
Yu Ming yang tertelan ombak, dengan ringan meluncur keluar dari dalam gelombang air yang menelannya.
Dia melayang di angkasa dengan tubuh terlindungi cahaya warna warni.
Sehingga dia tetap kering,
Bahkan setetes air pun tidak ada yang bisa menyentuh tubuhnya.
Keadaan sebaliknya terjadi pada Siluman ular putih, yang terpental oleh sengatan petir pemusnah.
Sama seperti adiknya Siau Ching, setelah mengejang sebentar di udara, saat terjatuh keatas air danau Si Hu.
Siluman ular putih juga kembali kebentuk asalnya, dia berubah menjadi seekor ular putih sebesar jari telunjuk.
Ukurannya sedikit jauh lebih besar dari Siau Ching adiknya.
Siluman ular putih juga segera ngeloyor pergi menjauhi arena pertempuran dengan berenang cepat diatas permukaan air.
"Kakak misan, apakah mereka di biarkan begitu saja..?"
Tanya Yu Ming saat dia berada di samping Dewa Er Lang.
Dewa Er Lang menghela nafas panjang, berkata,
"Dengan kondisi mereka yang seperti itu."
"Mungkin yang terbaik adalah biarkan mereka musnah sendiri di alam ini ."
"Mereka membutuhkan Siu Lian 1000 tahun, baru bisa kembali ke kekuatan mereka saat ini.."
"Tapi sebelum itu tercapai, ku rasa mereka juga sudah di habisi pemangsa lain, tentu nya jika mereka lolos dan bertahan, setiap 100 tahun sekali, mereka akan menikmati sambaran petir langit .."
Ucap Dewa Er Lang menjelaskan.
Yu Ming tersenyum pahit dan berkata,
"Kakak misan, apa menurut mu, cara ku ini, sedikit terlalu kejam buat mereka..?"
Dewa Er Lang menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak Ming er, mereka memang pantas menerimanya.."
"Mereka telah membuat kekacauan yang tidak kecil di dunia, jadi mereka pantas menerima karma itu.."
Ucap Dewa Er Lang berpendapat untuk menenangkan Yu Ming.
Agar Yu Ming tidak terlalu merasa bersalah atas tindakan nya.
"Ming Er bagaimana dengan Iblis Kegelapan dan Iblis Neraka ?"
"Apa kamu sudah berhasil menangkapnya.?"
Tanya Dewa Er Lang sambil menatap kearah Yu Ming dengan penuh perhatian.
"Sudah kak, sekalian sama bonusnya, Siluman Phoenix api juga sudah aku tangkap sekalian.."
Ucap Yu Ming sambil tersenyum gembira.
"Dimana mereka sekarang Pangeran..?"
Tanya Dewa Pagoda yang baru saja ikut bergabung di samping Yu Ming.
"Kita ketepi danau saja, untuk serah terimanya.."
Ucap Yu Ming sambil bergerak terbang menuju tepi danau.
Di mana Ping Ru Meng terlihat sedang menanti nya di sana.
Setelah mendarat di samping Ping Ru Meng, berturut-turut di susul.oleh Dewa Er Lang Dewa Pagoda Nacha dan Siau Thian Quan.
Yu Ming berkata,
"Dewa Pagoda keluarkan dulu Pagoda Ling Long mu.."
"Bersiap lah untuk menghisap mereka kedalam, setelah aku mengeluarkan mereka nanti."
"Agar mereka tidak kabur melarikan diri, saat aku mengeluarkan nya.."
Ucap Yu Ming serius.
Dewa Pagoda mengangguk paham, dia segera mengeluarkan Pagoda Ling Long nya
Membaca mantra nya lalu dia lemparkan ke udara.
Begitu pagoda Ling Long mulai bersinar dan berputaran di udara.
Yu Ming langsung mengeluarkan botol labunya, membuka penutupnya.
Menuang keluar seluruh isi di dalamnya.
Semua yang terkurung di dalam botol labu, saat mereka di keluarkan, semuanya terlihat masih Ling Lung tak berdaya.
Sebelum mereka sempat menyadarinya, Pagoda Ling Long sudah langsung menghisap mereka masuk kedalam Pagoda, untuk bergabung dengan tahanan lainnya di dalam sana.
