
"Aku baik baik saja.."
Ucap Siau Sien Ce sambil menyambut uluran tangan dari Yu Ming, yang membantu menariknya bangkit berdiri.
Siau Sien Ce setelah berdiri di hadapan Yu Ming, dia menatap Yu Ming dengan serius dan berkata,
"Pagi pagi begini, apa yang kakak lakukan di sini ..?"
Yu Ming tidak langsung menjawabnya, sambil menahan senyum dia berkata,
"Kamu sendiri ngapain kemari..?"
Siau Sien Ce dengan wajah cemberut kurang senang, dia membuang mukanya dan berkata,
"Kakak ini, ditanya gak jawab malah balik nanya.."
"Kalau gak mau jawab, ya sudah aku juga malas tahu.."
Ucap Siau Sien Ce sambil membalikkan badannya hendak melayang turun kembali kebawah.
Yu Ming buru buru menahan lengannya dan berkata,
"Baiklah aku jawab duluan, kamu jangan begitu cepat emosi ."
"Ayo kita masuk kedalam, nanti aku jelaskan semuanya.."
Ucap Yu Ming mengalah.
Siau Sien Ce sambil menahan senyum berkata,
"Nah ini baru lebih mirip dengan kakak ku, yang selama ini aku kenal."
'Tidak termasuk sia sia, aku berusaha bersusah payah mencari nya kemana mana.."
Yu Ming hanya menanggapinya dengan senyum dan terus melanjutkan langkahnya, kembali kedalam Gua.
Setelah berada di dalam Gua, Yu Ming pun menjelaskan semua yang dia temukan di dalam Gua sana.
Termasuk rencananya, untuk mengembalikan jasad Che You ke bibi nya, yang kini dia simpan di dalam gelang penyimpanan nya.
Siau Sien Ce mendengar dengan serius, di ujung cerita dia baru berkata,
"Mengenai kisah Che You dan Hua Sien Ku, aku juga pernah mendengarnya dari guru ku.'
"Bahkan saat kejadian, guru ku juga hadir di sana.."
"Aku setuju dengan rencana kakak."
"Secara pribadi aku juga, sangat bersimpati dengan keadaan dan nasib, yang menimpa mereka berdua.."
Ucap Siau Sien Ce serius.
Yu Ming mengangguk sependapat dengan Siau Sien Ce.
Siau Sien Ce kembali menatap Yu Ming dan berkata,
"Lalu bagaimana dengan latihan kakak, ? apa sudah berhasil kakak melatihnya..?"
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Untuk sementara semua berjalan cukup lancar, jurus pertama "Memisahkan gelap dan terang." bagian dari rangkaian 10 jurus, Ilmu Tiada Awal Tiada Akhir,
"Aku sudah menguasainya, tinggal mematangkannya, lewat pengalaman pertarungan saja.."
Ucap Yu Ming apa adanya.
"Baguslah kalau begitu, kak mungkin kita harus segera kembali ke kemah.."
"Mereka semua mungkin sedang menunggu kakak kembali ke sana."
Ucap Siau Sien Ce mengingatkan .
Yu Ming mengangguk menyetujui pendapat Siau Sien Ce.
"Baiklah, kalau begitu kita kembali saja ke markas sekarang.."
Siau Sien Ce mengangguk setuju, sesaat kemudian, mereka berdua terlihat sudah meluncur terbang di udara meninggalkan tempat itu.
Saat melewati reruntuhan benteng pertahanan Kerajaan Iblis, Yu Ming dan Siau Sien Ce melihat tempat itu sudah kosong.
Mereka melanjutkan dengan menyeberangi danau es beku, yang terlihat sudah tidak utuh lagi.
Banyak terlihat lubang lubang dan retakan di sana sini, akibat pertempuran dahsyat Yu Ming dan yang lainnya di sana.
Saat mendarat di perkemahan yang menjadi markas utama pasukan kahyangan.
Kedatangan Yu Ming dan Siau Sien Ce langsung di sambut gembira oleh semua yang hadir di sana.
Yu Lek adalah yang paling gembira, dia segera menghampiri Yu Ming dan Siau Sien Ce.
"Kalian akhirnya kembali juga dengan selamat, syukurlah.."
Ucap Yu Lek gembira, sambil menepuk bahu Yu Ming dan Siau Sien Ce secara bergantian.
