
Raja Ping Sien yang baru saja selesai berganti pakaian tidur, baru saja mau merebahkan diri untuk beristirahat.
Tiba tiba dia mendengar pintu kamarnya ada yang mengetuknya dari luar.
"Tok..! Tok..! Tok..!"
"Tok..! Tok..! Tok..!"
"Siapa..!"
Tanya Raja Ping Sien dengan suara yang agak sedikit di keraskan.
"Ini saya kak..!"
Jawab suara halus dari depan pintu
"Ehh Ping Lian..!"
"Sebentar..!"
Ucap Raja Ping Sien sambil bergegas pergi membuka pintu kamarnya.
.
Begitu pintu kamar terbuka, Ping Sien menatap saudari sepupu nya dengan heran dan berkata
"Adik Lian ada keperluan apa, sehingga kamu malam malam begini repot repot datang kemari..?"
"Apa ada hal penting..?"
Tanya Ping Sien heran.
"Begini kak, aku memang ada hal penting yang perlu di bahas dengan kakak ."
"Bagaimana bila kita cari tempat terbuka yang tenang buat berbicara 4 mata..?"
Raja Ping Sien mengangguk dan berkata,
"Boleh sebentar ya, aku ambil mantel ku dulu.."
Selesai berbicara, Ping Sien langsung bergegas pergi menyambar mantel bulu beruangnya yang di gantung tidak jauh dari tempat tidur nya.
Setelah itu dia bergegas kembali ke hadapan Ping Lian dan berkata,
"Ayo silahkan adik Lian, kita ke Ting di depan sana saja untuk berbicara.."
Ting adalah sebuah bangunan beratap dengan sekeliling terbuka, itu adalah bangunan tempat peristirahatan cina kuno.
Kini bangunan yang mirip seperti ini, lebih terkenal dengan nama gazebo.
Sesaat kemudian Ping Sian dan Ping Lian sudah duduk berhadap hadapan di dalam sebuah Ting.
Ping Sien menatap adik sepupunya dengan heran dan berkata,
"Adik Lian sekarang katakan lah, apa yang menjadi beban pikiran, dan kesulitan mu?"
"Sehingga harus malam malam begini datang kemari mencari ku.."
Ping Lian menatap Ping Sien dengan serius dan berkata,
"Sebenarnya aku yang sudah menikah keluar, juga sadar aku tidak punya hak ikut campur dalam masalah kerajaan ini.."
"Tapi aku sebagai bagian dari kerajaan ini, akan selalu di hantui rasa bersalah, bila aku tahu sesuatu tapi diam saja.."
"Itu makanya aku harus datang dengan cara seperti ini, menemui mu.."
Ucap Ping Lian dengan wajah penuh sesal.
"Kakak misan ada satu hal aku.mesti mengingatkan mu.."
"Yu Ming bukanlah putra aslinya Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang.."
Ping Sien sedikit melotot menatap Ping Lian dan berkata,
"Adik apa kamu tahu seberapa seriusnya ucapan kamu ini.."
"Aku tidak tahu dan tidak mau tahu urusan persaingan mu di dalam rumah tangga dengan Wang Mu Niang Niang.."
"Tapi sebagai kakak misan mu aku harus mengingatkan mu, hal seperti ini tidak boleh bicara sembarangan tanpa bukti nyata.."
"Itu akan mencelakai diri mu sendiri nantinya.."
"Mengenai Yu Ming anak asli atau bukan, aku tidak perduli.."
"Anak itu sangat baik aku sangat menyukai nya, begitu pula Meng Er ."
"Jadi tidak ada alasan bagi ku, untuk mundur meski kenyataan itu benar.."
Ucap Raja Ping Sien serius.
"Kakak misan, aku berani bicara tentu aku punya bukti dan saksi yang lengkap dan bisa di percaya.."
"Aku tahu kakak pasti tidak akan mempermasalahkan nya, tapi aku tetap harus mengingatkan kakak.."
"Satu lagi yang membuatku nekad kemari mencampuri urusan ini adalah, menyangkut pusaka paling berharga kerajaan kita yang di jaga 5 tetua.."
