LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
PEMBELAAN DEWA BINTANG


"Pergunakan para tahanan, untuk membawa kita masuk ke tempat persembunyian mereka.."


Ucap Zhong Li Quan pemimpin 8 dewa yang hadir di sana.


"Ide bagus.."


Ucap ke 7 rekannya, memberikan dukungan.


"Layak di coba, kita bisa menyeret mereka sebagai tameng kita untuk masuk."


Ucap Dewa matahari memberikan usulan nya.


Yu Ming mengangguk sambil tersenyum, tapi dia tidak berkomentar.


Dia masih menunggu ide dari yang lainnya.


Tapi setelah menunggu beberapa waktu, tidak juga ada lagi, yang berkomentar.


Dia akhirnya buka suara dan berkata,


"Aku setuju dengan pendapat Dewa Matahari, hanya sebelum esok pagi kita melakukan nya, secara besar besaran.."


"Tidak ada salahnya, bila malam ini, kita membawa beberapa tahanan pergi mencobanya.."


"Bila berhasil, kita besok pagi, bisa langsung menggunakan semua tahanan kita, sebagai tameng, untuk melewati pembatas itu."


Bila tidak, kita semua tidak perlu capek capek menyeret para tahanan kita kesana."


"Lebih baik kita manfaatkan waktu yang berharga untuk beristirahat, hingga ada rencana yang tepat, baru kita bergerak.."


Ucap Yu Ming, memberi usul tambahan.


Jendral You dan Jenderal Cuo melangkah kedepan dan berkata,


"Pangeran mahkota, biar kami berdua memimpin beberapa orang, pergi mencobanya.."


Yu Ming mengangguk setuju, lalu dia mengedarkan pandangannya dan berkata,


"Siapa lagi yang ingin pergi bantu, mencobanya..?"


"Biar kelima putra ku, memimpin beberapa orang kami, ikut pergi mencobanya.."


Ucap Dewa Matahari memberikan dukungan.


"Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi lihat ke sana sekarang.."


Ucap Yu Ming, sambil bergerak menuju pintu kemahnya.


Para Dewa Dewi segera mengikuti Yu Ming meninggalkan perkemahan.


Mereka semua langsung menuju lokasi di mana perisai Hawa Iblis berada.


Jendral You dan Jendral Cuo memerintahkan beberapa prajurit kahyangan, segera menyeret beberapa pasukan iblis.


Kemudian mereka mencoba masuk melewati perisai dengan menyeret beberapa tawanan itu sebagai tameng mereka.


Tapi hasilnya sungguh di luar dugaan, tawanan bisa masuk, tapi mereka tidak.


Mereka malah kehilangan tawanan, yang kini terlihat sedang mencoba melarikan diri .


Untungnya para tawanan itu kakinya diikat dengan tali rantai,


Sehingga saat mereka mencoba melarikan diri, prajurit kahyangan tinggal menarik mereka keluar lagi.


Lima putra Dewa Matahari bersama beberapa prajuritnya, juga ikut mencobanya.


Tapi hasilnya sama saja, mereka juga terpaksa menarik tawanan mereka keluar lagi dari balik perisai Hawa Iblis.


Hasil mengejutkan ini, membuat mereka semuanya saling pandang.


Mereka yang tadinya berharap banyak dengan cara ini, seperti petunjuk Kaisar Langit beberapa waktu lalu.


Kini mereka semua harus menemukan kenyataan, ide itu ternyata tidaklah berhasil.


Tawanan mereka, tidak bisa membantu mereka masuk.


Di saat semuanya sedang kebingungan, memikirkan cara untuk bisa masuk.


Yu Ming pun berkata,


"Ayo kita kembali saja ke kemah, untuk melakukan perundingan lebih lanjut."


Akhirnya mereka semua bubar dari sana dan kembali ke perkemahan Yu Ming.


Saat memasuki kemah, melihat kehadiran Dewa Er Lang, Dewa Pagoda dan Nacha, juga Dewa Bintang sudah hadir di kemahnya.


Yu Ming segera menghampiri mereka dan berkata,


"Kakak misan, Dewa Pagoda Nacha, bagaimana keadaan kalian bertiga..?"


Yu Ming menatap kearah mereka bertiga dengan cemas.


Dewa Pagoda sambil tersenyum berkata,


"Sudah tua tidak berguna lagi, bila bukan karena bantuan Dewa Bintang."


"Takutnya yang tua ini, sekarang sudah tidak bisa berbicara lagi dengan Pangeran Mahkota..'


Yu Ming tersenyum menanggapi Ucapan Dewa Pagoda dan berkata,


"Menang kalah itu biasa, tak perlu diambil hati.."


