LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
KEHANCURAN DEWA MATAHARI


Dewa Matahari dengan wajah sedih dan penuh kebencian, dia kembali menatap kearah Yu Ming yang baru saja melayang turun kebawah.


Sepasang kaki Yu Ming terlihat menginjak awan warna warni, jadi di sebut mendarat lebih tepatnya Yu Ming kini dalam posisi mengambang di atas tanah.


Dewa Matahari menggenggam pedangnya erat erat, dia menggunakan ujung pedangnya menunjuk kearah wajah Yu Ming dan berkata,


"Bocah biadab, hari ini aku akan mengadu nyawa dengan mu..!"


Selesai berkata dengan wajah penuh kebencian, Dewa Matahari mengangkat pedang Cahaya Emas Inti Matahari tinggi tinggi di atas kepalanya.


Dia menggenggam gagang pedang tersebut dengan kedua tangannya.


Pedang itu menyerap cahaya Surya di langit mengalir masuk kedalam tubuh Dewa Matahari.


Perlahan-lahan tubuh dewa matahari terbang menuju matahari yang bersinar cerah di angkasa.


Ke 9 putranya juga mengikutinya di belakang sana berbaris seperti antrian kereta api, memanjang kebelakang.


Mereka juga melakukan gerakan yang sama, hanya saja mereka menggenggam pedang mereka yang di tunjukkan keatas dengan satu tangan.


Tangan lainnya mereka tempelkan secara berurutan di bahu saudara mereka, mulai dari belakang hingga kedepan.


Posisi terdepan yang di tempati oleh anak tertua Yang Ta, menempelkan tangan nya di bahu ayahnya.


Jadi mereka masing masing membantu menyerap mengumpulkan tenaga Surya, untuk di salurkan ke Dewa matahari.


Tindakan mereka perlahan lahan membuat matahari di angkasa meredup, hingga akhirnya berubah menjadi planet mati yang tidak bersinar lagi.


Terbungkus oleh lapisan es tebal, seluruh alam menjadi gelap gulita, tidak ada lagi cahaya.


Suhu udara terasa dingin luar biasa.


Kini hanya Dewa Matahari seorang yang memancarkan cahaya terang dan panas luar biasa diseluruh tubuhnya.


Di ujung pedangnya perlahan lahan muncul sebuah bola cahaya yang semakin lama semakin besar.


Dengan satu teriakan keras,


"Hyaaaaaat....!!"


Dewa Matahari melepaskan bola cahaya di ujung pedangnya menerjang kearah Yu Ming bagaikan meteor jatuh dari udara.


Menanggapi serangan dahsyat dewa matahari yang tidak main main itu.


Yu Ming juga tidak berani menganggapnya sepele, dia juga mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mencoba memainkan ilmu rahasia tiada awal tiada akhir.


"Jurus pertama, Memisahkan gelap dan terang..."


Seluruh tubuh Yu Ming memancarkan cahaya pelangi yang sangat indah dan lembut.


Di belakang Yu Ming muncul bayangan kakek janggut putih, beliau seperti sedang tersenyum melihat tingkah laku anak-anak nakal di hadapannya.


Sesaat kemudian mengikuti pergerakan Yu Ming, dia ikut menunjukkan ujung jari telunjuk dan tengah nya kearah Dewa Matahari.


Dua buah berkas cahaya pelangi berasal dari Yu Ming dan roh gaib melesat kedepan, lalu bergabung menjadi satu, menyambut datangnya serangan bola cahaya matahari yang sangat panas itu.


"Duaarrr...!!"


Terjadi Ledakan super dahsyat, saat kedua kekuatan raksasa, saling berbenturan di udara.


Bias lingkaran cincin cahaya melesat kesegala penjuru, menerangi langit yang gelap gulita.


Hanya ada penerangan cahaya bulan dan bintang yang masih terlihat di angkasa raya sana.


Kedua kekuatan raksasa yang berbenturan di udara, kini saling dorong.


Masing masing berusaha untuk mendesak dan menekan kekuatan lawan.


Dewa Matahari dan ke 9 putranya mengempos semangat mereka untuk meningkatkan kekuatan penekanan kebawah.


Perlahan lahan cahaya pelangi terdesak mundur oleh cahaya matahari.