"Pusaka berupa kunci emas dan gulungan lukisan kuno, kini semuanya ada ditangan Yu Ming.."
"Kakak meski Yu Ming adalah menantu mu, tapi dia tetaplah orang luar, tidak berhak atas pusaka kerajaan kita.."
"Demi tidak terjadi penyesalan di kemudian hari, saya minta kakak harus mendapatkan nya kembali dari Yu Ming ."
"Apapun itu caranya.."
Ucap Ping Lian terlihat sangat serius.
"Kamu tahu dari mana soal itu..?"
Tanya Ping Sien yang kini mulai terlihat serius dan menaruh perhatian besar.
Di dalam hati Ping Lian mulai bersorak girang, hanya saja di luar dia pura pura terlihat bersikap prihatin dan cemas.
"Kakak mengenai aku tahu darimana, kakak tidak perlu tahu ."
"Yang jelas saya berani jamin dengan nyawa saya, bahwa kedua pusaka itu, kini berada di tangan keturunan tunggal Raja Iblis Che You.."
"Seberapa serius hal ini, kakak boleh pertimbangkan sendiri.."
"Aku tidak akan ikut campur, aku datang hanya bertujuan mengingatkan saja.."
"Mengenai kebenaran informasi ini, sebelum kakak tanyakan langsung ke Yu Ming.."
"Tidak ada salahnya kakak temui dan tanyakan kepada tetua yang menjaga kedua pusaka tersebut.."
Ucap Ping Lian seolah olah tidak ambil perduli.
Melihat Ping Sien terdiam termenung, sepertinya mulai termakan umpan nya.
Ping Lian langsung bangkit berdiri dan berkata,
"Yang harus ku katakan sudah ku katakan percaya atau tidak terserah kakak.."
"Mau bertindak atau tidak juga sepenuhnya wewenang kakak sebagai pemegang mandat Kerajaan Es Abadi.."
"Aku tidak berhak ikut campur, permisi kak.."
Ucap Ping Lian sambil memberi hormat lalu, dia segera membalikkan badannya berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
"Ping Lian.. terimakasih banyak informasi nya. "
Ucap Ping Sien sebelum bayangan Ping Lian menghilang dari hadapannya.
Ping Lian sambil tersenyum jahat tanpa menoleh mengangkat tangannya keatas.
Seolah olah memberi kode ke Ping Sien agar tidak perlu berterima kasih.
Setelah itu Ping Lian langsung melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat itu, menghilang dalam Kegelapan malam.
Ping Sien duduk termenung dalam diam seorang diri cukup lama.
Sebelum akhirnya dia menghela nafas panjang, lalu meninggalkan tempat itu pergi mengunjungi kamar putrinya.
Ping Ru Meng dalam keadaan mengantuk menyambut kedatangan ayah nya dengan kaget.
"Ayah ada apa malam malam kemari..?"
"Mengapa tidak pergi istirahat ?"
"Bukannya besok kita harus berangkat pagi pagi..?"
Tanya Ping Ru Meng heran.
Ping Sien sambil menghela nafas panjang, dia berjalan masuk kedalam kamar putrinya.
Ping Sien mengambil tempat duduk, kemudian berkata,
"Meng Er kamu duduklah, ayah mau membicarakan hal penting dengan mu.."
"Ini menyangkut informasi penting yang ayah barusan dapatkan dari bibi mu Ping Lian.."
"Informasi apa ayah..?"
Tanya Ping Ru Meng tawar, karena dia tahu jelas sifat asli bibinya dan Yu Long.
Beda di luar beda lagi di dalam, Ucapan dan hati pikiran tidak pernah sama.
Ping Ru Meng juga tahu mereka berdua sangat tidak menyukai Yu Ming.
Mereka juga tidak suka dia memilih bersama Yu Ming, ketimbang bersama Yu Long.
Semua hal ini Ping Ru Meng tahu persis, jadi dia agak malas menanggapinya.
Hanya saj melihat keseriusan ayahnya, dia tidak enak hati mengabaikan ayahnya begitu saja