"Cepat pulih adalah yang terpenting.."


Lalu dia menoleh kearah Nacha dan Dewa Er Lang secara bergantian dan berkata,


Dewa Er Lang tersenyum pahit dan berkata,


"Luka kami cukup parah, kemungkinan akan sulit ikut berpartisipasi."


"Bagaimana keadaan di sini,?"


"Aku dengar kamu berhasil mengalahkan Iblis Asura, dan menangkap cukup banyak Siluman, Raksasa, dan Pasukan Kerajaan Iblis.... benarkah..?"


Tanya Dewa Er Lang, sambil menatap kearah Yu Ming penuh kagum.


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Semua berkat kerjasama dan bantuan dari para Dewa Dewi, yang mendukung misi ini.."


"Tapi meski kami berhasil memukul mundur mereka, tugas kami belum lah selesai.."


"Kita belum bisa membongkar hawa pelindung Kerajaan Iblis, seperti yang pernah kakak misan ceritakan tempo hari.."


"Jadi pekerjaan kita baru setengah jalan, belum tuntas."


Ucap Yu Ming menjelaskan kesulitan, yang sedang mereka hadapi saat ini.


"Apa Pangeran Mahkota punya cara atau solusi untuk hal ini.."


Tanya Nacha pelan.


Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kami kembali kemari, tujuannya ya, kami ingin merundingkan hal itu.."


"Apa kamu sudah mencoba petunjuk ayah mu, membawa beberapa Siluman, untuk membawa kita masuk kedalam..?"


Ucap Dewa Er Lang mencoba mengingatkan.


Yu Ming menghela nafas dan berkata,


"Tentu saja sudah, tapi hasilnya sangat tidak sesuai harapan."


"Kami semua meski sudah membawa tahanan, untuk membawa kami menembusnya, tap hasilnya nihil.."


"Siluman bisa masuk, tapi kami tidak ."


Ucap Yu Ming menjelaskan dengan ekspresi wajah kecewa.


"Mungkin siluman'nya harus banyak dan bergerombol, kakak dan yang lainnya menyelip di antar mereka, mungkin bisa.."


Ucap Siau Sien Ce memberi usul dari belakang Dewa Bintang.


Setelah dia bicara, Yu Ming baru memperhatikan kedua orang yang ikut hadir, tapi terlihat berlindung di belakang Dewa Bintang.


"Kalian berdua kenapa kemari ?"


"Kenapa tidak menunggu di kemah sana..?"


Tanya Yu Ming sambil mengerutkan keningnya, penuh teguran.


"Pangeran Mahkota jangan kesal dan salahkan mereka dulu, justru untung mereka berdua datang."


"Bila tidak, Yang tua ini sendirian, mana sanggup mengobati 4 orang yang terluka."


"Kita semua justru berhutang terimakasih kepada mereka berdua ini.."


Yu Lek dan Siau Sien Ce di belakang sana mengedik ngedikkan kepala mereka.


Mereka seolah olah ingin mengatakan nah Lo,.. untung ada kami, bukannya berterima kasih malah menyalahkan.


Yu Ming tentu paham apa yang di pikirkan oleh kedua orang itu.


"Ya sudah, sekarang bantuan kalian tidak di perlukan lagi.."


"Kalian langsung kembali ke kemah saja, malam ini juga.."


"Tempat ini sangat tidak aman, perang besar kapan pun bisa pecah, di sini sangatlah berbahaya, tidak boleh di buat main main.."


Ucap Yu Ming tegas.


"kakak ini,.."


Ucap Yu Lek kurang puas.


Tapi dia tidak berani membantah, sehingga dia segera menarik tangan Siau Sien Ce. berjalan hendak meninggalkan tempat tersebut.


"Kalian berdua tunggu,..!"


Panggi Dewa Bintang cepat.


Yu Lek dan Siau Sien Ce segera menghentikan langkahnya.


Mereka berdua menoleh kearah Dewa Bintang, dengan tatapan mata tak berdaya.


Dewa Bintang memberi hormat kearah Yu Ming dan berkata,


"Pangeran Mahkota, biarlah mereka berdua ikut dengan hamba."


"Bila ada yang terluka, mereka bisa bantu hamba merawat yang terluka.."


"Sungguh di sayangkan, bila tenaga mereka di anggur kan di kemah.."


"Lagipula di sini ramai, bisa saling jaga, di kemah sepi, bila ada bahaya, justru tiada yang tahu.."


Ucap Dewa Bintang mencoba membela kedua orang itu didepan Yu Ming.