LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
SEMUANYA TERDESAK


Di dalam mimpi nya, Nacha terlihat terus tenggelam, dia terlihat gelagapan tidak bisa bernafas dan terus menelan air.


Di dunia nyata, Nacha terlihat meronta ronta, kejang kejang, seperti orang yang kehabisan nafas, hingga wajahnya membiru.


Dia terlihat menggelepar kesana kemari, seperti ikan sedang terjebak di darat.


Siau Thian Cuan, yang sedang berjaga tentu sangat kaget, dia segera menghampiri Nacha.


"Nacha..! ..Nacha..! ..Nacha..!"


"Bangunlah,..! ayo sadar.. Nacha..!"


"Kamu kenapa..!?"


Tanya Siau Thian Cuan panik, sambil menepuk nepuk pipi Nacha, mencoba membangunkan nya.


Tapi bagaimana pun dia memanggil, menguncang guncang kedua pundak Nacha, hingga memberikan tamparan di kedua pipinya Nacha.


Dia tetap saja tidak berhasil membangunkan Nacha, dari keadaan nya, yang seperti sedang kesurupan.


Belum selesai satu, kini terlihat Dewa Pagoda yang berteriak teriak tidak jelas, kedua tangannya menggapai gapai di udara.


Tidak lama berselang baju Zirah nya, mulai robek robek di sana sini.


Darah terlihat mengucur deras dari luka luka di tubuhnya.


Tidak lama berselang, belum sempat Siau Thian Cuan kesana membantunya.


Kini giliran tuannya, yang tadinya sedang duduk bersila.


Kini sudah terlihat melompat berdiri, lalu tuan nya bergerak gerak sendiri, memainkan tombak cagak tiganya.


Menyerang kesana kemari, seperti orang kesurupan, hingga keluar suara angin menderu deru, memenuhi sekitar tempat tersebut.


"Wussssh.! Wussssh.! Wussssh..!"


"Wussssh.! Wussssh.! Wussssh..!"


"Wussssh.! Wussssh.! Wussssh..!"


Tidak cukup sampai disana saja, tuannya yang seluruh tubuhnya di kelilingi oleh gulungan sinar keemasan.


Tiba tiba dari balik gulungan sinar keemasan, melesat keluar sinar laser merah, menembak ke segala arah tanpa pilih bulu.


"Blaaarrr..!" Blaaarrr..!" Blaaarrr..!"


Blaaarrr..!" Blaaarrr..!" Blaaarrr..!"


Blaaarrr..!" Blaaarrr..!" Blaaarrr..!"


Terjadi ledakan beruntun di sekitarnya, hingga Siau Thian Cuan tidak berani mendekat.


Dia harus berlompatan menghindar, sambil bergerak menjauh.


Dari kejauhan, dia hanya bisa berteriak dengan wajah cemas, Dia terus berusaha membangunkan tuannya.


Tapi semua menjadi sia sia, karena Dewa Er Lang sama sekali tidak menanggapinya.


Siau Thian Cuan menjadi semakin cemas, saat dia melihat tuan nya juga mulai mengalami luka di sana sini.


Sama seperti yang di alami oleh Dewa Pagoda.


Di tempat lain, Yu Ming yang tadinya tidur bersandaran.


Kini tubuhnya terlihat terangkat keudara.


Dia terlihat berusaha meronta ronta, dengan kedua tangannya terus memegangi bagian lehernya sendiri.


Seperti ada yang sedang mencekik lehernya, kemudian menahannya di sana, hingga tubuhnya terlihat terkatung katung diudara.


Siau Thian Cuan yang panik dan cemas, akhirnya kembali kewujud aslinya,t terus menyalak nyalak di sana.


Dia benar benar tidak tahu, tindakan apa yang mesti di lakukan, agar bisa menolong mereka bertiga, yang terlihat sangat tersiksa dalam tidurnya.


Di dalam mimpi sana, Dewa Pagoda terlihat sedang berada di atas tembok perbatasan kota Chen Tang Kuan.


Di mana dia dulunya, sebelum menjadi Dewa Pagoda, dia adalah seorang komandan pasukan, yang bertugas jaga di sana.


Kini di dalam mimpinya, dia terlihat sedang berhadapan dengan Iblis mimpi, yang menggunakan sepasang belati tajam.


Iblis Mimpi, terlihat muncul menghilang, mengelilingi dirinya, sambil terus memberikan serangan, yang menimbulkan luka di sekujur tubuh nya.


Dewa Pagoda terlihat berusaha menyerang kesana kemari,. dengan sepasang tongkat emas berulir nya.


"Wuttt..!" Wuttt..!" Wuttt..!"


"Wuttt..!" Wuttt..!" Wuttt..!"


"Wuttt..!" Wuttt..!" Wuttt..!"


