
Di bawah anak tangga itu, terlihat para Dewa Dewi berdiri di samping kiri kanan anak tangga.
Para Dewa Dewi itu berbaris mengikuti jabatan dan pangkat mereka masing masing.
Semakin tinggi levelnya, dia akan berada di anak tangga tertinggi, tentu saja mereka tetap di bawah Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang.
Yu Ming dengan tenang berjalan di depan. Siau Sien Ce mengikuti nya dari belakang dengan kepala tertunduk.
Mereka berdua berjalan melintasi lapangan luas, di mana di kiri kanan lapangan, terlihat di penuhi oleh Prajurit dan Jendral langit, yang berbaris dengan rapi.
Yu Ming baru menghentikan langkahnya, saat dia berada tepat di ujung anak tangga bagian paling bawah.
Di sana dia berlutut dengan kaki sebelah, sedangkan Siau Sien Ce, dia terlihat ikut berlutut dan menyembah kearah kaisar langit dengan penuh hormat.
"Lapor Yang Mulia,..Ming er telah kembali dari menjalankan tugas, menolong umat manusia dari gangguan siluman..!"
Ucap Yu Ming sambil memberi hormat.
"Bangunlah putra ku, semua kegiatan dan pertempuran mu di alam manusia..kami semua sudah melihat nya."
"Ayah, ibu, dan para Dewa Dewi, yang hadir di sini, kami semua turut bangga dengan mu.."
Ucap Kaisar Langit sambil tersenyum bangga.
Kaisar langit melakukan gerakan, mengulapkan tangannya ke depan.
Di bagian tengah anak tangga, terlihat muncul sebuah cahaya, yang bagian tengahnya. Memperlihatkan semua kegiatan yang Yu Ming jalani di alam manusia.
Semua pertarungan dengan penuh resiko, yang di lakukan oleh Yu Ming.
Semuanya terlihat jelas di sana, seperti siaran ulang tayangan layar lebar.
Semua prajurit langit dan Jendral langit, semuanya menonton dengan penuh kagum.
Diantara mereka juga terlihat bersorak sorak dan bertepuk tangan dengan meriah, setiap Yu Ming memenangkan pertempurannya.
Suasana gembira dan suka cita memenuhi seluruh tempat tersebut.
Para Dewa Dewi dari yang level tinggi, hingga yang level rendah, mereka semua, juga ikut tersenyum gembira dan bertepuk tangan buat Yu Ming.
Hampir semua yang hadir di sana bertepuk tangan buat Yu Ming.
Kecuali dua selir Yu Ti.
Selir Ping Lian, yang berasal dari kerajaan Es Abadi dan selir Fei Yen, yang berasal dari kerajaan Dewa Dewi Bersayap.
Kedua selir itu hanya menanggapi dingin, atas prestasi yang Yu Ming tunjukkan.
Di samping selir Ping Lian berdiri seorang pemuda tampan berambut putih bermata biru.
Dia juga terlihat tersenyum dingin, tidak memberikan respon apapun, sama seperti ibunya.
Dia adalah putranya Ping Lian dan Yu Ti, yang di beri nama Yu Long, atau biasanya di panggil pangeran kedua.
Berbeda dengan sikap Yu Long, di samping selir Fei Yen, yang juga berdiri seorang pemuda tampan, yang berwajah ramah dan selalu di penuhi keceriaan.
Dia adalah Pangeran Yu Lek atau pangeran ketiga, putranya selir Fei Yen dengan Yu Ti.
Pangeran Yu Lek dengan gembira di penuhi senyum ceria, dia tidak berhenti memberikan tepuk tangan, dengan sangat meriah, menyambut kepulangan kakak pertama nya Yu Ming.
Hubungan mereka berdua memang lebih dekat, ketimbang hubungan Yu Ming dengan Yu Long pangeran kedua, yang selalu bersikap dingin angkuh dan kaku itu.
Lebih dari itu, hubungan Yu Lek dan Yu Long malah jauh lebih parah.
Mereka saling membenci dan saling tidak menyukai satu sama lainnya.
Yu Long tidak menyukai Yu Ming, karena dia selalu menganggap Yu Ming sebagai rivalnya dalam berbagai hal.
Sedangkan terhadap Yu Lek, Yu Long cenderung meremehkan adik ketiganya, yang dia pandang sebagi anak manja tidak mandiri penakut, yang tidak berguna.
Tapi Yu Ming sendiri tidak pernah menanggapi sikap Yu Long.
