
"Kamu hanya apa ?"
Tanya Yu Ming sambil tersenyum lembut.
Ping Ru Meng melirik ke atas, dia menemukan Yu Ming sedang menatap kearah nya lekat lekat
Dia buru-buru menyusupkan kembali kepalanya dalam dalam, bersembunyi di dada Yu Ming.
"Ming ke ke, itu sangat canggung dan memalukan, aku tidak biasa.."
"Ming ke ke mengertikan maksud ku.."
"Bagaimana bila di sini, ? di sini sepi pemandangannya juga indah, udaranya sejuk, ..?"
Tanya Yu Ming sengaja menggoda calon tunangannya.
Ping Ru Meng terlihat semakin merah wajahnya, jantungnya berdetak dengan sangat kencang, hingga serasa mau copot.
Sambil mengigit bibirnya sendiri, Ping Ru Meng mengangguk pelan dan berkata,
"Bila Ming ke ke menginginkan nya, Ru Meng akan mengikuti kemauan Ming ke ke.."
Yu Ming tersenyum puas, dia lalu mencium kepala dan kening Ping Ru Meng.
"Ku rasa ini sudah lebih dari cukup.."
"Ayo kita coba terbang melihat lihat pemandangan di sini dari atas.."
Ucap Yu Ming, sambil merangkul pundak Ping Ru Meng.
Yu Ming mengajak Ping Ru Meng terbang keatas.
"Ming ke ke jangan tinggi tinggi, diatas sana ada perisai pelindungnya.."
Ucap Ping Ru Meng cepat mengingatkan Yu Ming.
Yu Ming mengangguk dan berkata pelan,
"Baiklah Meng Er, kita bermain main dari pucuk pohon pinus saja, untuk melihat lihat pemandangan di bawah sana
Selesai berkata, mereka berdua berpelukan mesra, terlihat melayang dari satu pucuk pohon Pinus, terus berpindah ke pucuk pohon pinus lainnya.
Tubuh mereka berdua terus berayun ringan dari satu pucuk pohon pinus, kemudian pindah ke pucuk pohon pinus lainnya.
Meski bagi Ping Ru Meng mengayun ayun seperti itu, bisa dia lakukan dengan mudah.
Tapi berayun berdua, sambil berpelukan mesra, menikmati angin semilir yang sejuk menerpa wajah, serta menikmati pemandangan alam dari atas sana.
Hal ini adalah pengalaman pertama kali baginya.
Sehingga dia terlihat sangat gembira dan bahagia, saat menikmati permainan yang mereka lakukan bersama ini.
Beberapa saat berayun di udara, mengelilingi hampir seluruh area di sekitar telaga.
Yu Ming akhirnya mengajak Ping Ru Meng duduk santai di salah satu dahan pohon pinus.
Di sana mereka berdua duduk saling berangkulan mesra, membiarkan kaki mereka menjuntai kebawah, berayun ayun diudara.
"Ming Ke ke sepulang dari sini, apa rencana mu..?"
Tanya Ping Ru Meng sambil menatap kearah kejauhan dibawah sana.
Dia agak malu untuk bertatapan langsung dengan Yu Ming, jadi dia lebih memilih untuk menatap ke bawah sana.
Yu Ming menoleh kesamping menatap wajah Ping Ru Meng, dia ingin tahu ekspresi Ping Ru Meng saat dia memberitahunya ingin pergi kemana setelah ini.
"Setelah dari sini, aku ingin pergi mengunjungi langit lapis ke 36 tempat tinggal bibi ku Hua Sien Ku.."
"Apa kamu tertarik untuk menemani ku ke sana .?"
Yu Ming melihat Ping Ru Meng bersikap datar saja, tidak kaget sama sekali.
Ini hanya menunjukkan bahwa, dia tidak pernah mendengar dan tidak tahu apapun tentang persoalan bibi nya Hua Sien Ku.
"Aku sebenarnya ingin ikut, aku juga malas dan bosan tinggal di sini.."
"Tapi peraturan Kerajaan ini, tidak memperbolehkan aku untuk kemana mana.."
