LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
KEMBALI KE ISTANA HALIMUN MUKJIZAT


Yu Ming tidak terlalu ambil perduli dengan reaksi penduduk di desa itu, dengan hati hati, dia berusaha menerobos keluar dari kerumunan.


Setelah keluar dari kerumunan, Yu Ming yang melihat Siau Sien Ce sedang menantinya di kejauhan sana, bersama beberapa anak kecil.


Dia segera berjalan menghampiri Siau Sien Ce dan berkata,


"Siau Sien Ce, sudah waktunya kita kembali ke kahyangan.."


"Ayo kita tinggalkan tempat ini.."


Ucap Yu Ming.


"Bagaimana dengan anak anak ini ? orang tua mereka tidak ada di desa ini..?"


Ucap Siau Sien Ce sedikit bingung.


Yu Ming sambil tersenyum berkata,


"Itu kamu tidak perlu khawatir, penduduk desa ini pasti akan bantu mengurusnya."


"Ayo kita pergi sebelum keadaan menjadi ruwet."


Ucap Yu Ming yang tanpa menunggu jawaban Siau Sien Ce.


Dia langsung menarik tangan nya, sesaat kemudian mereka berdua sudah melayang di angkasa bebas.


Mereka terus bergerak cepat menembus awan.


Yu Ming bergerak cepat, tanpa menghiraukan panggilan dari arah bawah sana.


Cukup sekali dia terlibat terlalu jauh dengan keruwetan bersama Ratu Mariam di istana barat sana, dia tidak akan pernah mau mengulanginya kembali.


Yu Ming membawa Siau Sien Ce menembus langit lapis demi lapis. Hingga akhirnya mereka mendarat di pintu gerbang Nan Thian Men.


Kedatangan Yu Ming dan Siau Sien Ce, langsung di sambut dengan penuh hormat oleh 4 Raja langit, yang bertugas menjaga keamanan di pintu gerbang tersebut.


"Pangeran mahkota Yu Ming, anda sudah kembali..?"


"Bagaimana perjalanan anda kali ini ? apa berjalan lancar..?"


Tanya Mo Li Cing ramah.


Yu Ming memberi hormat kearah keempat Jendral penjaga pintu gerbang langit selatan itu.


"Semua berjalan cukup lancar paman..."


"Terimakasih banyak atas perhatiannya.."


"Maaf Ming er tidak bisa berbicara banyak dengan paman berempat, mungkin lain waktu saja.."


"Ming Er masih harus menemui dan memberikan laporan ke ayah.."


Ucap Yu Ming penuh hormat.


"Ohh begitu, maaf telah menunda waktu pangeran.."


"Silahkan pangeran.."


ucap Mo Li Cing penuh hormat.


Sambil membungkuk kan badannya mempersilahkan Yu Ming untuk masuk.


Yu Ming langsung melangkah memasuki Nan Thian Men, Siau Sien Ce pun mengikutinya.


Tapi baru saja Siau Sien Ce mau melangkahkan kakinya, sebuah payung langsung muncul menghadang di depan Siau Sien Ce.


"Maaf kamu tidak di ijinkan ikut masuk.."


Tegur Mo Li Hong tegas.


Siau Sien Ce menghentikan langkahnya, dia tersenyum kecut menatap kearah Yu Ming.


"Kakak kamu masuklah, biar aku menunggu di sini saja.."


Ucap Siau Sien Ce pelan.


Dia mencoba untuk tidak mempersulit keadaan Yu Ming.


Siau Sien Ce mencoba untuk mengerti situasi, dia tidak mau memaksakan kehendak nya.


Meski sebenarnya dia sangat ingin masuk kedalam, untuk melihat lihat keagungan istana halimun mukjizat di dalam sana.


Di mana dia hanya pernah mendengar dari ibunya, yang menceritakan keindahan istana itu, seperti sebuah cerita dongeng sebelum tidur.


Hal itu sangat membekas di hati nya, di dalam hatinya hal itu adalah impiannya semasa kecil.


Dia sangat ingin mewujudkan nya, awalnya lewat Yu Ming, dia berpikir semua akan bisa terwujud dengan lancar.


Dengan menahan rasa kecewa, Siau Sien Ce membalikkan badannya hendak menjauhi Nan Thian Men.


Tapi lengannya di tahan oleh Yu Ming.


Yu Ming menoleh kearah 4 raja langit, terutama Mo Li Hong dengan suara sopan tapi tegas dia berkata.


