
Dewa Pagoda langsung buka suara pertama, aku setuju besok kita langsung menyeberangi Danau Es Beku, memberikan mereka serangan kejutan.
Nacha mengangguk dan berkata,
"Aku sependapat dengan ayah ku.."
Dewa Er Lang, Yu Ming Yu Long, belum memberikan komentar mereka.
Mereka hanya menanti, apa yang akan di sampaikan oleh semua yang hadir di sana.
Sedangkan Yu Lek, dia tidak berkomentar lebih, karena masih kesal dan tidak puas dengan Fei Ying, yang sepanjang perjalanan ketempat ini sering menindasnya.
Dewa matahari ikut angkat bicara,
"Aku setuju dengan pendapat Dewa Pagoda.."
"Kami juga..!"
Jawab kesembilan putra nya kompak.
Dewa Bintang berkata pelan,
"Apa tidak sebaiknya, kita kirim juru bicara kesana, sekaligus kita mencari tahu kekuatan inti mereka sebenarnya.."
"Apa Raja Iblis Che You masih ada atau sudah tiada.."
"Bila dia masih ada, kita kesana, bukannya kita hanya akan mati konyol di sana.."
"Aku setuju dengan pendapat Dewa bintang.."
Ucap Dewa bulan Yue Lao.
Chang Er dan suaminya serta Putri nya segera berkata,
"Kami setuju dengan pendapat Dewa bintang.."
Delapan Dewa saling pandang, lalu berkata,
"Kami setuju dengan pendapat Dewa bintang."
Dewa angin hujan dan petir ikut bicara,
"Kami setuju dengan pendapat Dewa Pagoda.."
Dewa Er Lang kini menoleh kearah Fei Ying, dan berkata,
"Bagaimana pendapat Putri Fei Ying..?"
Fei Ying terlihat berpikir sejenak kemudian berkata,
"Aku sependapat dengan Dewa Pagoda.."
"Aku sependapat dengan Dewa bintang..!"
Jawab Yu Lek yang dari tadi cuek dan diam secara tiba-tiba.
Dia melemparkan tatapan mata menantang kearah Fei Ying.
Fei Ying balas mempelototinya dengan wajah jengkel.
Yu Ming yang melihat hal itu buru buru, menekan kepala Yu Lek kebawah dan berbisik,
"Lek er, apa kamu ingin lihat kakak mu di permalukan, dan di hukum oleh dia, kamu baru puas."
"Kakak.."
Ucap Yu Lek kurang puas, tapi saat bertatapan mata dengan Yu Ming.
Dia akhirnya menunduk dan berkata,
"Baiklah,.. terserah kakak saja.."
Yu Ming tersenyum, melihat sikap adik ketiganya, dia membelai kepala nya dengan lembut dan berkata,
"Kakak mengerti perasaan mu, kakak janji tidak akan memilihnya.."
"Serius kak..?"
Ucap Yu Lek sambil menatap kearah kakaknya, dengan penuh semangat.
Yu Ming tersenyum lembut dan mengangguk.
"Kak,.. kakak lihat itu gadis di belakang kak Yu Long, lebih baik kakak pilih dia saja.."
"Aku lihat dia dari tadi juga terus mencuri pandang ke kakak.."
"Biar aku usulkan ke ayah nantinya.."
Ucap Yu Lek bersemangat menggoda kakaknya.
"Kamu ini tidak pernah serius.."
Ucap Yu Ming menegur adik ketiganya sambil tersenyum kecut.
Secara kebetulan gadis itu sedang mencuri lihat kearah Yu Ming dan Yu Lek, yang sedang berbicara sendiri, secara berbisik bisik.
Hal ini membuat dia sedikit penasaran dan ingin tahu, jadi dia terus menatap kearah Yu Ming.
Ketika Yu Ming melihat kearahnya, tanpa terhindarkan sepasang mata mereka bentrok di udara.
Mereka berdua seolah olah terhipnotis, saling menatap seolah olah sama sama berat, mengalihkan pandangan mereka.
Yu Long yang menyadari kejanggalan tersebut akhirnya berdehem,
"Enghhhmm..!"
"Aku setuju dengan Dewa Pagoda.."
Ucapan dan batuk kecil Yu Long seolah olah menyadarkan gadis yang berdiri di belakangnya.
Dengan wajah merah padam menahan malu, dia buru buru mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Aku juga.."
