LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
KEDATANGAN YU LEK


"Tidak apa apa, yuk kita cepat sarapan.."


"Tidak baik bila kita sampai terlambat.."


Ucap Ping Ru Meng berusaha menutupi apa yang sedang di lamun kan nya tadi.


Dia tentu malu dan sungkan, untuk mengakuinya, bagaimana pun mereka juga baru bersama satu hari kemaren.


Bahkan tidak sampai sehari, lebih tepatnya, baru hanya beberapa jam saja.


Sebagai seorang gadis, tentu dia malu untuk berterus terang sama Yu Ming.


Sehingga dia buru buru mengalihkan pembicaraan, untuk menutupi rasa gugupnya.


Yu Ming hanya menanggapinya dengan senyum kecil, dia sadar Ru Meng pasti menyimpan sesuatu yang di pikirkan nya.


Tidak ingin dia tahu, mungkin tidak berbeda jauh dengan dirinya sebelum nya.


Tanpa banyak bertanya lagi, Yu Ming pun langsung mengambil tempat duduk di samping Ping Ru Meng.


Berbeda dengan situasi saat makan bersama Siau Sien Ce, terkadang mereka ambil masing masing.


Terkadang Siau Sien Ce melayaninya, mengambilkan makanan untuk nya.


Bersama Ping Ru Meng, Yu Ming sebagai tuan rumah.


Mau tidak mau, dia yang bertindak melayani Ru Meng.


Yu Ming yang mengisi bubur kedalam mangkok, untuk di berikan ke Ru Meng.


"Terimakasih Ming ke ke.."


Ucap Ping Ru Meng sambil mengulurkan tangannya menerima mangkuk dari tangan Yu Ming.


Saat tanpa sengaja, tangan mereka berdua bersentuhan, wajah Ru Meng langsung merah padam.


Dia langsung menundukkan kepalanya, tanpa banyak bicara, dia langsung fokus makan bubur putih di dalam mangkuknya.


Melihat hal ini, Yu Ming pun tersenyum, dia lalu mengambilkan beberapa lauk untuk di letakkan kedalam mangkuk Ping Ru Meng.


"Jangan hanya makan bubur polos saja, ambil juga lauknya.."


"Jangan sungkan, akan mubajir bila kita tidak memakannya.."


"Mereka sudah bersusah payah menyiapkan nya, untuk menyambut mu.."


Ucap Yu Ming sambil tersenyum lembut menatap Ping Ru Meng.


Ping Ru Meng melirik kearah Yu Ming, lalu mengangguk kecil dan berkata,


"Ming ke ke benar, semua masakan ini, rasanya mengingatkan ku akan rumah.."


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Kalau begitu, aku harus banyak banyak berterimakasih pada Ibu Ping Lian.."


"Dia bukan hanya menghadiahi ku pelayan, tapi juga calon pendamping hidup.."


Ping Ru Meng menahan senyum, lalu untuk menutupi rasa malu dan gugupnya.


Dia juga ikut menyumpit beberapa lauk, untuk di masukkan kedalam mangkuk Yu Ming, dan berkata.


"Ming ke ke coba cicipin masakan ini, suka tidak ?"


'Ini adalah masakan khas dari tempat ku.."


"Di tempat kami masakan ini adalah masakan favorit ."


Yu Ming mencobanya, kemudian dia mengangguk dan berkata,


"Ehh benar,.. makanan ini, memang memilki citarasa yang berbeda.."


"Bagaimana menurut Ming ke ke.."


Tanya Ping Ru Meng sambil menatap kearah Yu Ming, menunggu jawaban nya.


"Lumayan enak.."


Ucap Yu Ming pelan.


Lalu dia sendiri berulang kali mengambilnya dan berkata,


"Ini masakan, apa namanya ?"


Ping Ru Meng sambil tersenyum bangga berkata,


"Ini namanya Bajata.."


"Bajata adalah sejenis masakan asam manis pedas, yang menggunakan bahan baku, jamur langka."


"Jamur ini hanya hidup di wilayah ujung selatan sana, di wilayah Kerajaan Es Abadi..."


Yu Ming mengangguk paham, lalu meneruskan makannya.


"Cobain ini..?"


Ucap Ru Meng kembali menyumpitkan sepotong daging ikan, yang sudah di bersihkan dari duri nya..


"Ini namanya Toriyam.."


"Toriyam adalah masakan berbahan baku ikan pedang, yang juga hanya hidup di wilayah Kerajaan Es Abadi kami.."


