LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
HUKUMAN BUAT YU LONG DAN IBUNYA


"Harap Ratu Kerajaan Es Abadi bersabar menunggu sebentar di sini.."


"Biar hamba melapor sebentar kedalam, bila di ijinkan oleh Yu Ti.."


"Saya pribadi yang akan mengantar Ratu, kedalam mengunjungi istana Halimun Mukjizat.."


Ping Ru Meng tidak banyak cerewet dia mengangguk dan berkata dengan sopan.


"Maaf jadi merepotkan paman untuk itu, terimakasih banyak.."


Ucapan sopan Ping Ru Meng yang bersahabat.


Membuat keempat Raja Langit sedikit tidak enak hati.


Mereka berempat segera membalas penghormatan dari Ping Ru Meng .


Setelah itu, Mo Li Qing segera berlalu dari sana.


Ping Ru Meng dengan sikap santai berjalan menuju tempat di mana dia dan Yu Ming pernah duduk bersama di sana.


Saat tiba di sana, Ping Ru Meng menyentuh bagian batu di mana Yu Ming pernah duduk di sana, dengan penuh perasaan.


Dia seolah olah masih bisa merasakan kehangatan Yu Ming di sana.


Dia sedikit melamun memegangi batu tersebut.


Beberapa waktu kemudian dia baru menghela nafas sedih, dan mengambil tempat duduk tepat di sisi batu yang sedang dia sentuh itu .


"Semuanya tidak berubah, kecuali diri mu yang telah tiada.."


Gumam Ping Ru Meng dengan wajah sedih.


Setelah itu dia kembali melamun, seolah olah bisa melihat semua adegan peristiwa, kebersamaan dan kemesraan mereka berdua di sana.


Hingga Mo Li Cing kembali dari dalam dan menegurnya, Ping Ru Meng baru tersadar dari lamunannya.


"Ehh, ohh ya, maaf paman Mo.."


Ucap Ping Ru Meng sedikit canggung.


Mo Li Qing tersenyum mengerti dan berkata,


"Tidak apa-apa kami paham.."


"Mari Ratu, saya yang akan antar Ratu berkunjung kedalam,Yu Ti sudah memberikan ijin nya.."


"Yu Ti secara pribadi, yang mengundang Ratu masuk kedalam istana.."


"Silahkan Ratu.."


Ucap Mo Li Qing dengan sikap penuh hormat.


Ping Ru Meng mengangguk dan berkata,


"Terimakasih banyak paman Mo, kalau begitu Ru Meng juga tidak akan bersungkan lagi.."


Selesai berkata, Ping Ru Meng segera mengikuti Mo Li Cing terbang menuju istana halimun mukjizat.


Saat tiba di hadapan Yu Ti, Ping Ru Meng diam diam sedikit kaget melihat perubahan Yu Ti, yang terlihat jauh lebih tua, dan tidak bersemangat seperti dulu lagi.


Dia terlihat agak murung dan bersedih, meski tersenyum ramah sekalipun. Mata dan ekspresi wajahnya, tidak bisa menipu apa yang sedang di rasakan oleh nya.


Wang Mu Niang Niang, yang biasanya selalu hadir di sisinya, kini justru tidak terlihat hadir di sana.


Begitu pula dengan Ping Lian bibinya.


Yu Lek meski hadir di sana, tapi dia juga terlihat agak murung dan kehilangan keceriaannya.


Kini di sisi kaisar langit hanya hadir ibu Yu Lek, Fei Yen yang duduk menemani kaisar langit.


Ping Ru Meng segera maju memberi hormat dan berkata,


"Salam hormat dari Ping Ru Meng , semoga Yang Mulia panjang umur dan sehat selalu.."


"Tidak perlu peradatan Meng er.."


"Kita masih orang sendiri, meski Ming Er sudah tiada, tapi kamu tetap lah adalah menantu ku,..bagian dari keluarga ini.."


"Katakan saja, apa yang ingin kamu sampaikan, tak perlu sungkan.."


Ucap Yu Ti sambil tersenyum ramah.


"Yang Mulia tujuan kedatangan hamba hari ini, hanya ingin Yang Mulia dan semua yang hadir menyaksikan semuanya sendiri.."


"Ini adalah salah satu bukti untuk membersihkan nama baik suami hamba.."