"Paman Mo Li Hong, Siau Sien Ce ini teman ku.."


"Aku sudah memutuskan, agar dia menjadi asisten pribadi ku.."


"Semua tindak tanduknya akan menjadi tanggung jawab ku.."


"Aku ingin membawanya menghadap ayah ibu ku, apa ada yang keberatan..?"


Mendengar ucapan dan sikap Yu Ming.


Mo Li Cing langsung maju memberi hormat dan berkata,


"Maafkan sikap adik kedua ku, dia hanya menjalankan aturan dan tugas saja.."


"Bila pangeran sudah memberikan jaminan, maka silahkan saja.."


Ucap Mo Li Cing sambil menarik mundur adik keduanya, dan memberinya kode dengan menggelengkan kepalanya.


Mo Li Hong bergerak mundur tanpa banyak cakap.


"Terimakasih banyak paman Mo Li Cing, kalau begitu kami permisi dulu.."


Ucap Yu Ming sambil menarik tangan Siau Sien Ce, mengikutinya masuk melewati gerbang Nan Thian Men.


Setelah melewati Nan Thian Men, tanpa banyak halangan, Yu Ming membawa Siau Sien Ce ikut dengan nya, terbang melewati bangunan bangunan besar kecil, yang menempati tanah yang terlihat melayang layang di udara.


Hingga akhirnya mereka tiba di hadapan sebuah bangunan, yang paling besar dan bersinar berkilauan penuh dengan aura Dewa.


Bangunan yang paling besar itu, terletak di bagian paling tengah dari semua bangunan, yang mereka lewati tadi.


Di atas bangunan besar itu ada sebuah papan batu Kumala biru, yang di bagian tengah nya ada tulisan, Ling Xiao Baotian.( Istana Halimun Mukjizat.)


Siau Sien Ce sedari awal, sejak melewati gerbang Nan Thian Men, memasuki lingkungan bangunan yang indah mewah dan unik , dia sudah menatap kesana kemari dengan penuh takjub.


Sepanjang jalan, dengan penuh penasaran, dia sekalu menunjuk kesana kemari, bertanya kepada Yu Ming, bangunan yang ditunjuk nya itu menjadi tempat kediaman siapa saja.


Yu Ming dengan santai dan sabar, selalu memberitahukan nya satu persatu.


Hingga akhirnya mereka tiba di penghujung bangunan, yang paling besar dan mewah.


Yu Ming pun berkata,


"Di sana lah aku tinggal, ayo kita kesana sekarang.."


Setelah itu dia langsung melesat mendahului Siau Sien Ce, mendarat di halaman depan istana.


Begitu Yu Ming mendarat, 4 buah cahaya langsung muncul di sana.


Dari balik cahaya, muncul 4 orang prajurit langit, yang bertugas menjaga pintu gerbang istana.


Mereka muncul memalangkan senjata tombak mereka dan berkata,


"Siapa yang datang,..? harapkan melaporkan namanya..?"


"Kakak sekalian ini aku Yu Ming, apa kalian berempat tidak bingar lagi sama aku..?"


"Ehhh pangeran mahkota Yu Ming anda sudah kembali.."


"Maaf kami punya mata tapi tidak bisa melihat dengan baik.."


Ucap pemimpin dari penjaga pintu itu dengan sikap penuh hormat.


"Tak perlu meminta maaf, kakak sekalian hanya sedang menjalankan tugas."


"Yu Ming lah yang datangnya terlalu mendadak, sehingga mengagetkan kakak kakak sekalian.."


Ucap Yu Ming sambil tersenyum ramah.


"Silahkan putra mahkota.."


Ucap pimpinan pengawal itu buru buru membuka pintu gerbang istana buat Yu Ming.


Yu Ming mengangguk, lalu dia menoleh kearah Siau Sien Ce, memberinya kode agar mengikuti dirinya masuk kedalam.


Yu Ming berjalan di depan, Siau Sien Ce mengikutinya dari belakang, sambil celingukan menatap kagum kearah bangunan megah, yang terletak di bagian sebelah dalam.


Mereka berdua melayang ringan, melewati sebuah halaman depan istana yang luas dan panjang.


Di bagian paling ujung dari anak tangga yang paling tinggi, terlihat Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang berdiri di sana, sambil tersenyum lembut, menyambut kepulangan putra pertama mereka.