
Yu Ming akhirnya meninggalkan kediaman nya, Dia langsung pergi menuju markas militer pasukan kahyangan.
Guna mempersiapkan pasukan kahyangan, yang akan di bawanya, menuju wilayah Utara.
Siau Sien Ce yang menangis kesal di pembaringannya, setelah beberapa saat, tidak lagi mendengar ada pergerakan dan panggilan di depan pintu kamarnya.
Dia segera menghentikan tangisan kesalnya, dengan wajah cemberut, dia berkata,
"Dasar pria tidak berjantung dan berperasaan, orang kesal bukannya di hibur..malah di tinggal pergi.."
"Percuma selama ini aku kerja capek capek, mengurusi rumahnya.."
"Mau pergi langsung pergi,.. dasar jahat.."
Omel Siau Sien Ce panjang pendek, dengan wajah tidak puas.
Dia akhirnya turun dari pembaringannya, lalu berjalan menuju kearah pintu kamarnya.
Saat melewati jendela kamar, yang menghadap kearah taman.
Dia samar samar mendengar suara para dayang sedang berbisik bisik di luar sana.
Dengan langkah hati hati, agar tidak menimbulkan suara berisik, mengagetkan yang sedang asyik ngobrol diluar sana.
Siau Sien Ce menggeser langkah nya dengan hati hati menghampiri Jendela kamar tersebut.
Dia mencoba mencuri dengar, pembicaraan para dayangnya itu.
"Kakak benarkah katanya Tuan kita, akan di jodohkan dengan Hou Ruo Lan, cucunya Dewa bulan Yue Lao.. ?"
"Putrinya Dewi bulan Zhang er dan Raja panah Hou Yi..?"
Ucap salah satu dayang muda, yang berwajah bulat imut imut.
"Benar sekali, tapi bukan hanya dengan Hou Ruo Lan saja, tapi juga dengan Fei Ying, putri raja Fei Yung dari kerajaan Dewa Dewi bersayap.."
"Mereka nanti akan di uji, siapa yang terbaik, akan menjadi calon nyonya muda kita. "
Ucap salah satu dayang bertubuh tinggi langsing, dengan bentuk wajah oval itu
"Sayangnya Ping Ru Meng tidak di rekomendasikan oleh Putri Ping Lian, aku yakin bila Ping Ru Meng di ikut sertakan.."
"Tanpa berpikir dua kali, tuan muda Yu Ming, pasti akan langsung memilihnya.."
Ucap dayang muda yang lainnya, yang memilki dada dan bokong besar.
"Kamu benar, aku juga setuju.."
Ucap pelayan berwajah oval,
Dia terlihat mengangguk anggukan kepalanya menyetujui pendapat rekannya, yang berdada besar itu.
"Aku rasa Putri Ping Lian memang sengaja menyimpan informasi tentang Putri Ping Ru Meng.."
"Karena dia mungkin berniat menjodohkan Ping Ru Meng dengan putranya sendiri.."
"Ahh itu sangat sangat tidak cocok, si angkuh itu, aku saja muak melihatnya.."
"Akan kasihan sekali nasib putri Ping Ru Meng, bila jadi di nikahkan dengan si angkuh itu.."
Ucap si dada besar tidak puas.
"Ya aku juga lebih setuju kalau putri Ping Ru Meng bersama tuan muda Yu Ming, yang baik dan sabar.."
"Si angkuh itu lebih pantas sama si bawel Niang Niang Ciang, yang menyebalkan itu.."
Ucap si imut, sambil menutupi mulutnya berusaha menahan tawa.
Kedua temannya juga ikut tersenyum lebar, mereka juga menutupi mulutnya masing masing menahan tawa.
"Ssstt..!"
"Nanti kalau terdengar olehnya, hati hati kepala mu.."
Ucap si wajah oval mengingatkan, lalu dia memberi kode agar kedua rekannya, segera mengikuti nya meninggalkan tempat itu.
Siau Sien Ce wajahnya langsung merah padam, dia terlihat mengepalkan sepasang tinju kecilnya menahan emosi.
Saat mendengar komentar terakhir ketiga dayang itu.
Terutama kalimat terakhir yang menghina dirinya itu.
Dia hampir saja meledak tidak bisa menahan sabar.
Tapi saat teringat, kini dia cuma sendirian, Yu Ming sedang tidak di rumah.
Dia terpaksa menelan semua kekesalannya.
"Kamu tidak mau mengajak ku, emangnya aku tidak bisa pergi sendiri.."
Gumam Siau Sien Ce dalam hati.
