LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
BERBICARA DENGAN NACHA


Menjelang sore, setelah tugas selesai dan sudah membersikan diri, berpakaian sepantasnya.


Yu Ming pun pergi mengunjungi tempat kediaman Dewa Er Lang.


Kedatangan Yu Ming langsung di sambut oleh Dewa Er Lang Dewa Pagoda dan Nacha.


Mereka setelah berbasa basi sejenak langsung mengajak Yu Ming masuk kedalam.


Setelah duduk bersama dengan penuh penasaran mereka semua menatap kearah Yu Ming.


Menunggu penjelasan dari Yu Ming.


Yu Ming dengan santai menjelaskan satu persatu urutan cerita yang dia tahu hingga selesai.


Di bagian penutup Nacha bertanya dengan penuh penasaran.


"Kakak Ming,.. ini sungguh penasaran,.. dengan kemampuan kakak seharusnya kakak melawan.."


"Bila perlu menjungkir balikkan kahyangan untuk membuktikan kesalahan bukan ada di kakak.."


"Siapa tahu dalam kekacauan pelaku utama akan muncul sendiri.."


Ucap Nacha kurang puas.


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Bagaimana bila dia tetap bersembunyi tidak keluar keluar..?"


"Tapi kakak kan belum mencobanya, bagaimana kakak bisa tahu dia tidak akan keluar..?"


Tanya Nacha tidak mau kalah.


Yu Ming tersenyum tenang dan berkata,


"Berarti itu adalah tindakan tidak pasti, dengan taruhan menghancurkan seluruh kahyangan.."


"Menghancurkan semua orang yang ku sayangi dan ku hormati.."


"Ini terlalu besar resiko dan harga yang harus ku pertaruhkan.."


"Aku Yu Ming tidak sanggup ikut dalam permainan pertaruhan ***** resiko ini.."


"Aku tidak mau diri ku yang tidak bersalah berubah menjadi pendosa besar.."


"Bila itu terjadi, aku hanya akan memenuhi harapan dan keinginan si biang masalah itu.."


"Apa kamu mengerti adik Nacha..?"


"Tapi kak dengan kakak menerima hukuman ini, menjalani hukuman ini di sini.."


"Dia tetap akan bebas di luar sana menjalankan segala rencana jahat dan gilanya.."


"Pada akhirnya kahyangan tetap akan tertimpa musibah.."


"Menurut ku, kakak harus keluar menyelidikinya sendiri, tidak boleh diam menerima hukuman disini.."


Ucap Nacha tetap berkeras.


Yu Ming tersenyum sabar dan berkata,


"Bila aku melakukannya, maka aku pasti akan bertemu dan saling berhadapan, saling membunuh, dengan sahabat dan semua teman teman dan saudara di kahyangan.."


"Dan kalian semua tahu, hal itu tidak mungkin bisa ku lakukan.."


"Taruhlah akhirnya aku melakukannya.."


"Bagaimana aku harus berhadapan, saling bermusuhan dengan ayah dan ibu yang meski bukan orang tua kandung ku.."


"Tapi mereka lah yang membesarkan menjaga merawat dan mendidik ku hingga aku bisa seperti saat ini.."


"Jasa mereka yang sedalam lautan seumur hidup tidak mampu ku balas, aku malah membalasnya dengan menimbulkan kekacauan di kahyangan.."


"Jawaban nya sudah jelas, aku tidak akan pernah bisa melakukan nya.."


Ucap Yu Ming menatap Nacha dengan serius.


"Aku tidak tahu orang lain, yang jelas aku tidak akan pernah bisa.."


Ucap Yu Ming tegas.


"Tapi dengan kamu menerima hukuman di sini, penjahat itu malah berkeliaran di luar sana.."


"Kamu selamanya tidak bisa membuktikan bahwa kamu sebenarnya tidak bersalah.."


"Apa itu pantas..?"


Tanya Nacha kurang puas.


"Pantas itu sangat pantas.."


"Demi ayah ibu yang membesarkan ku, demi semua sahabat dan teman yang ku hormati di kahyangan ini.."


"Semuanya menjadi sangat pantas dan sebanding."


Mereka berdua sampai harus sedikit menengadah, mencegah air mata mereka runtuh kebawah.