"Sekaligus bukti kejahatan Pangeran Mahkota Yu Long, atas semua kejahatan yang telah dia lakukan selama ini.."


"Selain ini, bukti kedua adalah Siluman ini, dia adalah saksi hidup Semua kejadian peristiwa.."


Ucap Ping Ru Meng mantap.


Dia segera mengeluarkan Siluman Rubah Ekor Sembilan, yang telah dia lumpuhkan, untuk di lempar ketengah tengah ruangan.


Siluman Rubah Ekor Sembilan tergeletak lemah tak berdaya di atas lantai.


Ping Ru Meng kemudian membuka telapak tangannya, sehingga batu warna warni kini melayang sendiri keatas.


Perlahan lahan dari sinar yang di pancarkan oleh batu warna warni, mulai terlihat tayangan ulang pengakuan Siluman Rubah Ekor Sembilan dari awal hingga akhir.


Semua yang hadir terlihat terkejut dengan pengakuan langsung dari Siluman Rubah Ekor Sembilan itu.


Yu Ti berulang kali menghela nafas kecewa, melihat semuanya.


Hatinya semakin sedih, melihat keseluruhan peristiwa yang terjadi.


Wajahnya yang sudah muram dan bertambah tua, kini semakin muram dan terlihat semakin tua.


Ping Ru Meng sendiri hanya berdiri diam di sana, dengan wajah tanpa ekspresi. Dia tidak berkata apapun.


Hingga tayangan itu selesai sepenuhnya.


Dia baru mengulurkan tangannya kedepan, segera batu warna warni itu terbang masuk kembali kedalam telapak tangannya.


Ping Ru Meng kemudian menyimpan nya kembali kedalam gelang penyimpanan nya, dengan sikap tenang.


Setelah tayangan selesai, suara kasak kusuk semua dewa yang hadir segera memenuhi ruangan tersebut.


Yu Ti menatap tajam kearah Siluman Rubah Ekor Sembilan yang tergeletak tak berdaya.


Dengan suara keren, dia membentak Siluman Rubah Ekor Sembilan itu.


"Wahai Siluman jahat, apa kamu sudah menyadari dosa mu..!?"


Siluman Rubah Ekor Sembilan, yang tidak berdaya mengedarkan pandangannya sebentar.


Dia dengan wajah ketakutan segera mengangguk cepat dan berkata,


"Hamba tahu salah, harap Yang Mulia bisa mengampuni kesalahan hamba.."


"Harap Yang Mulia tidak menjatuhkan hukuman yang berat kepada hamba.."


"Karena hamba sebenarnya, hanya menjalankan perintah dan keinginan dari pangeran kedua saja.."


Yu Ti terdiam beberapa saat, kemudian dia menoleh kearah Dewi bulan Chang Er dan berkata,


"Chang Er kamu yang lebih ahli membimbing dan mendidik binatang, aku rasa binatang ini lebih cocok kamu yang mengurusnya.."


"Bila dia bisa di ubah kejalan kebenaran, binatang ini sebenarnya masih bisa memberikan manfaat besar buat kita semua.."


Ucap Yu Ti dan sambil menoleh kearah Chang Er.


Chang Er segera maju kedepan dan berkata,


"Hamba siap mencoba menjalankan perintah dari Yang Mulia ."


Selesai berkata, Chang Er segera mengeluarkan sebuah sangkar emas di tangan nya.


Begitu dia selesai membacakan mantranya, Siluman Rubah Ekor Sembilan pun segera terhisap masuk kedalam sangkar tersebut.


Dewi Bulan Chang Er segera menyimpan sangkar ajaibnya kedalam gelang penyimpanan.


Setelah melihat Siluman Rubah Ekor Sembilan telah di bereskan oleh Chang Er.


Yu Ti kembali melanjutkan berkata,


"Pengawal dengar titah, kalian segera pergi, tangkap Yu Long dan Ping Lian, kirimkan mereka ke raja Neraka Zhong Kui, untuk di putuskan hukuman buat mereka di neraka .."


Beberapa pengawal istana segera maju ke hadapan Yu Ti, memberi hormat.


Setelah itu, mereka segera pergi dari ruangan tersebut pergi menjalankan tugas yang Yu Ti perintahkan barusan ini.