
Tanpa menoleh Yu Ming melemparkan tubuh Siau Thian Cuan kearah belakang dan berkata,
"Dewa Matahari, tolong bantu serahkan ke Dewa Bintang, untuk di rawat lukanya.."
Dewa Matahari langsung menyambutnya dan menjawab dengan cepat.
"Siap Yang Mulia..."
Yu Ming kembali berkata,
"Dewa Matahari,.. Dewa Er Lang, Dewa Pagoda, dan Dewa Nacha , terluka ada di dasar danau..
Harap di bantu juga."
"Iblis ini serahkan saja pada ku.."
"Pasukan kita jangan bergerak dulu, sebelum mesin jebakan di temukan dan di hancurkan.."
Ucap Yu Ming mengambil alih komando.
Yu Ming terpaksa ambil tongkat komando, setelah kakak misannya kini terluka.
"Siap di laksanakan Yang Mulia Pangeran Mahkota.."
Jawab Dewa Matahari penuh hormat.
Dia segera menyerahkan Siau Thian Cuan ke putra pertamanya dan berkata,
"Lao Ta, kamu bantu ayah, serahkan dia ke Dewa bintang, agar bisa segera di rawat.."
"Siap ayah.."
Jawab putra pertama Dewa Matahari cepat, dia segera menyambut tubuh Siau Thian Cuan yang sedang terluka parah.
Lalu terbang mundur kebelakang, membawa tubuh Siau Thian Cuan yang terlihat terkulai lemah, pergi mencari Dewa Bintang.
Setelah putra pertamanya pergi, Dewa matahari kembali berkata,
"Lao Er, Lao San, Lao Se, kalian turun kedasar danau, untuk mencari dan menolong Paman Er Lang, Paman Li Cing, dan Na Cha.."
"Kalian paham..?"
"Kami paham ayah..!"
Ucap ketiga orang putra Dewa Matahari kompak.
Mereka bertiga langsung meluncur kebawah, masuk kedalam lubang danau es, di mana Dewa Er Lang, Dewa Pagoda dan Dewa Nacha menghilang sebelum nya.
Mereka segera melakukan pencarian kedasar danau.
Melihat ke empat putranya sudah pergi jalankan tugas, Dewa Matahari kembali berkata kepada sisa Putra nya yang lain,
"Kalian berlima segera pergi hancurkan mesin mesin jebakan lawan kita.."
"Jangan kembali sebelum selesai semua, ingat tidak boleh ada sisa.."
Ucap Dewa Matahari mengingatkan.
"Baik ayah.."
Jawab mereka berlima kompak.
Tapi putra Dewa Matahari yang paling terakhir, bersikap lain.
Dia terlihat dengan sangat tidak puas, berbicara dengan saudaranya yang lain,
"Sombong sekali berani perintah perintah ayah.."
"Aku jadi ingin melihat, kemampuannya apa sebesar kesombongannya.?."
Mentang mentang Pangeran Mahkota.."
Ucap si nomor 9 dengan wajah tengil.
"Sudah cepat selesaikan tugas dari ayah, jangan sampai ada kesalahan.."
"Nanti kita semua bisa di hukum ayah.."
Ucap si nomor lima Lao Wu menegur si nomor 9 Lao Ciu.
"Ya..ya..ya..bawel.."
Ucap Lao Ciu dengan sikap tidak puas.
Saudara lainnya hanya menggelengkan kepalanya.
Mereka semua sudah hapal, dengan sikap adik ke 9 mereka, yang sangat sulit diatur.
Di paling depan sana, kini Yu Ming terlihat berhadap hadapan dengan Iblis Asura.
Iblis Asura terlihat menatap wajah Yu Ming dengan heran, dia terlihat agak sedikit ragu.
Di saat dia sedang meragu, Thian Mo dan Ti Mo tahu tahu sudah hadir di kedua sisinya.
Kedua iblis itu terlihat agak terkejut, saat menatap wajah Yu Ming.
"Ini,.. siapa dia,..?"
"Mengapa wajahnya sangat mirip.."
Ucapan nya terpotong oleh lirikan mata Iblis Asura, yang penuh teguran.
Thian Mo segera menahan ucapan nya.
Dia segera menyadari kekeliruannya.
Iblis Asura menatap tajam kearah Yu Ming dan berkata,
"Anak muda kamu siapa ? apa yang ingin kamu lakukan di sini..?"
"Di sini bukan tempat yang cocok buat mu.."
"Pulang lah.."
Ucap Iblis Asura, bersikap lebih lembut.