Setelah itu dia baru menoleh kearah Siau Sien Ce dan berkata,
Siau Sien Ce tersenyum gembira dan berkata,
"Terimakasih pangeran ketiga, keadaan ku sudah banyak membaik, tidak ada masalah lagi.."
"Ahh kamu ini, kenapa sekarang malah panggil aku pangeran ketiga segala.."
"Sudah seperti dulu aja, panggil aku Yu Lek atau A lek, apapun itu.."
"Itu justru terdengar lebih akrab.."
Ucap Yu Lek sambil tersenyum lebar.
Siau Sien Ce ikut tersenyum dan berkata,
"Baiklah kakak Lek, Siau Sien Ce akan mengikutinya.."
Yu Lek dengan gembira langsung memegang tangan Siau Sien Ce dan berkata,
"Siau Sien Ce, ayo aku antar kamu pergi lihat tawanan kita.."
"Dia sudah di beri mantra oleh kakak misan ku, kini dia kembali ke wujud asalnya.."
"Cuma sebesar ini saja.."
"Yuk kita pergi lihat kesana.."
Siau Sien Ce menoleh kearah Yu Ming meminta pendapat.
Yu Ming sambil tersenyum mengangguk dan berkata,
"Pergilah,.. bersenang senanglah,.. kini semua sudah aman.."
Siau Sien Ce tersenyum gembira, dia segera mengikuti Yu Lek, yang sangat antusias mengajaknya pergi, melihat Siluman Burung Garuda Putih.
Yu Ming sendiri segera melangkah masuk kedalam kemah bersama Dewa Dewi lainnya.
Setelah tiba di dalam kemah, Yu Ming segera menjura memberi hormat satu persatu kesemua yang hadir.
Sambil mengucapkan terimakasih ke mereka semua, atas dukungan dari bantuan mereka, terhadap misinya.
Setelah saling memberi hormat dan berbasa basi sejenak, Yu Ming pun berkata,
"Hadirin yang terhormat, misi kita kali ini, boleh di bilang sudah selesai.."
"Sudah saatnya kita kembali ke Istana Halimun Mukjizat, untuk memberikan laporan kepada Yu Ti Kaisar Langit, atas hasil yang kita capai.."
"Bagaimana menurut hadirin semua nya, bila siang ini juga, kita semua berangkat kembali ke wilayah Selatan..?"
Semua yang hadir terlihat mengangguk setuju.
Tidak terlihat ada yang keberatan.
Yu Ming yang melihat respon dari semua yang hadir, dia pun melanjutkan berkata,
"Baiklah, bila tidak ada yang berkeberatan, maka kita putuskan begitu saja.."
"Sekarang semuanya boleh bubar untuk bersiap siap, setelah itu kita bisa segera berangkat.."
"Kakak misan,.Dewa Pagoda dan pangeran ketiga Nacha, aku rasa masalah tawanan.."
"Aku hanya bisa mempercayakan kepada kalian bertiga, untuk mengurusnya.."
Ucap Yu Ming sambil menatap serius ke arah mereka bertiga.
Dewa Er Lang tersenyum dan berkata,
"Kami bertiga tidak turut andil, dalam menangkap mereka.."
"Adik Ming ingin kami ikut berjasa, mana mungkin kami bisa menolaknya."
Ucapan Dewa Er Lang langsung di sambut gelak tawa semua yang hadir.
Mereka semua setuju, tidak ada yang keberatan.
Lagipula dengan di urusnya para tawanan oleh ketiga dewa itu, yang lainnya pun menjadi jauh lebih santai tidak perlu was was memikirkan tahanan kabur.
Mereka semua merasa keputusan Yu Ming itu, sudah sangat tepat, satu bisa membantu Dewa Er Lang, dua rekan mereka bisa turut andil berjasa.
Tiga mereka menjadi jauh lebih santai dan bisa menikmati perjalanan kembali ke Istana, tanpa perlu banyak khawatir.
Setelah saling memberi hormat satu persatu, segera bergerak bubar dari acara pertemuan tersebut.
Setelah semuanya pergi, Yu Ming menyertai Dewa Er Lang, Dewa Pagoda dan Nacha.
Pergi mengawasi dan memeriksa keadaan para tawanan mereka.
Dalam perjalanan kesana.
Iseng iseng Yu Ming bertanya,
"Kakak misan, kemana Yu Long, mengapa saya tidak melihatnya..?'