LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
KEDATANGAN YANG JIU PUTRA BUNGSU DEWA MATAHARI


"Kedua prajurit penjaga itu tidak akan pernah berani berbohong, karena resikonya terlalu berat buat mereka.."


Ucap Yu Lek mengemukakan pendapat nya.


Ping Ru Meng menghela nafas panjang dan berkata,


"Kelihatannya kita hanya bisa menunggu 3 hari lagi, baru kembali datang kesini.."


Yu Lek dan Hua Sien Ce mengangguk dan berkata,


"Kelihatannya memang hanya bisa seperti itu.."


Yu Lek menatap kearah Ping Ru Meng dan Hua Sien Ce, kemudian dia berkata,


"Lalu apa rencana kita selanjutnya,? selama tiga hari ini apa yang bisa kita lakukan..?"


"Meng Cie cie mau tinggal di mana,?"


Sambil melangkah meninggalkan tempat itu Ping Ru Meng berkata,


"Aku sebenarnya mau menginap di Yu Ming Kung."


"Tapi aku sedikit khawatir, dia akan mengincar kalian berdua.."


Hua Sien Ce menatap Ping Ru Meng dan berkata,


"Menurutku tempat tinggal ku adalah yang paling aman karena berdekatan dengan kediaman ayah ibu ku.."


"Senekad apapun dia, ? aku rasa dia tidak akan berani nekad hingga berani membuat onar di sini.."


"Bagaimana bila kalian berdua ikut tinggal saja di sini, di sini kita bisa saling jaga.."


Yu Lek bisa tidur di kamar di samping ku yang kosong, sedangkan Meng Cie Cie biar sekamar dengan ku saja.."


"Bagaimana menurut kalian..?"


Yu Lek menatap kearah Ping Ru Meng dan berkata,


"Meng Cie cie aku rasa usulan Hua Er cie cie tidak lah buruk.."


"Bagaimana menurut Meng Cie Cie..?"


Ping Ru Meng diam sejenak, kemudian berkata,


"Usul yang cukup bagus, baiklah lebih baik kita berkumpul daripada berpisah pisah.."


"Dengan berkumpul kita lebih bisa saling bantu dan saling jaga."


Ucap Ping Ru Meng menyetujui usul Hua Sien Ce .


Setelah Yu Lek dan Ping Ru Meng setuju dengan usulan nya,


Hua Sien Ce segera membawa kedua nya, menuju tempat kediaman nya.


Di tempat lain Yu Long yang akhirnya sadar dari mabuknya, mendapati Rubah nya hilang, dahinya di coret coret dengan kotoran.


Tentu saja dia di buat sangat kesal dan marah.


"Arggghhh...!"


"Brakkk..!"


Yu Long melampiaskan kemarahannya dengan membalikkan meja di hadapan nya, hingga semua barang diatasnya jatuh berserakan.


Setelah melampiaskan emosinya dengan membanting berbagai macam barang.


Yu Long akhirnya duduk diam dengan nafas tersengal sengal sambil berpikir, langkah apa yang harus dia lakukan untuk menghadapi Hua Sien Ce dan Yu Lek Kedua saudaranya itu.


"Kemana perginya Rubah sialan itu, berani coba mengkhianati ku, aku pasti akan membuat mu menyesal.."


Gumam Yu Long kesal.


Setelah membersihkan wajah nya, Yu Long akhirnya keluar dari dalam kamar nya.


Begitu keluar dari dalam kamar, Yu Long segera memanggil beberapa bawahannya, untuk segera pergi mengumpulkan informasi keberadaan Hua Sien Ce dan Yu Lek yang mengerjainya.


Yu Long curiga, hilangnya rubah kesayangan nya, pasti ada hubungannya dengan kedua saudaranya itu.


Tidak sampai sepeminum teh, Yu Long yang sedang duduk santai sambil menikmati teh di taman sudah mendapatkan informasi laporan dari anak buahnya.


Selesai mendengarkan laporan tersebut Yu Long segera memberi kode agar bawahannya boleh pergi dari sana.


Setelah bawahannya pergi, Yu Long duduk diam berpikir keras cara membalas perbuatan mereka padanya.


Sekaligus berpikir cara dia mengcounter tuduhan yang akan di arahkan ke dirinya.


