LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
RENCANA YU LONG


"Beberapa hari yang lalu, aku baru saja di pecundangi oleh mereka, hingga kalah nyungkur mencium tanah.."


"Sebenarnya kalah menang itu biasa, tapi yang aku sulit terima itu, mereka bilang bahkan jika aku mengumpulkan seluruh kenalan ku.."


"Aku dan semua kenalan ku, tetap saja bukan lawan mereka."


"Kata kata ini yang membuat perut ku panas sulit menerimanya.."


Ucap Yu Long sengaja memanasi suasana.


Sesuai perhitungan Yu Long, cara itu sangatlah efektif buat Yang Jiu yang selalu haus akan kemenangan tinggi hati dan angkuh.


Dia selalu merasa dirinya lebih hebat dari siapapun, karena dia adalah Yang Jiu putra paling kecil yang selalu menjadi kebanggaan ayahnya Raja Dewa Matahari.


Kini di tambah dengan adanya Hua Sien Ce yang menjadi daya tariknya, tentu saja Yang Jiu menjadi semakin bersemangat membuktikan dirinya di hadapan Hua Sien Ce.


Bahwa dia lah pemenangnya.


Yang Jiu dengan penuh semangat berkata,


"Sombong sekali si sayap bebek itu, aku jadi penasaran.."


"Ayo kakak Long, jangan di tunda lagi.."


"Sekarang juga aku akan menanti mu pergi menghadapi mereka."


Ucap Yang Jiu penuh semangat.


"Sebentar Yang Jiu, tapi di sana juga ada hadir Dewi Es Abadi, menurut ku akan lebih lengkap bila kita undang kakak mu Yang Qi dan Yang Pa ikut hadir."


"Bukankah mereka juga sudah lama menaruh hati dengan Dewi es itu..?"


Ucap Yu Long sambil tersenyum penuh arti.


Yang Jiu menatap Yu Long dengan serius dan berkata,


"Aku rasa itu kurang baik, bagaimana pun gadis itu kan kini adalah istrinya mantan kakak mu Yu Ming.."


"Takutnya kehadiran kedua kakak ku malah menimbulkan masalah lain yang melanggar aturan langit.."


Ucap Yang Jiu ragu.


Yu Long pura pura mengangguk dan berkata,


"Ya sudah kalau kamu takut, kita lupakan saja peluang baik kedua kakak mu itu.."


"Mungkin janda mantan kakak ku, sudah nasibnya akan terus menjadi seumur hidupnya.."


"Ayo kita berangkat.."


Ucap Yu Long pura pura melangkah meninggalkan Yang Jiu.


"Ehhh tunggu dulu kakak Long, apa maksud mu dengan kata kata janda itu..?"


"Coba kakak Long jelaskan lebih detil..."


Ucap Yang Jiu jadi penasaran.


Yu Long kembali dan berbisik bisik di telinga Yang Jiu, Yang Jiu terlihat mengangguk anggukan kepala nya, mendengar ucapan sesat dari Yu Long.


Akhirnya Yang Jiu berkata,


"Baiklah begini saja, kak Yu Long boleh duluan kesana.."


"Aku akan pergi menjemput kedua kakak ku, nanti kami menyusul belakangan.."


Yu Long mengangguk dan berkata,


"Begitu juga boleh, kita sepakati begitu saja.."


Yang Jiu menjura kearah Yu Long, setelah itu dia segera melesat pergi meninggalkan tempat kediaman Yu Long.


Setelah Yang Jiu pergi, Yu Long tidak langsung berangkat.


Dia sengaja berlalu lambat, agar Yang Jiu dan kedua kakaknya yang tiba duluan.


Baru dia datang menyusul belakangan.


Yu Long menebak Ping Ru Meng kemungkinan sudah tahu semuanya.


Bila dia hadir duluan, kemungkinan akan terjadi bentrokan di kediaman ayahnya.


Jadi dia lebih baik muncul belakangan, dengan adanya Yang Qi dan Yang Pa di sana.


Mereka nanti bisa membantunya menahan Ping Ru Meng bila gadis itu mengamuk.