Yu Ming dan bayangan roh gaibnya, juga ikut menambah daya tekan dengan menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah nya yang lain kedepan.


Sehingga muncul cahaya pelangi lain yang melesat maju bergabung dengan cahaya pelangi pertama.


Datangnya kekuatan baru ini segera mendesak mundur bola cahaya matahari.


Berulang kali Dewa matahari dan kesembilan putranya berusaha mengempos kekuatan hingga seluruh tubuh dan wajah mereka basah keringat sebesar besar jagung.


Kekuatan itu terlalu dahsyat untuk ukuran kemampuan mereka ayah dan anak.


Perlahan tapi pasti cahaya bola matahari terus terdorong balik kearah mereka.


Orang pertama yang paling dulu merasakan beratnya efek tekanan Yu Ming adalah Yang Jiu, yang kekuatannya paling lemah diantara mereka bersepuluh.


Saat bola cahaya matahari sudah terdesak hingga 3 Depa di hadapan Dewa Matahari.


Yang Jiu lah yang berteriak paling pertama,


"Arggghhh...!!"


Tangannya yang menempel di bahu Yang Pa hancur menjadi abu.


Tubuhnya terpental kebelakang dengan mulut berlumuran darah, seluruh syaraf, nadi utama, dan jalan darah nya pada meledak.


Aliran tenaganya yang membalik membuat aliran hawa dewa di dalam tubuhnya meledak bergerak liar kacau balau, begitupula dengan aliran darahnya.


Yang Jiu melayang jatuh keatas tanah paling pertama.


"Brukkkk...!"


Tubuhnya jatuh tergeletak tak berdaya, dengan sebelah tangan tidak ada lagi.


Dia merintih rintih kesakitan diatas tanah, sambil memegangi tangan nya yang hilang sebelah.


Yu Ming yang belum puas bila tidak menghabisi semua orang yang menghadang niatnya menghukum Yang Jiu.


Sambil tersenyum dingin, dia meningkatkan daya dorong nya.


Sekali ini bola cahaya matahari dan cahaya pelangi langsung menabrak Dewa Matahari.


"Blaaarrrr....!!"


Kembali terdengar suara ledakan dahsyat, tubuh Dewa Matahari dan ke 8 putranya yang lain terpental kesegala penjuru.


Kekuatan bola cahaya matahari yang membalik, di tambah dengan kekuatan dorongan cahaya pelangi dari Yu Ming dan roh gaib.


Terlalu dahsyat untuk di tahan oleh mereka bersembilan.


Masing masing dari mereka memuntahkan darah segar dari mulut.


Bagian internal mereka, terluka parah, dalam kondisi kacau balau sama seperti yang di alami oleh Yang Jiu.


Kedelapan saudara Yang Jiu, mengalami kehilangan tangan sebelah, sama seperti Yang Jiu.


Sedangkan Dewa Matahari yang berada di posisi terdepan, dia yang terluka paling parah.


Kedua tangan nya hilang, sekujur tubuh bagian depan nya hangus terbakar.


Mereka semuanya melayang jatuh kebawah, tergeletak tidak jauh dari Yang Jiu dalam kondisi mengenaskan.


Dewa Matahari sudah kehilangan kesadarannya, sedangkan ke delapan putranya sama dengan Yang Jiu, mereka merintih rintih kesakitan dalam keadaan sadar.


Yu Ming setelah berhasil melumpuhkan lawannya, dia menarik kekuatannya kembali.


Perlahan-lahan dia melangkah menghampiri dewa matahari.


Yu Ming berjongkok di samping dewa matahari.


Dia membantu menotok.dan menyadarkan Dewa Matahari dari pingsannya.


Dewa Matahari begitu sadar dia langsung mengerang kesakitan.


Yu Ming dengan suara dingin berbisik di dekat telinga nya dan berkata,


"Kamu jangan mati, jangan pingsan.."


"Aku ingin kamu dengarkan pengakuan jujur dari putra kesayangan mu itu.."


"Kamu juga harus menyaksikan dan mendengarkan, bagaimana aku menghukum putra mu itu.."


"Sedangkan rasa sakit yang kamu alami, anggap saja bonus hukuman mu yang tidak bisa mengajari anak dengan benar.."


.