Sesaat kemudian dengan langkah buru buru, Siau Sien Ce segera ikut meninggalkan istana Yu Ming Kung.
Sementara itu Yu Ming sendiri setelah menunjukkan plakat ayahnya.
Semua prajurit kahyangan itu sudah siap untuk mengikutinya, di berangkatkan menuju wilayah Utara.
Sebelum berangkat, Yu Ming berdiri di hadapan mereka semuanya untuk menyampaikan beberapa patah kata pemberi semangat,
"Wahai prajurit kahyangan yang gagah perkasa, ! Kalian semuanya, harap dengarkan aku..!
"Saat ini iblis dan siluman mulai merajalela di wilayah Utara, jadi aku akan memimpin kalian semua nya untuk berangkat kesana,..!"
"Kita semua akan pergi kesana,..! untuk membasmi iblis dan siluman jahat, yang mulai meresahkan di wilayah Utara sana..!"
"Kita akan menjalankan tugas mulia, menjaga keamanan dan ketertiban di kahyangan..!"
"Bagaimana apa kalian setuju..!?"
tanya Yu Ming sambil menyapukan pandangannya kearah barisan pasukan kahyangan.
"Kami setuju..!"
"Kami akan ikut dengan pangeran mahkota..!"
"Hidup pangeran Yu Ming..!"
'Hidup pangeran Yu Ming..!"
Ucap pasukan kahyangan bersorak dengan suara gegap gempita.
Yu Ming mengangkat kedua tangannya keatas.
Melihat hal itu, para pasukan kahyangan langsung menghentikan suara teriakan mereka.
Mereka semua kembali menatap kearah Yu Ming dengan penuh perhatian.
Sejenak kemudian, suasana ditempat itu pun kembali hening.
Yu Ming menyapukan pandangannya menatap ke arah pasukan kahyangan.
Dia ingin melanjutkan pengarahan untuk membangkitkan semangat pasukan nya, sebelum mereka berangkat.
Tapi pandangan nya tiba tiba berhenti pada sosok aneh, yang bersembunyi di tengah tengah barisan pasukan kahyangan.
Matanya Yu Ming sangat tajam, dia dengan mudah bisa melihat dengan jelas keanehan sosok itu.
Semua prajurit kahyangan bertubuh tinggi tegap, kepala mereka semua terangkat keatas, menatap kearah nya dengan gagah.
Hanya sosok ini yang berbeda, tubuhnya kecil, seragamnya terlihat kedodoran, kepalanya pun selalu tertunduk kebawah.
Yu Ming langsung menunjuk kearah sosok itu, dan menegurnya.
"Kamu,..! siapa kamu..!? majulah kemari..!"
Beberapa prajurit kahyangan yang berdiri di dekat sosok itu, mereka saling pandang dengan heran.
Mereka saling menoleh dan melihat, akhirnya mereka melihat kejanggalan itu.
Mereka segera bergerak menjauh dari sosok itu.
Sosok bertubuh kecil itu masih terus menundukkan kepalanya.
"Ya kamu yang kepalanya terus tertunduk itu,..!"
"Cepat..! maju kedepan, laporkan siapa diri mu..!?"
Ucap Yu Ming dengan suara agak di keraskan.
Sosok itu melihat sekitarnya, kini terlihat kosong, dia tidak mungkin bisa bersembunyi lagi.
Sambil tersenyum kecut, dia akhirnya mengangkat kepalanya dan berjalan kedepan.
Begitu kepala nya terangkat, melihat siapa sosok tersebut.
Yu Ming langsung menghela nafas panjang, sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Yu Ming menoleh kearah Jendral You dan berkata pelan.
"Jendral You, kamu tolong bantu aku, bawa pengacau itu ke kemah ku.."
"Selesai dari sini, aku akan menanganinya secara pribadi.."
Ucap Yu Ming pelan.
Jendral You mengangguk paham, dia segera bergegas pergi menghampiri sosok bertubuh kecil itu.
Sekali cekal, sosok kecil yang bukan lain adalah Siau Sien Ce, tubuhnya langsung terangkat menggantung di udara.
Jendral You seperti menenteng seekor anak kucing yang nakal, dia langsung membawanya meninggalkan tempat itu.
Tidak lama kemudian, setelah menyelesaikan pengarahan nya.
Yu Ming langsung buru buru menyusul kembali ke kemahnya.
Di dalam kemah nya Yu Ming melihat Siau Sien Ce di paksa berlutut di sana, di bawah todongan senjata, beberapa prajurit kahyangan, yang di awasi langsung oleh jendral You.