
"Ohh Itu, hal itu harus kulakukan semata mata untuk kesopanan, dan menjaga jangan sampai terjadi bentrok internal, yang sangat tidak baik, sebelum kita berhadapan dengan pasukan Kerajaan iblis ."
Ucap Yu Ming menjelaskan.
Ping Ru Meng mengangguk paham dan kembali berkata,
"Bagaimana dengan Ruo Lan,? dia juga sangat cantik, sikapnya juga sangat baik.."
Yu Ming menahan senyum menatap lekat lekat mata Ping Ru Meng dan berkata,
"Dia terlalu baik, sehingga saat bersama nya, aku jadi merasa tidak bisa menjadi diri ku sendiri ."
"Berarti aku kurang baik dong, sehingga kamu bisa nyaman bersama ku..?"
Ucap Ping Ru Meng melotot kearah Yu Ming, dia menatapnya dengan penuh selidik.
Yu Ming sambil tertawa ingin menarik Ru Meng kedalam pelukannya.
Tapi Ru Meng menghindar dari berkata,
"Jelaskan dulu, bila tidak dilarang pegang pegang dan dekat dekat ."
Yu Ming sambil menahan tawa, mengangkat kedua tangannya keatas tanda menyerah dan berkata,
"Baik baik, akan ku jelaskan sejujur jujurnya, begini bukan kamu kurang baik, tapi kebaikan mu sangat normal."
"Tidak formal kaku, tapi juga tidak terlalu lembek dan penurut."
"Semuanya sangat natural, apa adanya.."
"Selain itu kalau soal kecantikan kamu yang terbaik menurut ku ."
Ucap Yu Ming sambil tersenyum lebar.
"Bagaimana sekarang sudah boleh .?"
Tanya Yu Ming sambil menahan senyum.
Sebagai jawabannya, Ping Ru Meng lah yang maju memeluk Yu Ming dan berkata,
"Dasar tukang gombal,.."
Mulutnya mengomel dan menegur, tapi wajahnya jelas tersenyum bahagia.
Tiba tiba Yu Ming di kagetkan oleh pesan suara dari ayahnya.
"Ming Er kamu di mana ?"
"Kita harus segera pulang,.."
"Tadi ada datang kabar mendesak dari Istana, kita harus segera pulang nak.."
Yu Ming mencium lembut kepala Ping Ru Meng dan berkata,
"Meng Er, ayah ku mengirim pesan suara, agar kita cepat kembali.."
"Ada masalah apa Ming ke ke .?"
Tanya Pin Ru Meng kaget dan agak cemas.
"Tidak tahu pasti, ayah hanya bilang,"
"Katanya di Istana Halimun Mukjizat sedang ada masalah.."
"Hanya itu yang aku tahu.."
Ucap Yu Ming sejujurnya.
"Baiklah Ming ke ke, kalau begitu, ayo kita pulang sekarang saja,"
Yu Ming mengangguk, sesaat kemudian mereka berdua sudah melesat terbang kembali ke istana Kerajaan Es Abadi.
Setiba di halaman istana, terlihat rombongan Kaisar Langit, mereka semua sudah duduk diatas kereta kencana siap berangkat.
Begitu Yu Ming mendarat di halaman depan istana di dampingi Ping Ru Meng.
Yu Ming segera maju kehadapan Raja Ping Sien dan berkata,
"Ayah mertua, maaf jadi serba terburu buru begini, Istana Halimun, tiba-tiba ada urusan mendesak.."
"Jadi Yu Ming terpaksa pamit permisi pulang duluan, nanti bila ada waktu lain.."
"Yu Ming janji, pasti akan kembali lagi kemari, untuk waktu yang lebih lama dan bisa mengobrol dengan lebih santai bersama ayah mertua.."
Ucap Yu Ming penuh hormat.
"Tidak apa apa Ming Er, segera pulang lah, bila memang ada urusan mendesak menanti mu.."
"Hati hati di jalan, kalau ada waktu kapan kapan mainlah kemari.."
Ucap Raja Ping Sien sambil melambaikan tangannya.
Yu Ming juga balas melambaikan tangannya, kearah Raja Ping Sien dan Ping Ru Meng, sebelum kemudian dia naik keatas kereta kencana nya yang sudah siap berangkat.
Begitu Yu Ming naik, kereta kencana itu pun langsung di tarik oleh Lung Ma terbang keudara.
Mengejar cepat kearah rombongan Kaisar Langit, yang sudah lebih duluan berangkat.
Lung Ma melesat dengan cepat meninggalkan Kerajaan Es Abadi.
Ping Ru Meng hanya bisa melambaikan tangannya, kearah kereta kencana, yang membawa Yu Ming perlahan-lahan menghilang dari hadapannya, dengan sepasang mata sedikit berkaca kaca.