Karena dia melihat wajah Yu Ming ada kemiripan dengan tuan nya.
Tidak tahu kenapa setiap bertatapan mata dengan Yu Ming.
Dia seperti sedang berhadapan langsung dengan tuannya.
Yu Ming menatap tajam kearah ketiga iblis, yang berada di hadapan nya.
"Aku Yu Ming putra mahkota Kaisar Langit, hari ini aku mengemban tugas dari ayahku.."
"Untuk membasmi penjahat penjahat pengacau kahyangan seperti kalian.."
"Lekas laporkan, siapa saja kalian..?"
Ucap Yu Ming sambil menatap tajam ke arah ketiga iblis itu.
Aku Iblis Asura, dia Thian Mo dan dia Ti Mo.."
"Anak muda,.. kamu masih muda, siapa jahat siapa baik, perbedaannya setipis rambut."
"Kamu akan sulit memahaminya saat ini, bila waktunya tiba kamu akan mengerti sendiri.."
Jadi aku sarankan padamu sekali lagi, pulanglah jangan cari masalah di sini.."
Ucap Iblis Asura yang segan untuk menghabisi Yu Ming,
Dia mencoba sebisanya membujuk Yu Ming membatalkan niatnya.
Yu Ming menanggapinya dengan senyum dingin dan berkata,
"Kamu sudah berani mencederai kakak misan ku dan kedua temannya.."
"Aku tidak akan mungkin mundur, sebelum menuntut pertanggung jawaban dari mu.."
Ucap Yu Ming sambil mengeluarkan pedang Xuan Yuan di tangan.
"Asura buat apa kamu banyak bicara dengan putra si bedebah licik itu..?"
"Langsung hajar saja, habisi dia."
"Mayatnya nanti bisa kita kirim ke bedebah licik itu, biar dia nangis tua.."
Ucap Ti Mo mulai tidak sabar melihat sikap Asura.
Iblis Asura mengangguk pelan dan berkata,
"Anak muda kamu tidak memberi ku pilihan, maka kita hanya bisa selesaikan semua nya dengan kemampuan kita.."
"Majulah bila kamu ingin menuntut balas bagi rekan rekan mu, yang sudah lebih dulu ku pecundangi itu..'
Ucap Iblis Asura sambil bersiap dengan Pedang 9 Permata iblis di tangannya.
Yu Ming tidak bersungkan lagi, dia tahu dengan jelas, iblis itu mampu mengalahkan Dewa Er Lang, Dewa Pagoda, dan Dewa Nacha secara sekaligus.
Itu hanya berarti kesaktian Iblis itu sangat tinggi, dia juga sudah mendengar cerita dari Dewa Er Lang, Iblis Asura memiliki posisi tertinggi setelah Che You, di bawahnya adalah Thian Mo dan Ti Mo.
Kini mereka bertiga justru hadir di sana.
Dia tidak punya waktu untuk bermain main.
Yu Ming langsung memainkan 12 jurus ilmu rahasianya, yang belum pernah dia gunakan selain saat berlatih dengan ayahnya.
"Tebasan Pedang Mengoyak Bumi..!"
Bentak Yu Ming.
Yu Ming terlihat menghilang dari posisinya.
Saat muncul dia tiba-tiba ada di atas kepala Iblis Asura.
Yu Ming melakukan gerakan menebaskan pedangnya dari atas kebawah.
Seberkas cahaya emas yang mendatangkan suara seperti gunung runtuh, menerjang kebawah.
"Trangggg...!!"
Benturan terjadi di udara, menimbulkan suara benturan logam yang menyakitkan telinga.
"Booommm..!" "Booommm..!"
"Booommm..!" "Booommm..!"
"Booommm..!" "Booommm..!"
"Booommm..!" "Booommm..!"
Menyusul suara ledakan dahsyat diatas tanah, hingga terbelah belah, membentuk rekahan lebar di mana mana.
Sebagai akibat bias dari jurus yang Yu Ming lepaskan.
Tapi Iblis Asura tidak bergeming sama sekali, dengan Pedang 9 Permata iblis, di lintangkan di atas kepalanya, dia berhasil menahan laju serangan tebasan pedang Yu Ming.
Tidak sampai di sana, dia juga bergerak menarik mundur sedikit Pedang 9 Permata iblis.
Sebelum kemudian sambil berteriak keras,
"Hyaaahhh..!"
Dia mementalkan pedang Yu Ming keatas, lalu dia membalas dengan tebasan kekuatan energi kegelapan nya, menerjang kearah perut Yu Ming yang terbuka.
.