Ucap Ru Meng kembali memperkenalkan masakan khas Kerajaan nya.


Yu Ming kembali mencobanya,


"Ehhhmmm.. lezat memang.."


Ucap Yu Ming, kemudian mengulangi mencobanya, dengan menyumpit nya sendiri.


"Ahhh, masakan ini, hampir membuat ku lupa waktu.."


"Siapa jamu siapa, jadi tidak jelas begini.."


Ucap Yu Ming sambil menaruh mangkuknya keatas meja.


Dia sudah menghentikan makannya.


"Adik Meng kamu sudah selesai sarapan nya..?"


Tanya Yu Ming basa basi.


Ru Meng sambil tersenyum mengangguk pelan.


"Kalau begitu ayo adik Meng, kita harus segera ke Nan Thian Men sekarang.."


Ucap Yu Ming terburu buru.


Ping Ru Meng tidak menolak, saat Yu Ming kembali memegang tangan nya.


Lalu membawanya melesat keudara, melayang meninggalkan kediaman nya.


Mereka berdua langsung menuju Nan Thian Men.


Saat keluar dari pintu gerbang Nan Thian Men, melihat di sana hanya ada 4 raja langit.


Yu Ming pun menghela nafas lega, dan berkata,


"Kita beruntung, sepertinya mereka belum ada yang datang."


"Coba aku tanyakan ke mereka berempat.."


Ucap Yu Ming sambil bergerak mendekat kearah 4 Raja langit, yang berjaga di sana.


"Selamat datang Pangeran Mahkota, apa ada yang bisa kami bantu .?"


Ucap Mo Li Qing maju menjura kearah Yu Ming dengan penuh hormat.


Yu Ming membalas penghormatan Mo Li Qing dan berkata,


"Maaf Yu Ming menganggu paman yang sedang bertugas."


"Yu Ming hanya mau tanya, apa ayah ibu ku, dan rombongan lainnya sudah tiba kemari..?"


Mo Li Qing langsung menoleh kearah ketiga saudaranya yang lain, untuk memperoleh kepastian.


Hasilnya mereka berempat saling menggelengkan kepalanya.


Mo Li Qing setelah mendapatkan kepastian dan ketiga saudaranya.


Dia buru buru menoleh kembali kearah Yu Ming dan berkata,


"Maaf Pangeran Mahkota, kami berempat belum melihat Yu Ti, maupun Niang Niang dan rombongannya, melewati Nan Thian Men.


Yu Ming menghela nafas lega, dia segera menjura kearah Mo Li Qing dan berkata,


"Terimakasih paman Mo Li Qing atas informasinya.."


"Paman boleh kembali melanjutkan pekerjaan paman.."


"Tidak usah perdulikan kami, Kami bisa menunggu di sini.."


Mo Li Qing balas memberi hormat dan berkata,


"Silahkan saja Pangeran Mahkota.."


"Mo Li Qing mohon permisi dulu.."


"Bila Pangeran Mahkota membutuhkan sesuatu, nanti panggil saja, jangan sungkan.."


Ucap Mo Li Qing sambil menjura dengan penuh hormat.


Setelah mereka saling menjura, Mo Li Qing segera mengundurkan diri, kembali ke pos jaganya.


Sedangkan Yu Ming, dia segera kembali ke sisi Ping Ru Meng dan berkata,


"Ayah ibu ku belum sampai, kita tunggu saja sebentar.."


"Mungkin sebentar lagi sampai.."


"Di sebelah sana ada tempat duduk, bila adik Meng lelah berdiri di sini.."


"Kita bisa mencoba menunggu sambil duduk di sebelah sana.."


Ping Ru Meng menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak Ming ke ke,.. sebaiknya kita menunggu di sini saja.."


Yu Ming mengangguk dan berkata,


"Boleh saja, tapi bila capek katakan saja, tak perlu sungkan.."


"Kita bisa pindah duduk ke sana.."


Ping Ru Meng tersenyum dan mengangguk pelan.


Mereka berdua berdiri sambil mengobrol, tidak lama kemudian rombongan Yu Ti pun tiba.


"Ehh kalian berdua kompak sekali, pagi pagi sudah ada di sini.."


Ucap Yu Lek gembira sambil menghampiri kakak nya


Yu Ming hanya tersenyum menanggapi ucapan adik ketiganya, yang suka banyak bicara itu.


Ping Ru Meng wajahnya langsung merah padam, dia buru buru menundukkan kepalanya.