Yu Long tentu tidak takut dengan Ping Ru Meng, dia sangat yakin dengan kemampuan nya sendiri.


Lagipula dia sama sekali tidak tahu, Ping Ru Meng saat ini bukan Ping Ru Meng yang dulu lagi, setelah menerima ilmu warisan dari Ping Qi.


Dengan segala pertimbangan nya, Yu Long memilih kembali duduk minum teh.


Dia hanya mengurus bawahan nya pergi mengamati situasi disana.


Bila Yang Jiu dan kedua kakaknya tiba di sana, dia baru akan berangkat kesana, setelah mendapatkan kabar informasi dari bawahan nya yang bertugas mengintai di sana.


Akhirnya yang di tunggu-tunggu oleh Yu Long tiba, pelayan nya sudah kembali memberi laporan.


Setelah mendapatkan kepastian, Yu Long pun bergegas berangkat kesana.


Dari informasi yang Yu Long dapatkan dari bawahannya, yang hadir di sana hanya Yang Jiu dan Yang Ba.


Meski kurang sesuai harapan nya, tapi itu masih lebih baik daripada dia kesana seorang diri.


Saat Yu Long tiba di sana, dia melihat Yu Lek, Hua Sien Ce dan Ping Ru Meng terlihat sudah melayani tantangan permainan kartu Yang Jiu dan Yang Pa.


Yu Long yang baru hadir segera berkata,


"Wah dua lawan tiga, ini kurang adil.."


"Biar aku ikut ambil bagian, bolehkan..?"


Tanya Yu Long berlagak sok akrab.


Ping Ru Meng menatap kearah Yu Long dengan penuh kebencian seolah olah ingin **********.


Melihat keadaan itu, di mana setiap saat bisa pecah peperangan dahsyat di kediaman Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang.


Hua Sien Ce dan Yu Lek buru buru menenangkan Ping Ru Meng.


Mereka berdua memegang tangan dan menepuk bahu Ping Ru Meng, memberinya kode agar bersabar, tidak bertindak gegabah .


Ping Ru Meng mengerti kekhawatiran kedua rekannya, dia menghela nafas panjang.


Mencoba meredam emosinya.


Setelah lebih tenang, Ping Ru Meng sengaja menundukkan wajahnya, sebisa mungkin menghindari adu tatap dengan Yu Long.


Ping Ru Meng mulai sadar,.mungkin ini memang strategi dari Yu Long untuk memancing emosinya.


Bila sampai terjadi keributan di tempat ini, sebelum dia sempat mengeluarkan bukti bukti yang memberatkan Yu Long.


Dia sudah lebih dulu di hukum duluan dengan tuduhan membuat onar di kediaman istana halimun mukjizat.


Seharusnya dia yang ada di posisi menguntungkan malah bisa jadi di balik menjadi posisi yang merugikan dirinya sendiri.


Setelah pikiran jernihnya muncul, perlahan lahan Ping Ru Meng mulai bisa menyadari jebakan yang sedang Yu Long siapkan untuk nya.


Tapi berpikir mudah menjalaninya sangat sulit bagi Ping Ru Meng, karena Yu Long selalu berusaha memancing emosinya.


Dengan suara tawa, senyumnya dan tatapan matanya yang penuh ejekan.


Berkali kali Ping Ru Meng harus menahan emosi saat kartu nya kalah di mana dia di hukum minum arak.


Yu Long secara berterang sengaja menertawainya dan melempar tatapan mata menghina dan mengejek kekalahan nya.


Demi menahan emosi itu,dan membuat dirinya tetap sadar tidak gelap mata.


Ping Ru Meng berulang kali harus melukai jari tangannya sendiri, untuk menjaga kesadarannya.


Semakin Ping Ru Meng emosi, permainan kartunya semakin ngawur dia semakin sering kalah.


Semakin sering kalah, dia semakin banyak minum arak, sehingga keadaan nya semakin kacau.


Kondisi inilah yang di kehendaki oleh Yu Long.


Dia memang sengaja ingin mengacaukan Ping Ru Meng lebih dulu.


Agar dia bisa memuluskan rencana selanjut nya.