
Tapi Yu Lek tidak menanggapi ucapan pedas dari Siau Sien Ce, sebaliknya dia berkata dengan serius,
"Kakak ku memang hebat, tapi apa kamu tahu siapa yang akan jadi lawannya..?"
"Secara logika saja, bila kakak bisa, mengapa harus ajak sebegitu banyak nya orang..?"
"Sudah jangan banyak bantah lagi, ayo kita segera susul kesana.."
Ucap Yu Lek sambil memutar badannya hendak pergi.
Tapi Siau Sien Ce langsung menahan lengan nya dan berkata,
"Tunggu,.. kita tidak boleh pergi.."
"Kita bisa menyusahkan kakak dan yang lain nya, dengan kemampuan kita saat ini.."
"Kakak menyuruh ku tinggal di sini, dia juga sengaja tidak mengajak mu, dia pasti punya alasannya.."
Ucap Siau Sien Ce mengingatkan Yu Lek dengan wajah ragu.
"Ya sudah kalau kamu mau tunggu disini, silahkan saja.."
"Tapi aku tidak bisa, dia kakak ku, aku tidak bisa biarkan dia hadapi bahaya seorang diri.."
Ucap Yu Lek sambil mengibaskan pegangan tangan Siau Sien Ce.
Setelah itu, dia langsung bergerak meninggalkan kemah.
"Hei kamu mau kemana..?!"
Teriak Siau Sien Ce dari belakang.
"Tentu saja pergi menyusul mereka,..! mau kemana lagi aku..!?"
Tanya balik Yu Lek kesal.
"Kamu salah arah,..! kakak mereka ke Utara, kenapa kamu ke selatan. !?"
Teriak Siau Sien Ce mengingatkan.
"Aku tahu tempat nya kita pergi sama sama saja..!"
Ucap Siau Sien Ce cepat
Bila Yu Lek pergi dia terpaksa ikut, berdua lebih baik daripada sendirian.
Setidaknya mereka bisa saling menjaga, kalau dia tidak ikut membiarkan Yu Lek pergi sendirian.
Bila terjadi sesuatu dengan Yu Lek, dia akan merasa menyesal dan malu untuk bertemu dengan Yu Ming.
Pikir Siau Sien Ce dalam hati.
Yu Lek memutar balik, untuk menutupi rasa malunya, dia pun berkata,
"Ayo kita berangkat, bakpao mu bungkus aja, bisa buat bekal perjalanan..'
"Sayang bila di tinggalkan, kita tidak boleh menyia nyia kan makanan.."
Ucap nya berlagak menasehati.
Siau Sien Ce mengangguk, dia segera membungkus Bakpaonya, yang masih panas kedalam sebuah tas kecil.
Setelah itu dia segera bergegas menjadi penunjuk jalan bagi Yu Lek.
Mereka berdua bergerak menuju Danau Es Beku, dengan langkah terburu-buru.
Sementara mereka sedang bergerak menuju Danau Es Beku.
Dewa Er Lang yang memimpin pasukan gabungan, terlihat mulai bergerak menyeberangi Danau Es Beku.
Tanpa mereka sadari, pergerakan mereka, sudah terdeteksi oleh anak buah Pasukan Kerajaan Iblis, di bawah komando, Iblis kegelapan dan Iblis Neraka.
Kedua iblis, yang sedang berada di kediaman mereka, di salah satu gua, yang terletak di atas tebing gunung es.
Saat menerima laporan dari anak buah mereka.
Mereka berdua saling pandang dengan kaget, lalu iblis Neraka berkata cepat,
"Berapa banyak pasukan yang di bawa oleh Dewa Dewi munafik itu ?!"
"Tidak kurang dari 200.000 personil, mungkin lebih.."
Jawab bawahan kedua iblis itu cepat.
"Celaka ini masalah besar, kelihatannya si mata tiga sekali ini, tidak main main.
Mereka sudah mulai ambil langkah serius, ingin membasmi kita semua.."
Ucap Iblis Neraka kesal.
Iblis Kegelapan mengangguk dan berkata,
"Sebaiknya kita laporkan hal ini ke Wakil Raja Iblis Asura.."
"Kita lihat apa pendapat mereka..?"
"Setuju, ayo kita harus bergerak cepat, sebelum terlambat..!"
Ucap Iblis neraka sambil bergerak meninggalkan Gua nya.
"Kamu kembali ke pos mu, bila mereka tiba, segera sambut mereka dengan baik..!"
"Siap tuan.."
Jawab prajurit iblis itu, sambil memberi hormat.
Setelah itu, dia segera menghilang dari tempat tersebut, kembali ke pos nya, untuk mengatur sambutan meriah bagi Dewa Er Lang dan pasukan nya.