"Sebelum acara pertunangan kita di langsung kan.."
"Bahkan setelah pertunangan, sebelum kita resmi menikah.
"Terkecuali bila Ming ke ke yang bermain kemari, tentu kita bisa bebas bersama setelah dapat ijin dari ayah ku.."
Ucap Ping Ru Meng lesu.
Selesai bicara, dia menoleh kearah Yu Ming, dia menatap mata Yu Ming lekat lekat dan berkata dengan wajah menyesal,
"Maafkan Ru Meng, Ru Meng juga tidak inginkan hal itu.."
"Ru Meng harap Ming ke ke mau mengerti posisi Ru Meng.."
Yu Ming tersenyum, dia membalas menatap sepasang mata Ru Meng dalam dalam dan berkata,
"Tidak apa-apa, aku mengerti.."
"Meng er kamu tidak perlu minta maaf segala dan merasa tidak enak hati.."
"Aku akan pergi sendiri kesana, aku juga tidak lama di sana.."
"Setelah menjenguk bibi ku, aku juga akan segera kembali ke Yu Ming Kung.."
"Bila kamu kapan pun ingin mencari ku, datang aja, tunggu saja aku di Yu Ming Kung.."
"Nanti bila kamu ingin pulang, aku baru temani kamu pulang.."
"Aku juga akan sering sering datang mengunjungi mu kemari, yang penting kamu jangan bosan aja.."
Ucap Yu Ming sambil menyentuh ujung hidung kekasihnya dengan gemas.
Ping Ru Meng mencibirkan bibirnya yang indah kedepan dan berkata,
"Takutnya kamu malah yang bosan, terus malas kemari.."
"Ming ke ke berjanjilah kamu harus sering sering mengunjungi ku kemari.."
"Selama aku tidak berada di sisi mu, kamu tidak boleh berpaling dari ku ."
Ucap Ping Ru Meng sambil menatap Yu Ming dengan serius.
Yu Ming tertawa dan berkata, "Kalau itu kamu tidak perlu khawatir, aku tidak punya banyak teman di kahyangan.
"Selain Yu Lek adik ku, dan Siau Sien Ce asisten pelayan ku, yang kini sudah kembali ketempat gurunya."
"Kamu lah, kini satu satunya orang yang tersisa, dekat dengan ku ."
"Jadi bila aku sedang tidak ada pekerjaan, selain kemari mencari mu, aku juga sudah tidak ada tempat tujuan lain untuk pergi.."
Ucap Yu Ming sambil menatap Ping Ru Meng dalam dalam.
Ping Ru Meng tersenyum manis dan berkata,
"Ingat janji mu, aku tidak mau pas aku kesana, malah melihat ada Fei Ying ataupun Ruo Lan ditempat mu.."
Yu Ming tersenyum dan berkata,
"Bila aku ingin mereka ada di tempat ku, aku kemaren juga tidak akan repot repot menyebut namamu di depan ayah ibu ku ."
"Sehingga membuat mu, di tembak dengan pertanyaan pertanyaan yang bikin kamu canggung dan seba salah itu.."
Ucap Yu Ming sambil tertawa, saat dia teringat suasana saat itu.
Ping Ru Meng tersenyum malu, dan mencubit lengan Yu Ming, untuk melampiaskan gemasnya.
Tapi hatinya sangat senang, Yu Ming memilih dia, bukan Ruo Lan juga bukan Fei Ying.
"Alasan Ming ke ke tidak memilih mereka kenapa..?"
"Padahal menurutku mereka berdua sangat cantik.."
Tanya Ping Ru Meng sambil menatap Yu Ming dengan tatapan mata, di penuh rasa ingin tahu.
Yu Ming membalas menatap Ping Ru Meng dan menjawab sejujurnya,
"Fei Ying aku tidak menyukai sikapnya yang angkuh itu, terutama saat dia menindas Yu Lek, aku benar benar sangat tidak menyukai nya.."
"Ahh masa sih,. kulihat kemarin kamu justru kalau bicara dengannya sangat sopan, selalu mengalah pada nya.."
Ucap Ping Ru Meng sambil menahan senyum