Berbeda dengan Yu Ming, Yu Lek justru memilki pemikiran berbeda.
"Putra ku, atas prestasi dan jasa jasa mu ini, apa yang kamu inginkan..!?"
"Katakan saja,..? ayah pasti akan berusaha memenuhinya untuk mu..!"
Ucap Kaisar Langit sambil tersenyum lembut kearah putranya.
"Salam hormat Yang Mulia Ming Er tidak menginginkan apapun.."
"Ming er hanya berharap, Yang Mulia bisa ijinkan Ming Er memiliki seorang pelayan pribadi.."
"Namanya Siau Sien Ce,.. Ming Er berharap, Yang Mulia sudi mengabulkan permohonan ini.."
Lalu dia berkata,
"Putra ku bukan kah di Istana mu, dayang dayang dan pelayan sudah ada..?"
"Apa belum cukup juga..?"
Tanya Yu Ti sambil menatap kearah putranya dengan serius.
Yu Ti sebenarnya keberatan untuk memasukkan seseorang, yang asal usulnya tidak jelas, tinggal di dalam satu komplek dengan para Dewa Dewi kahyangan.
Tidak sembarang orang bisa tinggal di kahyangan, apalagi di dalam wilayah kekuasaan Ling Xiao Bao Tian.
Yu Ming menatap kearah ayahnya dengan berani dan berkata,
"Semua dayang dan pelayan, ayah boleh tarik kembali, Ming Er sama sekali tidak membutuhkan mereka.."
"Yang Ming Er inginkan adalah seorang teman sahabat yang mengerti Ming Er.."
"Sama seperti Siau Sien Ce ini.."
Ucap Yu Ming bersikeras.
Yu Ti kehabisan akal menghadapi putra kesayangannya ini.
Akhirnya sambil menghela nafas panjang, dia berkata,
"Ming er putra ku, peraturan di kahyangan, terutama di dalam komplek Ling Xiao Bao Tian sangat banyak.."
"Kami bukannya tidak tahu, ayah akan ijinkan permintaan mu.."
"Tapi ayah harap kamu bisa mengawasinya dengan baik."
"Setiap kesalahannya, akan menjadi tanggung jawab mu, untuk ikut menerima hukuman bila dia melakukan kesalahan.."
"Apa kamu paham..?"
Ucap Yu Ti mencoba mengingat kan Yu Ming kembali, akan resikonya.
Yu Ming tersenyum girang, dia langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan ayahnya, Siau Sien Ce yang tidak mengerti hanya bisa ikut menyembah kearah Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang secara bergantian.
"Terimakasih Yang Mulia, Ming Er mengerti dan paham, Ming Er akan selalu mengingat pesan ayah.."
"Ming er tidak akan membiarkan dia, melakukan pelanggaran, apapun itu alasannya.."
Ucap Yu Ming penuh tekad.
Kaisar Langit mengangguk, lalu berkata,
"Apa ada hal lainnya ?"
Yu Ming terdiam sejenak, kemudian dia berkata,
"Yang Mulia, Ming Er mendengar di daerah Utara, setelah melewati Bei Thian Men, yang di jaga oleh kakak misan Yang Jian.."
"Ming er dengar di sana ada sebuah dimensi, yang di dalamnya banyak di isi penghuni, seperti siluman, iblis, dan raksasa yang sulit kita tahlukkan.."
"Ming Er ingin pergi kesana menahlukkan mereka buat Yang Mulia.."
"Bolehkah Yang Mulia, ijinkan Ming er berangkat kesana, untuk melakukan penahlukkan..?"
Yu Ti menghela nafas panjang dan berkata,
"Sebaiknya kamu tidak pergi kesana.."
"Di sana bukan tempat yang bisa kamu datangi, untuk sekedar
bermain-main."
"Sedikit ada kesalahan .. kamu bisa pergi tidak mungkin bisa kembali.."
"Sebaiknya kamu batalkan saja niat mu itu, kultivasi mu belum cukup untuk mendatangi tempat itu.."
ucap Yu Ti serius.
Yu Ming meski kecewa, tapi dia tidak berani memaksanya.
Jadi dia hanya bisa menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Baiklah Yang Mulia, Ming Er akan indahkan nasehat Yang Mulia.."
"Ming er akan berlatih lebih rajin lagi, agar kelak bisa bantu Yang Mulia tahlukkan wilayah terlarang itu.."