LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
SILUMAN KURA KURA


"Begini Yang Mulia, "


Ucap Dewa Bintang setelah mendapat ijin bicara dari rekannya Dewa Er Lang.


"Dewa Er Lang, Dewa Pagoda, dan Nacha, mereka bertiga belum lama sembuh dari luka ."


"Dalam misi ini Iblis yang berhasil kabur, di antaranya ada Iblis Api dan Iblis Es, juga ada Iblis Neraka dan Iblis kegelapan.."


"Selain itu masih ada Iblis mimpi dan beberapa iblis lainnya, serta siluman besar kecil, yang tidak terhitung "


"Aku khawatir, kekuatan mereka tidak akan cukup, untuk menyelesaikan misi berat ini.."


Ucap Dewa Bintang berterus terang, mengemukakan pendapatnya.


Yu Ti mengangguk pelan dan berkata,


"Lalu menurut pendapat mu, siapa lagi yang di perlukan dalam misi ini..?"


"Hormat Yang Mulia, selain Pangeran Mahkota Yu Ming sendiri, yang turun tangan."


"Aku rasa tidak akan ada kandidat lain lagi, yang lebih tepat dalam menyelesaikan misi ini ."


Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang saling pandang.


Wang Mu Niang Niang terlihat menggelengkan kepalanya, tidak setuju.


Karena Yu Ming sedang dalam proses perjodohan, bulan depan tanggal pertunangan nya, sudah di tentukan.


Bila dia menjalankan misi yang tidak tahu kapan selesai ini.


Pertunangan nya otomatis akan mengalami pembatalan, dan kemungkinan terancam gagal.


Hal ini akan berdampak buruk pada hubungan baik kedua kerajaan.


Yu Ti juga menyadari hal ini, dia juga serba salah, sulit mengambil keputusan.


Bila ada 8 Dewa hadir di sana, mungkin akan lebih mudah.


Tapi ke 8 Dewa tersebut saat ini justru sedang berkelana, untuk melakukan Dharma bakti mereka, menolong semua mahluk hidup.


Sehingga mereka ber 8 sulit di hubungi dan tidak tahu di mana keberadaan mereka saat ini.


Sedangkan Dewa Bintang, Dewa Matahari, Dewa Bulan, Dewa Hujan, Dewa Angin, Dewa Petir, mereka sulit di tarik.


Karena mereka masing masing sudah mengemban tugas, yang tidak mungkin bisa di tinggalkan berlama lama.


Bila di paksakan, dunia manusia bisa alami kekacauan nantinya.


Di saat Yu Ti sedang bingung menentukan keputusan.


Yu Ming yang merasa tidak tega, dengan kebingungan kedua orang tua nya, segera maju kedepan.


Memberi hormat dan berkata,


"Ayah dan Ibu jangan bingung, biarkan saya yang ikut pergi jalankan misi ini.."


"Saya janji, apapun hasilnya, tanggal 15 bulan depan, saya pasti kembali untuk menjalani acara pertunangan saya.."


"Setelah itu, saya baru kembali lagi melanjutkan misi saya.."


"Syukur syukur misi sudah selesai sebelum tgl 15 bulan depan.."


"Maka semuanya akan menjadi lebih mudah.."


Ucap Yu Ming mencoba memberi solusi, juga untuk meyakinkan ayahnya, agar tidak ragu mengambil keputusan.


Yu Ti menghela nafas panjang dan akhirnya berkata,


"Baiklah anak ku, permohonan mu di ijinkan, silahkan berangkatlah untuk menjalankan misi mu.."


"Kami semua di sini menunggu kabar baik dari mu.."


Ucap Yu Ti memutuskan.


Yu Ming memberi hormat kearah ayah ibunya, juga kepada kedua ibu tirinya yang hadir di sana.


Setelah itu, dia pun berangkat meninggalkan ruangan aula, mengikuti Dewa Er Lang, Dewa Pagoda, dan Nacha.


Saat mereka berempat tiba di Nan Thian Men, Siau Thian Cuan terlihat sudah menanti di sana dengan setia.


"Kakak Misan dengan bantuan Siau Thian Cuan. Aku rasa, para iblis dan Siluman akan lebih cepat kita ketemukan.."


Dewa Er Lang tersenyum dan berkata


"Semoga saja,"


"Siau Thian Cuan,..ayo kita berangkat, segeralah temukan mereka.."