"Kakak misan aku rasa aku hanya sampai di sini saja.."
"Sisanya aku terpaksa menitipkan nya ke kakak untuk mengurus nya.."
"Kita berpisah di sini saja, sampai jumpa lagi di kahyangan nanti.."
Ucap Yu Ming sambil tersenyum.
Dewa Er Lang tersenyum dan menepuk bahu Yu Ming,
"Ming Er terima kasih banyak, maaf kakak tidak bisa hadir di acara kalian berdua.."
"Kakak juga tidak ada hadiah khusus untuk kalian berdua.."
"Ini terimalah anggap saja sebagai hadiah buat kalian berdua, kakak doakan, semoga hubungan kalian langgeng selamanya.."
Ucap Dewa Er Lang sambil memberikan sebuah Liontin berukir Naga dan burung Hong ke Yu Ming.
"Terimakasih banyak kak.."
Ucap Yu Ming dan Ping Ru Meng kompak.
Dewa Pagoda dan yang lainnya, masing masing juga memberikan kado kecil tanda mata ke Yu Ming.
"Terimakasih semuanya.."
Ucap Yu Ming dan Ping Ru Meng penuh haru ke teman teman seperjalanan dalam satu misi ini.
Sesaat kemudian mereka pun berpisah.
Yu Ming dan Ping Ru Meng melanjutkan perjalanan mereka kembali ke kahyangan.
Sedangkan Dewa Er Lang dan rombongannya, melanjutkan perjalanan mereka, untuk menangkap Siluman Iblis dan raksasa yang masih berkeliaran di alam manusia.
Saat Yu Ming dan Ru Meng sedang terbang di angkasa sana.
Ru Meng tiba tiba berkata,
"Ming ke ke boleh tidak kita mampir ke Sai Wai, di luar tembok Yek Men Kuan.."
Sai Wai adalah daerah perbatasan di luar tembok besar China, sedangkan Yek Men Kuan adalah nama pintu gerbang terakhir, yang menjadi pintu gerbang terluar dari perbatasan China dengan suku nomaden di luar tembok besar.
Di mana itu Sai Wai ? dan di mana Yek Men Kuan berada ?"
"Aku kurang paham dengan nama wilayah di alam manusia.. ?"
Ucap Yu Ming berterus terang.
"Sai Wai itu ada di perbatasan ujung Utara, yang di batasi oleh sebuah tembok besar yang panjang dan tebal.."
"Yek Men Kuan adalah nama pintu gerbang, untuk keluar dari daerah perbatasan itu.."
Ucap Ping Ru Meng mencoba menjelaskan.
Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,
"Berarti bila kita terbang kearah Utara, kita akan tiba di sana .?"
"Ada apa, kamu tiba tiba ingin mampir ke sana..?"
Tanya Yu Ming heran.
"Ibu ku putri Li Yang di makam kan di sana, dulu ayah ku dan ibu ku beserta aku waktu kecil, pernah tinggal di tempat itu.."
Ungkap Ping Ru Meng dengan wajah sedikit sedih.
Yu Ming pun langsung mengerti, dan berkata,
"Ya aku baru ingat sekarang, maafkan aku yang terburu-buru, ingin kembali ke kahyangan."
"Sehingga lupa, kamu ada janji dengan ayah mu, untuk mengunjungi makam ibu mu .."
"Untung kamu mengingatkan, sudah sepantasnya kita kesana untuk menyembahyangi ibu mu.."
"Meminta doa restu darinya, akan pernikahan kita.."
Ucap Yu Ming sedikit merasa bersalah, telah melupakan hal penting itu.
Ping Ru Meng tersenyum bahagia, menggenggam tangan Yu Ming dengan erat dan berkata,
"Tidak perlu meminta maaf, Ming ke ke mau menemani ku kesana saja, aku sudah sangat bahagia.."
Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,
"Kalau begitu, mari kita kesana sekarang juga.."
Ping Ru Meng mengangguk dan tersenyum lembut, dia membiarkan Yu Ming merangkul pinggang nya.
Membawanya terbang lebih cepat menuju daerah Utara.