
Fei Ying di dalam hati tersenyum gembira, hatinya sangat puas.
Mendapatkan perlakuan Yu Ming yang sopan dan sangat menghormati nya.
Dengan wajah pura pura dingin, dia berkata dengan suara angkuh,
"Sudahlah,.. lupakan saja,.. orang besar tidak akan perhitungan dengan masalah anak kecil.."
"Dasar sombong,..! siapa yang kamu bilang anak kecil..!"
"Sini kalau berani, biar ku bikin perut mu membesar dan punya anak kecil tahun depan..!"
Teriak Yu Lek tidak terima di Katai anak kecil.
Yu Lek jaga ucapan mu jangan tidak sopan.."
Tegur Yu Ming ke adiknya.
"Kakak sama gadis tidak tahu sopan santun, dan tidak tahu malu ini, buat apa bersikap sopan.."
"Lebih baik kakak beri dia pelajaran, hajar pantatnya sekalian.."
"Kalau perlu hingga berbunga, biar dia tahu diri..!"
Ucap Yu Lek nyolot, sambil berlindung di belakang Yu Ming.
"Kau,.. sekali lagi kau berani bicara sembarangan, lihat bagaimana aku menghajar mu..!"
Bentak Fei Ying dengan wajah merah padam.
Dia seorang gadis dewasa, sebentar di bilang akan di hamili, sebentar lagi, menyuruh Yu Ming calon tunangan yang baru di lihat nya, untuk menghajar pantatnya hingga berbunga.
Itu adalah suatu pelecehan yang sangat memalukan, bagaimana mungkin dia bisa menelan penghinaan ini.
Sesabar sabarnya dia, untuk menjaga image, dia juga tidak bisa membiarkan harga dirinya, di jatuhkan hingga sedemikian rupa di depan umum.
"Kenapa ? mau menghajar ku,? hajar aja kalau berani, lihat pantat mu bakal berbunga atau tidak..?"
"Kakak gadis seperti ini sepanjang jalan banyak, buat apa di pertahankan buang saja..masih banyak yang lain.."
"Kakak jangan khawatir, biar adik kenalkan dengan putri putri cantik lainnya, yang sopan, lemah lembut dan pengertian.."
"Jadi yang seperti siluman betina bersayap begini, orang bukan hantu bukan, wanita bukan pria juga bukan.."
"Lebih baik lupakan saja.."
"Wekkk.."
Ucap Yu Lek semakin nyolot, dan menutupnya.
Dengan gerakan mengejek Fei Ying, dia menjulurkan lidahnya dan menarik sepasang kelopak matanya ke bawah.
Fei Ying sampai tidak bisa berkata kata, saking emosinya, mendengar ucapan Yu Lek yang sangat kelewat batas.
Dadanya yang membusung indah, sampai naik turun, akibat menahan gelombang nafasnya yang memburu saking kesalnya.
"Hyaaahhh..!"
"Bajingan bermulut lancang,..! mampus kamu..!"
Bentak Fei Ying yang sudah benar benar gelap mata.
Sepasang sayap emasnya di belakang punggung sana, mengembang indah berkilauan.
Dia langsung mencabut pedang yang tergantung di pinggangnya.
"Sringggg..!"
"Siuuut..!"
Begitu pedang tercabut, dia langsung terbang melancarkan tusukan pedang, yang mengeluarkan cahaya putih berkilauan menerjang cepat kearah dada Yu Lek.
Yu Lek yang bermulut tajam, kini hanya bisa berdiri diam di tempat dengan wajah pucat pasi tidak tahu harus berbuat apa.
Sepasang sayap di belakang punggungnya, juga ikut mengembang, tapi saat muncul, dia hanya memiliki sepasang sayap kecil jelek dan kusam.
Sayap Yu Lek terlihat seperti sepasang sayap bebek comberan.
Siau Sien Ce di belakang sana sudah tidak sanggup menahan tawa, melihat bentuk sayap Yu Lek yang berbanding terbalik dengan mulutnya.
"Breebbb..!"
Untungnya Siau Sien Ce sempat cepat membekap mulutnya sendiri, menahan suara tawa yang hampir terlontar keluar.
Sehingga hanya suara kecil semburan nafas, itulah yang sempat terdengar keluar.
Sementara itu di sisi lain, tepatnya di belakang Yu Long, yang selalu berwajah dingin dan sinis.
Seorang gadis yang berwajah cantik luar biasa, juga buru buru menundukkan wajahnya, berusaha menahan senyumnya yang mengembang.
Saat dia juga ikut melihat sepasang sayap Yu Lek yang super imut imut itu.
