
Selesai berkata, nenek tua itu langsung menghilang menjadi segumpal cahaya melesat menghilang dari tempat itu.
Sesaat kemudian dia sudah muncul di samping seorang wanita lain nya, yang juga terlihat sedang terbaring pingsan seorang diri.
Wanita malang itu hanya di temani oleh sesosok jabang bayi bertubuh sehat dan montok, di antara sela sela kedua kakinya.
Nenek itu dengan gerakan sangat cepat, sebelum wanita itu sadar dari pingsannya.
Dia langsung, membantu memotong Ari Ari, bayi montok itu.
Setelah nya dengan gerakan cepat, dia menukar posisi bayi imut di dalam gendongan nya, dengan bayi montok sehat yang sedang terbaring diatas tumpukan jerami.
Kemudian Nenek itupun menghilang dari sana, bersama bayi montok yang ternyata berjenis kelamin laki-laki.
Sedangkan bayi yang dia tukarkan ke wanita malang itu, adalah bayi mungil berjenis kelamin wanita.
Nenek itu setelah kembali ke sisi junjungan nya, dengan hati hati. Dia meletakkan bayi berjenis kelamin laki laki itu di samping junjungan nya.
"Niang Niang bangunlah, lihat Putra mu yang montok dan sehat, sudah tidak sabar menunggu Niang Niang memeluknya.."
Bisik Nenek tua itu, sambil membantu menyalurkan hawa dewa ke tubuh Junjungan, agar segera sadarkan diri.
Sesaat kemudian wanita cantik itu, yang bukan lain adalah Wang Mu Niang Niang, akhirnya tersadar dari pingsannya.
"Terimakasih nenek Meng Po, "
Ucap Wang Mu Niang Niang pelan, sambil menggeser sedikit badannya, menghadap kearah putranya, yang sedang tertidur pulas di sampingnya.
"Nenek Meng Po, dia kah putra ku,? aduh sungguh imut dan lucu sekali dia.."
"Lihat dia sungguh sungguh sangat tampan, sangat mirip dengan ayahnya.."
Ucap Wang Mu Niang Niang sambil tersenyum girang.
Dengan tidak sabar, dia segera menundukkan wajahnya untuk mencium sepasang pipi bayinya yang putih halus dan montok.
Bayi montok yang sedang tertidur pulas itu, malah tersenyum lebar, saat pipinya di ciumi oleh Wang Mu Niang Niang.
Hal ini tentu saja membuat Wang Mu Niang Niang semakin kegirangan.
Dia hampir saja bersorak gembira, bila tidak ingat putranya itu sedang tidur pulas, dan dia bisa mengangetkan nya.
Nenek Meng Po yang berwajah dingin, ikut sedikit tersenyum. Saat dia melihat kegembiraan junjungan nya.
"Yang Mulia Ratu, Yang Mulia kaisar langit masih di luar sana menunggu.."
"Bagaimana bila aku pergi undang beliau datang kemari, agar bisa melihat langsung pangeran putra mahkota kecilnya.."
"Juga agar putra mahkota bisa segera di beri nama.."
ucap nenek Meng Po mengingatkan junjungan nya.
Wang Mu Niang Niang mengangguk pelan, dan berkata,
"Pergilah Meng Po, terimakasih banyak.."
"Yang Mulia Ratu tidak perlu sungkan untuk itu.
Itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab hamba sebagai abdi Niang Niang."
Ucap Nenek Meng Po penuh hormat, setelah nya dia segera berlalu dari sana.
Sesaat kemudian kaisar langit pun tiba di dalam ruangan.
Beliau terlihat di temani oleh dua selirnya yang lain.
Dimana kedua selir itu juga terlihat tengah mengandung.
Mereka adalah selir sayap emas Fei Yen dan selir putri salju Ping Lian.
Selir sayap emas usia kandungan nya sudah memasuki bulan ke 5, sedangkan selir putri salju usia kandungan nya memasuki bulan ke 7.
"Selamat ya kak, kakak telah melahirkan putra mahkota buat Yang Mulia.."
ucap kedua selir kaisar langit kompak, sambil memberi hormat sesuai adat sopan santun kerajaan mereka masing masing.
Selir sayap emas memberi penghormatan dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dada, sambil sedikit menundukkan badan nya kebawah.