"Sraaat..! Sreeet..! Sraaat..!"


"Sraaat..! Sreeet..! Sraaat..!"


"Sraaat..! Sreeet..! Sraaat..!"


Terdengar suara kain robek di sana sini, sekujur tubuh Dewa Pagoda, dalam sekejap mata langsung penuh dengan luka tebasan belati Iblis Mimpi.


Dari luka luka tersebut terlihat mengucur darah dengan deras, seperti keran bocor.


Pagoda Ling Long yang biasanya selalu efektif, kini terlihat tergeletak begitu saja diatas lantai.


Tidak berfungsi sama sekali.


Dewa Pagoda hanya bisa bergerak kesana kemari, berusaha bertahan sekuat tenaga, menghadapi serangan bertubi-tubi, yang di lancarkan oleh iblis mimpi.


Sementara Dewa Pagoda, yang sedang dalam keadaan kritis, tanpa ada yang bisa membantunya.


Di tempat lainnya Dewa Er Lang, di dalam mimpinya, juga terlihat sedang bertarung habis habis melawan iblis mimpi, di kaki gunung Kun Lun San.


Tempat ini adalah tempat Dewa Er Lang, pertama kali bertemu gurunya, Guang Fa Thian Cun, yang merupakan murid ketiga dari Yuan Se Thian Cun, kakeknya Yu Ming.


Guang Fa Thian Cun melatih Dewa Er Lang di puncak gunung Lima Naga, yang merupakan bagian dari Kun Lun San, tepatnya di Gua Puncak Awan.


Di dalam mimpi tersebut, Dewa Er Lang bermimpi sedang melewati kaki gunung Kun Lun San, yang merupakan tempat dia pertama kali bertemu gurunya Guang Fa Thian Cun.


Tapi sialnya di dalam mimpi tersebut, yang muncul bukan Guang Fa Thian Cun gurunya.


Melainkan iblis mimpi lah yang muncul di sana.


Begitu muncul tanpa Ba BI Bu, iblis mimpi langsung menyerang Dewa Er Lang tanpa ampun.


Dia mengandalkan dirinya, yang bisa menghilang kesana kemari, dengan sesuka hati, dia bergerak menyerang dan melukai Dewa Er Lang dengan sepasang belati nya.


Tapi hal itu hanya berlangsung sesaat saja, begitu Dewa Er Lang memutar tombak nya menjadi gulungan sinar cahaya keemasan.


Serangan Iblis mimpi pun, selalu berhasil tertangkis mundur, tidak mampu mendekati Dewa Er Lang lagi.


Baru saat dia mengubah tubuhnya menjadi seperti karet, di mana serangan tombak Dewa Er Lang, tidak lagi mampu melukainya.


Dia pun kembali menyerang Dewa Er Lang dari jarak dekat, hingga Dewa Er Lang kembali terdesak dan kembali mengalami luka di sana sini.


Dewa Er Lang sempat mencoba menggunakan mata ketiga nya, untuk menyerang dengan sinar laser merahnya.


Tapi serangan itu selalu berhasil di hindari oleh Iblis mimpi, yang bisa menghilang kesana kemari.


Dewa Er Lang yang merasa tidak lagi sanggup menghadapi Iblis Mimpi.


Dia mencoba kabur, keluar dari mimpinya, dengan merubah dirinya menjadi Seekor Burung Garuda Berbulu Emas.


Dia mencoba terbang menjauhi Iblis mimpi, tapi sialnya Iblis Mimpi malah menggunakan anak panah energi hitam.


Menembak jatuh Burung Garuda Berbulu Emas tersebut.


Dewa Er Lang yang terluka oleh anak panah tersebut, langsung kembali ke wujud aslinya.


Jatuh terkapar diatas tanah, dengan dada kanan tertembus anak panah energi hitam.


Iblis Mimpi tidak menyia nyia kan kesempatan tersebut.


Dia langsung menerjang kearah Dewa Er Lang untuk memberikan serangan penghabisan.


"Wuuuttt...!!"


"Crackkk..! "Crackkk..!"


Tapi serangan Iblis Mimpi kali ini meleset, karena Dewa Er Lang di detik detik terakhir.


Telah merubah dirinya menjadi seekor semut hitam, berusaha melarikan diri dengan masuk kedalam lubang di atas tanah.


Tapi di dunia mimpi ini, bagaimana pun hebatnya Dewa Er Lang, dengan ilmu perubahan wujudnya.


Dia tetaplah bukan lawan Iblis Mimpi.


Begitu Iblis Mimpi melihat Dewa Er Lang sedang berusaha melarikan diri, dengan berubah menjadi seekor semut.


Iblis mimpi segera mengeluarkan seekor binatang berbentuk bola, lalu dia lemparkan kearah semut jelmaan Dewa Er Lang.