh tubuhnya..


Siau Sien Ce terus berlatih dan berlatih dengan tekun.


Melihat Siau Sien Ce sudah cukup.lancar menyerap hawa dewa, juga sudah menyimpan cukup banyak Hawa Murni Dewa.


Yu Ming pun berbisik,


"Sudah cukup, yuk kita tinggalkan tempat ini sebelum ketahuan.."


Siau Sien Ce menatap kaget kearah Yu Ming dan berkata,


"Ini tempat siapa ? bukannya ini tempat kakak..?"


Yu Ming sambil tersenyum canggung meletakkan ujung jari telunjuk di depan bibirnya dan berkata,


"Nanti ku ceritakan, jangan ribut,.."


"Ayo kita pergi dulu sebelum ketahuan.."


Yu Ming menyambar tangan Siau Sien Ce, lalu menariknya pergi dari tempat itu.


Setelah melewati beberapa lapis langit, Yu Ming pun berkata,


"Adik Sien, sekarang kerahkan Hawa Dewa mu kearah kedua telapak kaki mu.."


"Coba kamu tahan di sana, untuk memberi tekanan kebawah, kamu arahkan ke udara yang ada di bawah sepasang telapak kaki mu.."


"Bagaimana ..?"


"Ahhhh..!"


Jerit Siau Sien Ce kaget saat tubuhnya justru mumbul keatas tak terkendali.


Yu Ming sambil menahan tawa, berkata,


"Jangan sekuat itu, sedikit saja, diatur atur sedikit demi sedikit sambil dirasa.."


"Yang penting bisa mengambang dulu.."


"Ahhhh...!"


Siau Sien Ce kembali menjerit karena tubuhnya kini meluncur kebawah tidak terkendali.


Yu Ming terpaksa menyusul dan menangkap' tangan sahabatnya.


"Santai relax tenang jangan panik, yakin pada diri mu.."


"Kamu pasti bisa.."


Ucap Yu Ming sambil kembali melepaskan pegangan tangannya.


Yu Ming melakukan gerakan sedikit demi sedikit, membantu membimbing tangan Siau Sien Ce, pegang lepas, pegang lepas.


Hingga Siau Sien Ce sepenuhnya mampu melayang sendiri.


"Hah,..! aku berhasil kak,.. aku bisa sekarang..!"


Teriak Siau Sien Ce gembira.


Yu Ming tersenyum lebar dan berkata,


"Bagus, sekarang coba mengarahkan nya, sama seperti ini, ini agar kamu bisa terbang kemanapun kamu suka."


Yu Ming memberi contoh dan mengajarinya pelan pelan.


Siau Sien Ce berulang kali mencoba selalu gagal, tapi dia tidak putus asa, dan terus mencobanya, akhirnya dia berhasil juga, dan mulai mampu bisa mengimbangi kemanapun Yu Ming bergerak.


Selanjutnya Yu Ming mengajarinya bersalto di udara, membuat manuver cepat dan lain sebagainya.


Teriak Siau Sien Ce gembira, sambil meluncur cepat membelah anak sungai es, yang mengalir di sekitar tempat itu.


Malam malam hanya di terangi sinar bulan dan cahaya bintang, Siau Sien Ce dengan gembira melesat kesana kemari, dengan kecepatan tinggi, dan melakukan berbagai manuver.


Dia melesat membelah sungai es, tebing tebing dan celah sempit, diantara deretan pegunungan es.


Saking gembiranya, dia terus berteriak gembira, tanpa memperdulikan longsoran es di belakangnya, yang datang bergulung gulung mengejarnya.


Yu Ming yang selalu terbang mengawasi tingkah Siau Sien Ce, menyadari ada bahaya yang semakin mendekat.


Yu Ming langsung menghilang dari posisinya, menyambar tubuh Siau Sien Ce, yang sedang asyik terbang.


Lalu di bawanya menghilang dari sana, muncul lagi Yu Ming sudah membawa Siau Sien Ce melayang di ketinggian sana.


Mereka menyaksikan longsoran salju, yang menggulung seluruh tempat di mana Siau Sien Ce berada.


Siau Sien Ce menatap dengan wajah pucat, kearah longsoran salju, yang menimbulkan suara bergumuruh hebat.


"Kakak,.. kenapa bisa begitu ?"


"Hampir saja.."


Ucap Siau Sien Ce ngeri.


Yu Ming tersenyum, lalu dia melepaskan pegangan tangannya, dan berkata,


"Kamu tadi terlalu bergembira, berteriak berteriak keras, gaung suara mu, yang menimbulkan efek ini.."


"Selain itu kamu juga membuat manuver manuver cepat, saat kamu terbang melewati daerah tumpukan salju angin hembusan tubuh mu itulah, yang membuat longsoran salju menjadi semakin kuat dan dahsyat.."


Ucap Yu Ming memberikan penjelasan.


Siau Sien Ce dengan wajah merah padam dan sedikit tertunduk malu berkata,


"Maaf kak, aku terlalu gembira, sehingga sedikit lupa diri.."


"Tapi kakak tenang saja, tadi begitu karena itu adalah pengalaman terbang pertama ku.."


"Berikutnya aku pasti akan lebih berhati hati.."


ucap Siau Sien Ce sambil mengangkat tangan kanannya berjanji.


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Tidak apa apa, ayo kita lanjutkan perjalanan saja.."


"Matahari sudah mulai terbit tuh.."


ucap Yu Ming.


Lalu dia mendahului Siau Sien Ce, melesat meninggalkan tempat itu.


Yu Ming dan Siau Sien Ce terus bergerak cepat terbang meninggalkan tempat itu.


Sepanjang perjalanan hingga sore, menjelang matahari tenggelam, mereka berdua belum juga menemukan hawa siluman yang sedang mereka cari.


Hingga akhirnya setelah matahari tenggelam, Yu Ming samar samar kembali mendeteksi adanya hawa siluman di wilayah sebelah barat sana.


Di mana dari kejauhan, tempat tersebut terus mengeluarkan sinar cahaya kemerahan.


"Sepertinya di ujung sebelah sana ada yang kita cari.."


Ucap Yu Ming sambil melesat ketempat tersebut.


Setelah mendekati kawasan tersebut, Yu Ming baru menyadari, rupanya tempat itu adalah wilayah luas.


Di mana, di kawasan tersebut terlihat ada 3 gunung api besar berjejer di sana.


Yu Ming melesat menghampiri gunung berapi, yang paling rendah ketimbang dua gunung berapi lainnya.


Tapi sebelum dia tiba di sana, dari balik gunung melayang keluar seekor Naga putih, yang terbang meliuk liuk di udara.


"Anak muda nyali mu besar juga, berani datang menganggu kemari..!"


Tegur Naga putih, yang mampu berbicara dengan baik.


"Aku lihat kesaktian mu tidak lemah, akan sangat di sayangkan bila mati muda di sini.."


"Jadi mumpung ada waktu, lebih baik, kamu segera tinggalkan tempat ini.."


"Sebelum nanti penyesalan datang nya selalu terlambat.."


Ucap Naga putih itu penuh ancaman.


Tapi Yu Ming bersikap tenang dan berkata,


"Asalkan kamu kembali ke asal mu, bersumpah tidak akan menganggu umat manusia.."


"Aku hari ini akan membuat pengecualian, tidak akan memusnahkan mu.."


Ucap Yu Ming dengan nada dingin.


Pedang Xuan Yuan sudah terhunus keluar dari dalam sarungnya, siap di lepaskan untuk menyerang Naga Putih di hadapannya.