Andaikan gadis itu tidak menundukkan wajahnya, mungkin perhatian semua pria di dalam ruangan, akan beralih kearah dirinya.
Semua orang akan melupakan kejadian yang sedang Yu Lek dan Fei Ying hadapi.
Dengan gerakan yang sangat cepat dan tidak terduga, tahu tahu ujung pedang Fei Ying, sudah terjepit diantara jari telunjuk dan jari tengah Yu Ming.
Pedang Fei Ying terhenti di sana, maju tidak bisa, mundur pun tidak.
Bagaimana pun Fei Ying mengempos semangat dan kekuatan nya.
Pedang nya tetap sulit untuk bisa maju ataupun mundur.
"Lepaskan pedang ku..!!"
Teriak Fei Ying marah.
Yu Ming menunggu saat Fei Ying sedang menarik pedangnya sekuat tenaga.
Dia pun melepaskan jepitan jarinya, dari pedang Fei Ying dan berkata pelan,
"Baiklah Yang Mulia Putri.."
"Ahhh..!"
Fei Ying berteriak kecil, menahan kaget, tubuhnya terdorong mundur oleh kekuatan tarikan nya sendiri.
Dia hampir saja terjungkal kebelakang, bila tidak di topang dengan kibasan sepasang sayapnya yang indah dan lebar.
Sehingga dia sekilas hanya terlihat seperti sedang terbang melayang mundur dengan ringan.
Melihat situasi yang bisa mengacaukan kerukunan aliansi.
Dewa Er Lang pun maju menengahi, dia menatap kearah Yu Lek dengan dingin dan berkata,
"Yu Lek cepat minta maaf..!"
"Tidak Sudi..!"
Jawab Yu Lek tidak mau kalah.
"Yu Lek jangan tidak sopan, atau aku laporkan ke paman, kamu mengacau di sini..!"
Bentak Dewa Er Lang penuh ancaman.
Sebelum masalah bertambah besar, Yu Ming buru buru maju dan berkata,
"Kakak misan, Yu Lek masih muda, harap jangan perhitungan dengan nya ."
"Masalah nya dengan Putri Fei Ying, aku akan mewakilinya meminta maaf dan siap menerima hukuman apapun dari tuan Putri Fei Ying.."
"Yu Lek serahkan saja pada ku, biar aku yang mengajarinya bersikap nanti.."
Dewa Er Lang menghela nafas panjang, dia kemudian berkata,
"Baiklah Ming Er, Lek er di bawah pengawasan mu saja.."
"Awasi dengan baik, jangan mengacau lagi, atau jangan salahkan kakak bertindak tegas ."
Ucap Dewa Er Lang tegas.
"Siap kak,.. Ming Er akan bertanggung jawab penuh.."
Dewa Er Lang lalu menoleh kearah Fei Ying menjura ke arahnya dan berkata pelan.
"Tuan Putri Fei Ying, demi kelancaran misi ini, aku harap Tuan Putri tidak lagi memperpanjang urusan ini di sini.."
"Musuh sudah dekat, kapan pun bisa menyerang, harap pengertian nya.."
"Kita benar benar tiada waktu lagi, untuk mengurus keributan internal.."
"Bila Tuan Putri kurang puas, setelah ini, tuan putri boleh meminta pertanggungjawaban dari adik Yu Ming..."
"Aku rasa, dia pasti akan memberikan pertanggungjawaban yang memuaskan.."
Ucap Dewa Er Lang mencoba menenangkan suasana yang tensinya mulai memanas.
Putri Fei Ying meski masih kesal, tapi dia juga sadar posisi dirinya.
Kedatangan nya bukan hanya memikul nama pribadi.
Tapi memikul nama baik seluruh kerajaan Dewa Dewi Bersayap, jadi dia harus bisa menjaga nama dan martabat Kerajaan ayahnya.
Agar jangan sampai sikapnya yang terpancing oleh Yu Lek, justru mengacaukan semuanya.
"Baiklah Dewa Er Lang,.. Fei Ying tidak akan memperpanjangnya, mari kita fokus bahas misi kita saja.."
Ucap Fei Ying berusaha menahan perasaan emosinya, demi nama baik ayahnya dan kerajaan nya.
"Terimakasih banyak Putri Fei Ying.."
Ucap Dewa Er Lang sambil memberi hormat.
Setelah itu dia pun menoleh kearah semua yang hadir dan berkata,
"Kini semuanya telah hadir dengan lengkap.."
"Sudah saatnya kita memutuskan, apa yang kita lakukan, untuk menghadapi bangsa iblis dan siluman itu.."