Setelah kereta kencana tidak terlihat lagi, Ping Ru Meng pun berkata pelan,
"Ayo ayah, kita kembali kedalam, hari sudah mulai sore,"
Raja' Ping Sien mengangguk pelan, lalu dia dan putrinya berjalan beriringan kembali kedalam istana kediaman mereka.
Ditempat lain Yu Ming saat tiba di kediaman ayahnya, dia segera mengikuti ayahnya yang terlihat berjalan dengan langkah terburu buru menuju ruang Aula sidang istana.
Di mana, di sana sudah terlihat semua Dewa Dewi hadir lengkap menanti kedatangan mereka.
Yu Ti langsung melayang ringan bersama ketiga istrinya, menuju kearah kursi kebesaran mereka masing masing.
Setelah duduk, Yu Ti pun berkata,
"Hadirin semuanya silahkan duduk.."
Para Dewa Dewi menjura memberi hormat, lalu mereka mulai menempati kursi kursi yang disediakan untuk mereka masing masing.
Sesaat kemudian setelah melihat semua yang hadir sudah menempati tempat duduk mereka masing masing.
Yu Ti baru berkata,
"Apa yang sebenarnya terjadi ? tolong di jelaskan..?"
"Aku mendengar laporan mendesak, bahwa para iblis dan Siluman, yang berhasil kita tangkap sebelumnya.."
"Mereka dalam perjalanan menuju ke alam neraka, di tengah jalan memberontak, kemudian melarikan diri ke bumi.."
"Benarkah itu..?"
"Coba jelaskan dengan rinci apa yang sebenarnya terjadi..?"
Tanya Kaisar Langit sambil menyapukan pandangannya, menatap tajam kearah semua yang hadir.
Yu Ming tidak berkata apa apa, hanya duduk diam di tempatnya mendengarkan dengan seksama.
Sedangkan Yu Long, dia hanya duduk santai larut dalam pikirannya sendiri.
Tidak tahu apa yang sedang di pikirkan oleh nya.
Yu Lek adalah yang paling kacau, dia malah duduk di sana sambil mengorek ngorek kotoran, yang menempel di kuku jarinya.
Sesekali dia meniup nya, untuk membantu membersihkan sisa kotoran, yang sudah di korek tapi masih menempel di ujung kukunya.
Terkadang dia membawanya kedepan hidung menciumnya.
Lalu mengernyitkan sendiri alisnya.
Hingga terkadang dia terlihat seperti mau muntah.
Tapi sikapnya itu tidak ada yang memperhatikannya.
Karena masing masing sedang serius memikirkan masalah yang ada.
Satu persatu Komandan pasukan pengawal kahyangan dan beberapa Jendral nya, maju untuk memberikan laporan.
Setelah semuanya selesai memberikan laporan, suasana di tempat tersebut sesaat menjadi hening.
Hingga akhirnya Yu Ti buka suara.
"Dewa Er Lang, Dewa Pagoda dan Nacha, kalian bertiga segera berangkat ke bumi.."
"Kalian bertiga harus mencari dan menangkap mereka kembali."
"Untuk di masukkan kedalam neraka lapis 18, dengan hukuman 3 kali lipat lebih berat dari biasanya."
"Bagaimana menurut pendapat kalian semuanya..?"
"Apa ada yang berbeda, bila ada silahkan kemukakan saja ."
Ucap Kaisar Langit, sambil menatap kearah semua yang hadir di sana.
Dewa Bintang tiba tiba bergerak maju kedepan, dia memberi hormat kearah kaisar langit dan kearah Dewa Er Lang juga Dewa Pagoda dan Nacha.
Setelah itu dia baru berkata,
"Harap Yu Ti mempertimbangkan lagi semuanya dengan teliti, mulai dari awal.."
"Bila tidak, takutnya tugas ini akan sulit di selesaikan dengan baik.."
Ucap Dewa Bintang serius.
"Apa maksud mu Dewa Bintang,? tolong di jelaskan dengan lebih detil."
"Terutama maksud dari kata tugas ini sulit di selesaikan dengan baik. ?"
Ucap Yu Ti sambil menatap kearah Dewa Bintang, dengan penuh perhatian.
Dewa Bintang menghela nafas kemudian berkata,
"Sebelumnya aku mohon maaf harap Dewa Er Lang, Dewa Pagoda dan Nacha janganlah tersinggung.."
"Aku hanya bicara apa adanya.."
Ucap Dewa Bintang sambil menjura kearah ketiga orang itu penuh hormat.
"Silahkan saja Dewa Bintang tak perlu sungkan.."
Jawab Dewa Er Lang sambil tersenyum ramah.
Nyawanya bila tidak di tolong dewa tua ini, dalam misi sebelumnya, mungkin dia sudah mati.
Jadi bagaimana pun, dia masih berhutang Budi terhadap dewa tua di hadapan nya ini.
Jadi tidak mungkin dia bisa ambil hati, apapun ucapan Dewa Bintang itu, dalam sidang ini .