Kelihatannya saat ini, rubah nya sudah tertangkap dan di tahan di tangan mereka.


Mereka pasti akan menggunakan bukti dan saksi itu untuk menjatuhkan hukuman pada nya.


Untuk itu Yu Long terpaksa harus memeras otaknya, agar menemukan cara jitu menghadapi tuduhan lawannya nanti.


Di saat Yu Long sedang duduk diam termenung seorang diri, tiba tiba dia di kagetkan oleh suara teguran seseorang.


"Kakak Long apa yang sedang kamu pikirkan..!?"


"Mengapa terlihat begitu serius..!?"


Ucapan seorang pemuda berpakaian merah cerah itu, segera menyadarkan Yu Long dari lamunan nya.


Melihat kedatangan pemuda itu, Yu Long pun langsung tersenyum lebar.


Dia tiba tiba jadi punya ide di kepalanya.


Dia akan memanfaatkan pemuda angkuh dan keras kepala karena terlalu di manja ini, untuk menyukseskan misinya.


Yu Long yakin bila rencana ini berhasil, dia bukan hanya bisa membalas dendam kepada kedua saudaranya.


Dia bahkan bisa memancing Naga yang sedang bersembunyi keluar dari sarangnya, untuk di jatuhi hukuman berat.


Sehingga selamanya akan terbuang dari kahyangan, tidak akan ada lagi yang mampu menjadi rivalnya kelak.


Berpikir sampai di sana, dengan penuh semangat dan wajah gembira.


Yu Long segera maju menyambut kedatangan pemuda baju merah cerah itu.


"Ha..! Ha..! Ha..!"


"Saudara Yang Jiu,.. sudah lama kamu tidak mengunjungi ku, ada angin apa yang membuat mu tiba tiba datang mencari ku..?"


Ucap Yu Long sambil tersenyum lebar, lalu maju merangkul Yang Jiu dengan sangat akrab.


"Ha...ha...ha..!"


"Saudara Yu Long kamu kalau bicara begini, ini jadi salah mu, kamu harus di hukum minum arak 3 cawan.."


"Kita berteman dari kecil, masa mengunjungi sahabat harus ada apa apa baru kemari.."


Ucap Yang Jiu sambil tertawa dan balas memeluk Yu Long sambil menepuk nepuk punggung temannya itu.


Setelah saling berpelukan sejenak, mereka berdua sambil tertawa gembira berjalan sambil berangkulan akrab menuju Ting tempat Yu Long tadi duduk termenung seorang diri.


Setelah mempersilahkan Yang Jiu duduk, Yu Long pun berkata,


"Baiklah aku menerima hukuman, tapi harap di maklumi, kakak mu yang tidak berguna ini.."


"Bila harus menerima hukuman arak, itu terlalu berat untuk ku, kakak mu tidak akan sanggup menjalankan nya, jadi lebih baik dengan teh ini menggantikan arak.."


"Bila kamu kemari ingin cari teman adu minum, terus terang saja itu salah alamat.."


"Bila kamu ingin itu, aku bisa carikan kamu tandingannya.."


Ucap Yu Long sambil menghabiskan 3 cawan teh sekaligus di hadapan Yang Jiu.


Yang Jiu sambil tertawa bangga, berkata,


"Siapa yang kakak maksud mau menandingi dan menemani ku minum arak..?"


Yu Long sambil tersenyum misterius berkata,


"Tentu saja adik ku Yu Lek dan adik baru ku Hua Sien Ce."


"Mereka berdua pasti akan dengan senang hati melayani mu minum arak dan bermain kartu.."


Yang Jiu matanya langsung berbinar saat mendengar di sebutnya nama Hua Sien Ce.


Semua itu tidak terlepas dari tatapan mata Yu Long yang tajam.


Yang Jiu yang tidak menyadarinya dengan penuh semangat segera berkata,


"Kakak Long kamu serius Hua er juga akan ikut dalam acara itu..?"


Yu Long mengangguk cepat dan berkata,


"Kamu tadi bukannya bertanya aku sedang memikirkan apa, saat kamu datang tadi..?"


"Aku katakan terus terang pada mu, aku justru sedang berpikir siapa yang bisa ku ajak pergi menantang ulang mereka bermain kartu.."