Ucap nya pelan, mengikuti pendapat Yu Long.
Kini pengambilan keputusan sudah jelas, setelah Yu Long dan gadis misterius itu memberikan pilihan mereka.
Meski Yu Ming dan Dewa Er Lang memilih mengikuti ide Dewa Bintang.
Hasilnya tetap saja Dewa Bintang kalah suara dari Dewa Pagoda.
Setelah keputusan sudah jelas, Dewa Er Lang pun berkata,
"Aku rasa sudah kita putuskan bersama, besok pagi sebelum matahari terbit."
"Sesuai ide dari Dewa Pagoda, kita akan melakukan serangan mendadak, dengan kekuatan penuh.."
Ucap Dewa Er Lang memutuskan.
Semua yang hadir meski tadi mereka berbeda pendapat, tapi kini mereka tidak lagi punya pendapat berbeda.
Mereka kini memiliki satu pendapat sana, yaitu besok pagi sebelum matahari terbit.
Mereka akan bergerak menyeberangi Danau Es Beku, untuk melakukan perang besar besaran, dengan pihak raja iblis.
"Baiklah sekarang kita boleh bubar, untuk bersiap siap, sampai ketemu besok pagi di tepi Danau Es Beku.."
Ucap Dewa Er Lang menutup pertemuan tersebut.
Yu Ming tidak banyak komentar, begitu yang lainnya bubar, dia pun ikut bubar.
Meski ada rasa penasaran, Yu Ming tidak lagi berani berterang menatap kearah gadis misterius, yang memilki kecantikan luar biasa itu.
Karena Yu Ming tidak enak hati dengan adik keduanya Yu Long, bagaimana pun gadis itu datangnya bersama Yu Long.
Kemungkinan besar, Yu Ming menebak gadis itu bagian dari Istana Es Abadi.
Bibi Ping Lian ibu Yu Long tidak mengusulkan gadis itu menjadi jodohnya.
Tentu saja ada maksud lain di balik itu, dia sadar meski gadis itu sangat menarik perhatiannya.
Tapi dia tidak boleh terlibat terlalu jauh, yang akan menimbulkan kesalahpahaman, yang akan semakin memperdalam kebencian ibu dan anak itu, terhadap dirinya.
Lagipula Yu Ming juga hanya sebatas tertarik dan penasaran, dia tidak punya maksud untuk melangkah lebih jauh.
Dia masih ingin bebas, dia masih ingin memperbanyak Siu Lian meningkatkan kekuatan nya.
Agar suatu hari, dia bisa menahlukkan Raja Iblis Che You, bila raja iblis itu benar benar bangkit kembali, dan kembali mencari ayahnya untuk balas dendam.
Sudah menjadi tugasnya sebagai putra mahkota, untuk menanggung beban tugas berat itu di pundaknya.
Dengan pemikiran itu, akhirnya Yu Ming hanya berani menatap bayangan punggung gadis itu, dari belakang saja.
Saat gadis itu dan Yu Long sedang sedang bergerak meninggalkan perkemahan Dewa Er Lang.
Setelah keluar dari perkemahan Dewa Er Lang, Yu Ming langsung mengajak Siau Sien Ce bergerak menuju perkemahan nya yang ada di sisi selatan.
Yu Long bergerak ke sisi Utara bersama gadis misterius itu, karena perkemahan mereka ada di sana.
Sementara itu Yu Lek memilih berpisah jalan dari Fei Ying, yang bergerak kearah timur, di mana perkemahan pasukan nya berada di sana.
Yu Lek lebih memilih bergerak kearah Selatan, menyusul ke perkemahan kakaknya Yu Ming.
Yu Ming tidak melarangnya, dia membiarkan adik ketiganya ikut satu kemah dengan nya bersama Siau Sien Ce.
Mereka satu kemah bagi tiga, sepanjang malam, mereka bertiga ngobrol sambil berbaring.
Yu Lek yang paling cerewet bercerita tiada henti, anak itu benar benar sangat banyak topik, untuk di ceritakan, seolah olah tidak ada habisnya.
Sehingga tanpa terasa waktu yang di tentukan pun tiba.
Yu Ming meninggalkan kemah sendirian, Dia di temani Jendral You dan Jendral Cuo memimpin seluruh pasukannya.
Mereka langsung bergerak menuju Danau Es Beku, untuk berkumpul dengan yang lain nya.