LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
IKATAN PERASAAN AYAH DAN ANAK


Dengan wajah sedikit malas, Ping Ru Meng menuang secawan air putih, kali dia berikan ke ayah nya dan berkata,


"Emangnya bibi bicara apa ke ayah..?"


"Meng Er apa kamu tahu siapa jati diri Yu Ming yang sebenarnya..?"


Tanya Ping Sien terlihat serius.


Ping Ru Meng mengerutkan alisnya menatap wajah ayahnya dengan heran dan berkata,


"Ayah tahu, aku tahu, semua orang juga tahu, dia putra Yu Ti kaisar langit dan Wang Mu Niang Niang penguasa istana Halimun Mukjizat.."


"Apalagi yang harus di ragukan..?"


Tanya Ping Ru Meng balik.


Dia terlihat menatap ayahnya dengan heran.


Ping Sien menghela nafas panjang dan berkata,


"Meng Er menurut bibi mu Ping Lian asli ceritanya bukan demikian.."


"Dan bibi mu berani menjamin kebenaran ceritanya, karena dia punya bukti yang sangat kuat dan akurat.."


Ucap Ping Sien sambil menatap putrinya dengan serius.


Ping Ru Meng menghela nafas panjang, dengan wajah malas dia berkata,


"Lalu apa versi cerita dari bibi Ping Lian..?"


"Menurut bibi mu jatidiri aslinya Yu Ming bukan bernama Yu Ming, melainkan Che Ming.."


"Karena dia adalah putra tunggal Raja Iblis Che You, yang pernah menjadi penguasa di wilayah selatan ini.."


Ucap Ping Sien sambil melihat reaksi putrinya.


Ping Ru Meng memang sedikit kaget mendengar cerita tersebut, tapi itu hanya sesaat saja.


Sesaat kemudian dia menatap ayahnya dengan serius dan berkata,


"Ayah maafkan Meng Er yang mungkin menurut ayah keras kepala.."


"Tapi Meng Er harus katakan pada ayah sejujurnya.."


"Ayah jujur saja, meski informasi itu kelak menjadi kenyataan.."


"Hal itu tidak akan pernah merubah perasaan Ru Meng terhadap Ming ke ke.."


"Tidak perduli kelak apapun jati dirinya, bahkan sekalipun dia hanya keturunan seorang penjahat rendah di alam neraka sekalipun.."


"Perasaan Ru Meng terhadap Ming ke ke selamanya tidak akan pernah berubah.."


"Suka maupun duka, Ru Meng tetap akan selalu setia mendampingi di sisinya.."


"Sama seperti yang ayah dan ibu dulu lakukan.."


"Itulah jawaban Ru Meng, mohon ayah bisa memakluminya."


Ping Sien menyentuh tangan Putri nya dengan lembut dan berkata,


"Meng Er ayah mengerti, ayah bangga pada mu.."


"Ayah akan mendukung mu, mendukung nya, mendukung kalian.."


"Apapun kata orang, ayah akan selalu berdiri di pihak kalian.."


Ucap Ping Sien sambil tersenyum lembut.


Ping Ru Meng tidak bisa menahan rasa harunya, dia langsung menghambur kedalam pelukan ayahnya.


"Terimakasih ayah.."


Ucap Ping Ru Meng sambil terisak dalam pelukan ayahnya.


Setelah Ping Ru Meng sudah mulai tenang, dengan lembut Ping Sien menjauhkan putrinya dan berkata dengan serius.


"Meng Er ada satu hal yang ayah ingin tanyakan pada mu,"


"Apa kamu pernah dengar dari mulut Ming Er soal 2 benda pusaka kerajaan kita.."


"Satu adalah sebuah kunci emas, yang ke dua adalah sebuah gulungan gambar pemandangan alam..?"


"Kedua benda ini, Ming Er dapatkan dari tetua kita yang menjaga area Ching Ti.."


Ping Ru Meng menatap heran ke arah ayahnya dan berkata,


"Lalu apa masalah nya ?"


"Ming ke ke kan mendapatkan nya, karena di percayai dan di sukai oleh para tetua.."


"Bukan dia pergi mencuri pusaka kita, lagipula para tetua juga sudah pernah bilang, Ming ke ke adalah bagian dari keluarga kerajaan kita ."