Siau Thian Cuan mengangguk cepat, lalu dia langsung berubah kebentuk asalnya, berupa seekor anjing bertubuh tinggi besar, dengan moncong agak panjang dan lancip kedepan.


Kedua telinga nya, terlihat berdiri keatas, Siau Thian Cuan terlihat masih mengenakan rompi perangnya.


Meski sudah berubah menjadi seekor anjing, rompi itu adalah rompi khusus, yang bisa menyesuaikan bentuk tubuh pemiliknya.


Rompi itu Dewa Er Lang dapatkan dari Raja Naga laut timur.


Dia sendiri sudah punya rompi perang.


Jadi rompi perang dari Raja Naga Laut Timur, dia berikan ke pelayan setianya, Siau Thian Cuan.


Keempat Dewa itu melesat menjadi sebuah cahaya, bergerak cepat mengikuti cahaya terdepan, yang mewakili keberadaan Siau Thian Cuan.


Mereka bergerak cepat menembus langit lapis demi lapis, menuju dunia ramai.


Sementara mereka terus bergerak ke alam manusia, untuk menangkap Siluman.


Di istana Kerajaan Es Abadi sendiri, setelah menunggu nunggu Yu Ming penuh kerinduan selama tujuh hari.


Tanpa kabar berita


Yu Ming sendiri juga tidak pernah datang menemuinya, sesuai janji nya.


Ping Ru Meng akhirnya tidak bisa bersabar lagi, setelah meminta ijin pada ayahnya, dengan di kawal oleh 4 orang dayangnya.


Ping Ru Meng seorang diri berangkat ke Nan Thian Men,


Ping Ru Meng berhasil melewati Nan Thian Men tanpa masalah.


Karena Ping Ru Meng memegang plakat pas bebas keluar masuk ke Istana Halimun Mukjizat.


Tapi saat dia tiba di istana Yu Ming Kung.


Dari pelayan Yu Ming , Ping Ru Meng mendengar kabar Yu Ming, sudah berangkat dari tujuh hari yang lalu, pergi menjalankan misi ke dunia.


Mendengar kabar berita itu, Ping Ru Meng, akhirnya hanya bisa memutuskan untuk kembali ke Kerajaan Es Abadi, dengan penuh kekecewaan dan kesedihan.


Semua harapan dan mimpinya, untuk bertemu Yu Ming, akhirnya hancur berantakan, dia hanya memperoleh kekecewaan dan kesedihan, yang di bawanya pulang kembali ke Kerajaan Es Abadi.


Dia hanya bisa berdoa dan berharap, semoga Yu Ming bisa menepati janjinya, pulang tepat waktu di hari pertunangan mereka.


Atau dia pasti akan menuai malu besar dan pergunjingan dari seluruh rakyatnya, yang ada di Kerajaan Es Abadi.


Yu Ming sendiri setelah tiba di dunia, mereka berempat di bawa oleh Siau Thian Cuan, menuju sebuah pegunungan es, yang seluruh permukaannya tertutup oleh salju.


Di tengah tengah pegunungan yang terletak di wilayah barat itu, di salah satu puncak gunung, yang sangat sepi.


Siau Thian Cuan mendarat tepat di depan sebuah halaman bangunan biara kuno yang sepi.


Sesaat kemudian Yu Ming, Dewa Er Lang, Dewa Pagoda dan Nacha, mendarat menyusul di samping Siau Thian Cuan.


Siau Thian Cuan terlihat terus menyalak dan mengendus ngendus, di seputar halaman kuil kuno itu.


"Auow..! Ouww..! "Auow..! Ouww..!"


"Auow..! Ouww..! "Auow..! Ouww..!"


"Auow..! Ouww..! "Auow..! Ouww..!"


Melihat keanehan tersebut, Dewa Er Lang segera menggunakan mata ketiganya, untuk menyinari bangunan biara kuno tersebut.


Setelah terkena sinar dari mata ketiga Dewa Er Lang, terlihatlah bentuk sebenarnya dari bangunan tersebut, ternyata adalah jelmaan dari seekor kura kura Siluman Raksasa.


Moncong kura kura itu menjadi pintu masuk biara kuno itu, sedangkan kaki kura kura itu, menjadi pilar bangunan tersebut.


Tempurung kura kura itu, menjadi induk bangunan tersebut .