LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
PERMOHONAN YU MING


Yu Ti menatap Yu Ming lekat lekat, dan berkata,


"Pilihan kedua adalah kamu menyerah kan semua keputusan, membiarkan aula sidang yang mutuskan semua nya.."


Yu Ming tersenyum pahit dan berkata,


"Sebagai mantan putra mu, aku hanya bisa memilih jalan kedua ayah.."


"Silahkan saja, Ming Er tidak akan berpendapat lagi..'


Yu Ti saking terharunya, dia langsung maju menarik Yu Ming kedalam pelukannya.


Memeluknya dengan erat, dia sudah tidak bisa menahan airmata nya jatuh menitik .


Wang Mu Niang Niang juga ikut maju, untuk memberikan pelukan ke Yu Ming dengan linangan airmata memenuhi wajah.


Yu Ming diam saja, membiarkan kedua orang tua angkatnya memeluknya hingga puas.


Setelah kedua orang tua angkatnya melepaskan pelukannya.


Yu Ming langsung menyodorkan kedua tangannya kedepan, siap untuk di pasangi borgol hukuman.


Yu Ti tentu tidak tega memasangkan borgol ketangan Yu Ming.


Yu Long sambil tersenyum puas, membantu memasangkan borgol di tangan dan kaki Yu Ming.


Jubah kebesaran Yu Ming, berikut hiasan pengikat rambut, sebagai penanda dia putra mahkota semuanya ikut di lepas.


Sehingga kini Yu Ming hanya mengenakan baju lapis dua, berwarna putih polos, dengan rambut bebas terurai.


Sama seperti seorang hukuman, yang sedang menjalani proses keputusan hukuman nya.


Di mana keputusannya akan di putuskan sesaat lagi di ruang sidang istana.


Yu Ming terlihat pasrah, tidak berkomentar apapun, selain mengikuti Yu Long yang membawanya menuju ruangan aula sidang istana.


Kehadiran Yu Ming secara tiba tiba, datang dengan pakaian dan borgol tahanan seperti itu.


Begitu tiba di Nan Thian Men, kehadirannya sudah mengundang tanya besar dari 4 raja langit penjaga Nan Thian Men.


Apalagi saat Yu Ming di giring menuju ruangan aula sidang Istana Halimun Mukjizat.


Keadaan di dalam sana jelas terjadi kehebohan.


Ping Ru Meng yang tadinya sedang melakukan perjalanan pulang ke Kerajaan Es Abadi.


Dia berhasil di susul oleh anak buah Yu Long, dan di minta untuk ikut hadir mewakili Kerajaan Es Abadi.


Untuk menjadi saksi, mendengarkan keputusan sidang yang akan di jatuhkan ke Yu Ming.


Ping Ru Meng setelah berpikir cukup lama, akhirnya dia ikut juga kembali ke Istana Halimun Mukjizat.


Secara kepentingan umum, kepentingan Kerajaan Es Abadi, dia memang wajib datang, untuk mendengarkan pembacaan keputusan hukuman tersebut.


Secara pribadi, sebagai seorang istri yang pernah melalui sembahyang langit dan bumi bersama Yu Ming.


Sudah sepantasnya, dia datang untuk melihat, dan mengantarkan Yu Ming, untuk yang terakhir kalinya, sebelum dia pergi menjalani masa hukuman nya.


Meski di hatinya masih ada sedikit keraguan, Yu Ming adalah pelaku yang menewaskan ayahnya.


Tapi Ping Ru Meng tidak bisa apa apa, semua hal jelas mengarah ke Yu Ming.


Bahkan ayahnya menjelang ajal, juga secara tidak langsung, membenarkan bahwa Yu Ming lah, pelaku di balik peristiwa menyedihkan tersebut.


Sebenarnya hati Ping Ru Meng lah, yang paling hancur, diantara semua orang dalam masalah ini.


Ayah yang di cintai nya pergi untuk selama lamanya, kekasih yang menjadi suami nya, kini harus menjalani hukuman dan putus hubungan darinya.


Dua orang terpenting dalam hidupnya dalam sekejab, kedua nya sekaligus pergi meninggalkan nya.


Dia benar benar sulit menerima kenyataan pahit dan menyedihkan tersebut.