"Sudahlah menurut ku ucapan dari bibi jangan terlalu di tanggapi.."


"Di kerajaan sini juga tidak ada pintu masuk, makanya memunculkan gosip aneh aneh.."


"Lebih baik sekarang kita tidur, karena besok pagi kita harus bangun pagi pagi.."


"Meng Er takut telat bangun nantinya.."


Ucap Ping Ru Meng ingin menyelesaikan percakapan yang menurutnya tidak penting itu


Ping Sien menghela nafas panjang dan berkata,


"Meng Er ayah tahu perasaan mu, dan ayah mengerti dan yakin kamu sangat sangat mencintai nya. "


"Tapi setelah bibi Ping Lian datang menemui ayah menyampaikan informasi itu.."


"Ayah jadi sedikit khawatir, bukan ayah tidak percaya dengan Ming Er pilihan mu ."


"Tapi sebagai ayah yang ingin melindungi Putri nya, ingin melihat putrinya bahagia dan di cintai dengan sepenuh hati. "


"Apakah ayah salah, bila ayah ingin memanfaatkan informasi ini, untuk menguji ketulusan Yu Ming.."


"Apa dia memiliki rasa cinta yang sama besar atau mungkin lebih besar dari rasa cinta putri ku kepadanya.."


"Dengan demikian ayah baru bisa sepenuh hati menyerahkan kamu kepadanya.."


Ucap Ping Sien sambil menatap putrinya dengan serius.


Ping Ru Meng tersenyum dan berkata,


"Lalu bagaimana ayah akan mengujinya, baru ayah bisa percaya dengan Ming ke ke.."


Ping Sien tersenyum dan berkata,


"Untuk itu sekarang kita harus pergi temui dia.."


"Sekarang ayah..? sekarang udah malam ayah, takutnya Ming ke ke juga sudah tidur ayah..!"


Ucap Ping Ru Meng sedikit kurang setuju.


Ping Sien menatap putrinya dengan lembut dan berkata,


"Kita memang cuma ada kesempatan malam ini.."


"Karena setelah besok pagi, apapun hasilnya, kita akan sulit untuk mundur.."


"Situasi akan berbeda bila kita ingin menguji, ya cuma bisa sekarang ini.."


Ucap Ping Sien sambil menatap putrinya dengan tatapan mata penuh harap.


Ping Ru Meng menjadi tidak tega, melihat tatapan mata ayahnya.


Sejak lahir, dia hidup hanya bersama ayahnya ini, dia sadar sepenuhnya tidaklah mudah bagi ayah nya, untuk membesarkan nya seorang diri.


Dari bayi yang masih merah hingga sebesar saat ini.


Dia dan ayahnya pernah berjuang bertahan hidup bersama sama, tanpa bantuan siapapun juga.


Tanpa ayahnya yang membesarkan nya dengan susah payah, dia tidak mungkin ada hari ini.


Budi besar ayahnya, seumur hidup pun dia tidak akan mungkin mampu membayarnya.


Lagipula permintaan ayah nya juga sepenuhnya demi kebaikan dia.


Dia tidak boleh membuat ayahnya cemas dan tidak tenang karena masalah nya.


Berpikir sampai di sini, akhir nya Ping Ru Meng menyentuh lembut tangan ayahnya dan berkata,


"Baiklah ayah, ayo kita kesana.."


"Ru meng akan penuhi keinginan ayah ."


Ucap Ping Ru Meng lembut.


Ping Sien tersenyum bahagia, dia membelai lembut kepala putrinya.


dan berkata,


"Meng Er anak ku yang baik dan berbakti ."


"Ayah bangga sekali bisa memilki mu ."


"Setelah ibu mu tiada, hanya kamu lah alasan satu satunya ayah bisa bertahan hingga saat ini.."


"Ayo kita pergi temui Ming Er sekarang.."


Ucap Ping Sien tersenyum bahagia tapi matanya sedikit basah menatap putrinya.


Ping Ru Meng mengangguk cepat, lalu dia maju merangkul lengan ayahnya dengan manja dan berkata,


"Ru Meng juga sangat bangga dengan ayah, tanpa ayah Ru Meng juga tidak akan pernah ada.."


"Ayo kita pergi temui Ming ke ke sekarang.."