Dewa kegelapan dan Dewa Neraka, langsung terbang menuju salah satu gua, yang terletak di bagian tertinggi tebing gunung es itu.
"Lapor Tuan ku Asura, Dewa Er Lang membawa pasukan gabungan kahyangan, sedang bergerak kemari.."
"Mereka saat ini sedang menyeberangi Danau Es Beku, di perkirakan jumlah pasukan mereka tidak kurang dari 200.000 personil..."
Ucap Dewa Kegelapan memberikan laporan.
Iblis Asura membuka sepasang matanya dan berkata,
"Bagus, aku kebetulan baru merampungkan latihan Kekuatan Iblis Pemusnah ku hingga level 10.."
"Aku bisa jadikan mereka sebagai kelinci percobaan ku.."
"Kalian berdua pergilah hubungi Ping Mo ( Iblis Es ), Huo Mo ( Iblis Es ), Thian Mo ( Iblis Langit ), Ti Mo ( Iblis Bumi ), minta mereka pimpin seluruh pasukan iblis, raksasa, dan siluman, segera menyusul ke tepi Danau Es Beku..!"
Belum selesai ucapan nya, Iblis Asura sudah menghilang dari sana.
Saat muncul lagi, Iblis Asura sudah muncul di salah satu dari 4 buah menara pengawas.
Menara pengawas di bangun di balik sebuah benteng pertahanan, yang terletak tidak jauh dari tepi Danau Es Beku.
Dari posisinya, Iblis Asura bisa melihat dengan jelas, pergerakan pasukan kahyangan, yang di bagian paling depan, di isi oleh Dewa Er Lang, Dewa pagoda, dan Nacha.
Iblis Asura tersenyum mengejek, menatap kearah ketiga dewa itu.
"Mereka bertiga urusan ku, kalian siapkan penyambutan meriah untuk pasukan yang di belakangnya.."
Ucap Iblis Asura, ke beberapa komandan pasukan iblis, yang ada di sana.
"Siap tuan.!"
Ucap komandan komandan pasukan Iblis, dengan penuh semangat.
Setelah memberi hormat, mereka semua buru buru bergerak cepat, pergi mempersiapkan segala sesuatu nya.
Untuk melakukan penyambutan, atas kedatangan pasukan kahyangan di bawah pimpinan Dewa Er Lang.
Iblis Asura setelah berpesan, dia langsung terbang menuju arah Dewa Er Lang, Dewa Pagoda, dan Nacha.
"Kalian bertiga lama tidak bertemu, apa kabar..?"
"Kalian bertiga hari ini berani mati datang kemari,.apa sudah siap untuk pergi menyusul 5000 arwah Dewa Dewi yang kami musnahkan dulu..!?"
Tanya Iblis Asura sambil tersenyum dingin.
Dewa Er Lang tidak mau banyak bicara.
Dia langsung menyambutnya dengan tebasan tombak mata tiga, menyerang kearah Iblis Asura.
"Wussssh..!"
"Singggg..!"
Sebuah sinar merah melesat menerjang kearah Iblis Asura.
Tidak sampai di sana, Dewa Er Lang tanpa ragu ragu, langsung melepaskan tembakan sinar laser dari mata ketiganya, yang terletak di keningnya
"Wutttt..!"
""Cuiiitttt...!"
Dewa Er Lang terlihat membelah diri menjadi 8 bayangan, menyerang Iblis Asura dari 8 arah.
Sinar laser merah itu, langsung melesat memberikan serangan susulan dari 8 arah mata angin.
Menutup pergerakan Iblis itu, agar tidak bisa menghindari serangan nya.
Dewa Pagoda juga melepaskan Pagoda Ling Long nya, terbang keatas kepala Iblis Asura.
"Wunggg..! Wunggg..! Wunggg..!"
Pagoda Ling Long, langsung berputar-putar di udara, menyinari Raja Iblis Asura
Dewa Nacha juga sudah langsung bereaksi, ikut menyerang Iblis Asura, dengan gelang dan tombak di tangan nya.
"Wutttt..!" Wutttt..!" Wutttt..!"
"Cuiiit..!" Cuiiit..!" Cuiiit..!" Cuiiit..!"
Nacha muncul dengan 3 kepala dan 6 lengan, bergerak menyerang Iblis Asura dari 6 tempat berbeda secara bersamaan.
"Wusssshhh..! Wusssshhh..!"
"Wusssshhh..!"
Dari mulutnya Nacha juga menyemburkan api tiga warna menyerang kearah Iblis Asura.
Serangan yang beragam datang dari berbagai jurusan, di tanggapi oleh Iblis Asura dengan sikap tenang.