Sedangkan selir Putri salju memberi hormat dengan kedua tangan memegang kanan kiri gaun dipinggangnya, lalu kakinya sedikit ditekuk kebawah.
Wang Mu Niang Niang tersenyum lembut dan berkata,
"Aku juga doa kan agar kalian juga segera dapatkan seorang putra, sehingga bisa menjadi teman main kakak mereka.."
Ucap Wang Mu Niang Niang sambil tersenyum ramah.
"Terimakasih kak.."
Jawab kedua selir itu kompak.
Wang Mu Niang Niang menoleh kearah Kaisar Langit, yang ternyata, malah terlihat sedang asyik menggendong putranya.
Di mana bayi, yang tadinya terlihat sedang tertidur pulas, kini malah terlihat sedang tertawa cekikikan.
Sedang di ajak bercanda oleh ayahnya.
Kaisar Langit terlihat sedang menempelkan jenggotnya, kearah pipi dan leher putranya.
Kaisar Langit sendiri juga terlihat sangat gembira dan terus tersenyum lebar, hingga matanya sedikit basah dan berkaca kaca saking bahagianya.
Wang Mu Niang Niang sambil tersenyum lembut berkata,
"Yang Mulia,.. jangan terus bercanda dengannya,..putra kita belum di beri nama.."
"Yang Mulia harus kabari berita bahagia ini ke Sheng Mu dan Thian Cun.."
"Bila bukan berkat usaha mereka, kita juga tidak mungkin bisa punya Putra mahkota, yang kelak akan menjadi legenda terkuat di seluruh kahyangan ini.."
ucap Wang Mu Niang Niang mengingatkan.
Kaisar Langit, seperti baru tersadar, dia buru buru mengembalikan pangeran mahkota kecilnya, ke Wang Mu Niang Niang.
"Kamu benar sekali, aku hampir saja lupa, aku akan segera mengabari mereka, dan segera memohon petunjuk dari mereka."
Ucap Kaisar Langit cepat.
Setelah itu, dia segera membaca mantra, lalu membuat sebuah lingkaran cahaya di udara.
Dari bagian tengah lingkaran cahaya itu, kini terlihat Tiga Maha Dewa Agung dan Tai Yuan Sheng Mu sedang duduk berdampingan melihat kearah mereka semuanya.
Mereka semua yang hadir disana, segera mengikuti kaisar langit berlutut memberi hormat kepada Tiga Maha Dewa Agung dan Tai Yuan Sheng Mu.
Tentu saja Wang Mu Niang Niang, terkecuali, dia hanya memberi hormat sambil duduk bersimpuh di atas pembaringannya, dengan kedua tangan menggendong bayinya.
Setelah memberikan penghormatan kaisar langit baru berkata,
"Tiga Maha Dewa Agung dan Sheng Mu, terimakasih banyak, atas pemberian anugrah, yang terbaik ini buat kami sekeluarga.."
"Kini calon putra mahkota kami telah lahir, kami sungguh berharap.."
"Tiga Maha Dewa Agung, dan Sheng Mu, sudi kira nya Yang Agung, bersedia membantu kami memberikan anugrah sebuah nama, yang pantas buat calon putra mahkota kami ini.."
ucap Kaisar Langit penuh hormat.
"Yuan Se Thian Cun tersenyum lembut dan berkata,
"Baiklah,.. putra mu tercipta dari bola cahaya energi dewa dan roh dewa yang dari kegelapan, menuju kearah cahaya terang..."
"Untuk itu sebaiknya kita berikan dia nama Yu Ming, biar kelak masa depannya, akan selalu di penuhi dengan cahaya terang.."
ucap Yuan Se Thian Cun sambil tersenyum lembut.
"Terimakasih banyak Thian Cun, Tiga Maha Dewa Agung, Sheng Mu,.."
"Terimakasih banyak atas nama yang sangat baik ini.."
ucap Kaisar langit sambil menyembah dengan penuh hormat.
Yang lain pun segera mengikutinya.
Yuan Se Thian Cun tersenyum lembut dan berkata,
"Ti er,.. didiklah Ming Er dengan baik.."
"Dia memiliki kemampuan dan kekuatan yang sangat tidak biasa.."
"Jangan sampai dia tersesat dan salah jalan, bila itu terjadi.."
"Maka sesuatu yang seharusnya menjadi berkah, malah bisa berbalik berubah menjadi bencana dan petaka bagi seluruh alam semesta.."