Sesaat setelah perasaan mereka sudah agak tenang, mereka baru berkata,


"Nacha putra ku, kamu harus paham ini yang namanya mengutarakan kepentingan orang banyak diatas kepentingan pribadi.."


"Ini yang namanya berkorban demi kepentingan orang banyak dengan pengorbanan diri sendiri..'


"Ini yang namanya kebijaksanaan untuk mengalahkan kebusukan.."


"Yang benar selamanya tetap akan benar, yang busuk dan jahat, suatu hari akan terbuka sendiri, dan akan menerima buah karmanya, bila waktunya tiba."


Ucap Dewa Pagoda menasehati putranya.


"Mari kita bersulang untuk saudara kita Yu Ming yang sangat bijak dan mengagumkan ini.."


Ucap Dewa Er Lang sambil mengisi cawan di hadapan sahabat sahabat nya.


Setelah itu mereka berempat segera bersulang bersama.


"Nacha kamu harus belajar banyak dengan saudara Yu Ming, sebelum bertindak kamu harus mempertimbangkan semua resikonya dengan matang..'


"Jangan asal menuruti emosi bertindak baru berpikir.."


"Jangan sampai yang awalnya benar, malah akhirnya menjadi salah.."


"Apa kamu mengerti nak..?"


tanya Dewa Pagoda sambil menasehati putranya.


"Saya sekarang mengerti ayah.."


"Kakak Yu Ming terimakasih atas pengajaran berharga ini, Nacha benar benar kagum dan salut sepenuhnya terhadap kakak.."


Ucap Nacha sambil menjura dengan penuh hormat dan tulus kepada Yu Ming .


Yu Ming tersenyum malu dan berkata,


"Itu cuma hal kecil tak perlu di besar besarkan.."


"Lebih baik kita segera makan sebelum masakan ini dingin.."


"Setelah itu kita bisa kembali untuk beristirahat.."


"Karena besok pasti akan masih ada banyak tugas menanti kita.."


Ucap Yu Ming sambil tersenyum.


Tidak ada yang berkeberatan dengan pendapat Yu Ming, mereka segera melanjutkan dengan acara makan makan dengan penuh kegembiraan..


Sambil makan Nacha berkata,


"Kakak menurut kakak kapan si pelaku akan muncul menunjukkan diri..?"


Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak pasti, yang jelas tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini.."


"Selama kalian masih bertugas di sini, aku rasa dia tidak akan berani gegabah sembarang bertindak."


Ucap Yu Ming berpendapat.


"Sudahlah kita tidak perlu membahas hal yang memusingkan kita jalani saja.."


"Tak perlu banyak berpikir, bila waktunya tiba, akan tiba dengan sendirinya.."


Ucap Yu Ming sambil mengangkat cawan di tangannya keatas untuk bersulang.


Hari hari berlalu dengan cepat tidak terasa tiga tahun sudah berlalu.


Yu Ming terus menjalankan masa hukuman nya.


Sedangkan Ping Ru Meng sibuk dengan urusan kerajaan es abadi di mana dia kini menggantikan posisi ayah nya, menjadi Ratu Kerajaan Es Abadi.


Dia sudah bertanya pada ketiga tetua di Ching Ti, dia sudah tahu maksud dari melanggar sumpah dan menerima hukuman yang pernah Yu Ming sebut di pertemuan terakhir mereka.


Dia mulai yakin, masalah itu tidak berhubungan dengan Yu Ming, pasti ada pelaku lain yang memanfaatkan situasi memfitnah Yu Ming.


Tapi demi memancing penjahat itu muncul, Ping Ru Meng terpaksa tidak pergi mengunjungi Yu Ming.


Dia bersikap seolah olah masalah itu sudah selesai sudah berlalu, pelakunya adalah Yu Ming.


Semuanya sudah selesai dan berakhir sampai di sana.


Tapi secara diam diam dia terus mengirim mata mata nya, untuk mengamati dan mengusut kasus itu tanpa henti.


Sedangkan Hua Sien Ce meski menuruti Yu Ming kembali ke langit lapis ke 36 untuk tinggal di sana.


Tapi sebulan sekali dia pasti akan pergi berkunjung ke halimun mukjizat.


Setelah itu dia akan minta Komandan Lei menemaninya ke utara menjenguk Yu Ming.