Saat Yu Ming di hadirkan di ruang sidang, begitu dia melihat keadaan Ping Ru Meng, yang hadir di sana dengan seluruh rambutnya, yang kini terlihat pendek sebahu, dan seluruh warna rambutnya berubah menjadi putih.


Yu Ming merasa hatinya seperti sedang di remas remas, rasa sakit itu bahkan melebihi luka kematian apapun.


Yu Ming hampir tidak kuat menahan diri, untuk tidak berlari menghampirinya dan berusaha menghiburnya.


Tapi menghadapi kenyataan, bahwa dia lah penyebab semua tragedi ini.


Yu Ming hanya bisa terdiam pasrah, menatap kearah Ping Ru Meng dengan tatapan mata penuh penyesalan, dan rasa bersalah yang mendalam.


Begitu acara sidang di buka, sebagian besar dewa yang sangat menghormati Yu Ming.


Mereka menolak keputusan agar Yu Ming di jatuhi hukuman berat, di buang ke alam neraka, ataupun di buang kealam manusia.


Setelah melalui perdebatan sengit, akhirnya di ambil keputusan.


Yu Ming di jatuhi hukuman penyegelan kekuatan, dan di hukum buang ke daerah Utara, yang tandus dan dingin untuk waktu tak terbatas.


Setelah keputusan diambil, Yu Ti secara pribadi bertanya ulang ke Ping Ru Meng


"Meng Er,..bagaimana menurutmu ? dengan keputusan hukuman buang yang akan di jalani oleh Yu Ming.."


"Apakah kamu ada berkeberatan atau merasa hukuman ini terlalu ringan untuk nya..?"


Ping Ru Meng tanpa sadar menatap kearah Yu Ming, sejenak mereka berdua saling beradu tatap.


Yu Ming membalas tatapan mata Ping Ru Meng dengan tatapan mata menyesal dan merasa bersalah.


Sedangkan bibirnya terlihat tersenyum lembut, mewakili perasaan nya, bahwa dia rela menjalani hukuman apapun, yang di putuskan untuk nya, tanpa penyesalan.


Dia layak menerima nya, karena semua kekacauan dan tragedi menyedihkan ini terjadi.


Semua berawal dari nya, bila dia tidak pergi meninggalkan pesta, tentu semua ini tidak akan terjadi.


Setelah saling beradu tatap sejenak, Ping Ru Meng akhirnya berkata,


"Silahkan saja, aku tidak punya pendapat.."


Yu Ti kini menatap kearah putra angkatnya dan berkata,


"Ming Er bagaimana menurut mu, keputusan sidang ini cukup adilkah..?"


Yu Ming tersenyum pahit dan berkata,


"Ayah.. bolehkah aku memanggil mu ayah untuk yang terakhir kalinya..?"


Yu Ti menghapus dua butir air beningnya yang runtuh dan berkata,


"Tentu saja boleh nak, kapan pun kamu mau, kamu bebas memanggilnya.."


"Bagi aku dan ibu mu, kamu selamanya tetap adalah putra kami.."


Ucap Yu Ti penuh perasaan.


"Baiklah terimakasih ayah, Budi baik ayah dan ibu, selamanya, Ming Er tidak berani melupakan nya.."


"Ayah ijinkan lah Ming Er untuk berbicara beberapa patah kata dengan istri ku.."


"Apa itu boleh..?"


Yu Ti menoleh kearah Ping Ru Meng, dan berkata,


"Bagaimana pendapat mu Meng er...?"


Ping Ru Meng menghela nafas dan mengangguk pelan.


Bagaimana pun dan apapun yang terjadi ikatan perasaan itu masih ada.


Dia tetap tidak bisa menghilangkan nya begitu saja, meski dia ingin perasaannya dan hati kecilnya tetap tidak mengijinkannya.


Mendapatkan persetujuan dari Ping Ru Meng, Yu Ti segera memberi kode pada semuanya.


Agar sementara meninggalkan ruang sidang, memberi kesempatan pada Yu Ming untuk berbicara empat mata dengan istrinya.


Sesaat kemudian seluruh ruangan pun sepi, hanya tersisa Yu Ming dan Ping Ru Meng.


Yu Ming berjalan menghampiri Ping Ru Meng yang berdiri diatas anak tangga sana