LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
DANAU SI HU, KOTA HANG ZHOU


Iblis Api menatap Dewa Er Lang dan berkata,


"Para Dewa bisanya cuma mengeroyok beramai ramai.."


"Kalah di tangan kalian, aku juga tidak bisa berkata kata.."


"Silahkan saja, mau potong mau iris terserah.."


Dewa Er Lang memberi kode ke Dewa Pagoda.


Dewa Pagoda mengerti maksud Dewa Er Lang.


Dia segera mengeluarkan Pagoda Ling Long nya, untuk menghisap Iblis Api masuk kedalam nya.


Di tempat lain nya, setelah menyerahkan Iblis Es ke Dewa Pagoda untuk di urus.


Yu Ming menatap lembut kearah kekasihnya dan bertanya pelan,


"Meng Er,. kamu baik baik saja..?"


Ru Meng yang masih berada dalam pelukan Yu Ming, meronta kecil melepaskan diri dari pelukan Yu Ming dan berkata pelan.


"Ming ke ke, aku baik baik saja, sini banyak orang jangan begini.."


"Tidak enak di lihat yang lainnya.."


Ucap Ping Ru Meng yang wajahnya kembali tersipu malu.


Yu Ming tersenyum, dia mengangguk pelan.


Dia tidak banyak bicara lagi, agar kekasihnya tidak semakin canggung dan malu.


Yu Ming kemudian mengalihkan perhatian nya kearah pertempuran Iblis Api, melawan kerubutan Dewa Er Lang, Dewa Pagoda, Nacha dan Siau Thian Quan.


Melihat pertarungan di sana, juga akan segera berakhir.


Yu Ming pun tidak jadi bergerak pergi memberikan bantuan.


Dia membelokkan langkahnya, menghampiri Gua, yang sempat menjadi tempat persembunyian, Iblis Api dan Iblis Es.,


Yu Ming ingin melihat, apakah ada suatu petunjuk, yang bisa di gunakan untuk menemukan buruan, yang sedang mereka kejar dan cari cari.


Gua itu sangat gelap, Yu Ming mengeluarkan sebutir mutiara, yang mengeluarkan cahaya terang keemasan..


Dengan mutiara yang mengeluarkan cahaya seperti lampu bohlam.


Yu Ming seorang diri mencoba melangkah masuk kedalam.


"Ming ke ke tunggu aku ikut..!"


Teriak Ping Ru Meng.


Dia lalu berlari menyusul ikut masuk kedalam Gua.


Meski dia agak malu, terlalu dekat dengan Yu Ming, di depan rekan rekan Yu Ming yang lainnya.


Tapi dia juga tidak mungkin membiarkan Yu Ming, menempuh bahaya masuk kedalam Gua seorang diri.


Kecemasannya akan keselamatan calon suaminya, mengalahkan rasa malunya.


Sehingga tanpa pikir panjang, dia langsung ikut menyusul masuk kedalam Gua.


Yu Ming yang mendengar suara kekasihnya, dia pun sengaja menahan langkahnya.


Menunggu hingga Ping Ru Meng ada di sisinya, dia baru melanjutkan langkahnya, masuk kedalam Gua untuk melakukan pemeriksaan.


Beberapa waktu kemudian Yu Ming dan Ping Ru Meng, akhirnya keluar dari dalam Gua.


"Bagaimana..?"


Tanya Dewa Pagoda ingin tahu


Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Di dalam sana kosong, tidak ada apa-apa.."


"Mungkin kita bisa coba datangi Si Hu, mencari Siluman Ular Putih dan Siluman Ular hijau.."


"Mungkin mereka punya petunjuk keberadaan Iblis kegelapan dan Iblis Neraka.."


Ucap Yu Ming sambil menunggu pendapat yang lainnya.


"Kelihatannya memang hanya seperti itu.."


"Kedua Iblis ini aku lihat sangat keras, kita tidak mungkin ada hasil, memaksa mencari informasi dari mereka.."


Ucap Dewa Er Lang berpendapat.


Sesaat kemudian rombongan itu segera terbang menuju wilayah barat laut.


Mencari keberadaan Danau Si Hu yang terletak tidak jauh dari kota Hang Zhou.


Sebuah kota di daerah timur yang sangat makmur ramai, pemandangan alam di sana juga sangat indah.


Danau laut gunung hingga perkebunan teh semuanya ada.


Saat rombongan Yu Ming tiba di kota tersebut, dari atas sana.


Mereka bisa melihat pemandangan menakjubkan yang di sajikan oleh tempat itu.


Ping Ru Meng sudah tidak berhenti berdecak kagum, dia terlihat sangat antusias dan tertarik dengan keindahan alam kota tersebut.


Yu Ming yang menyadari kegembiraan kekasihnya, akhirnya buka suara ke Dewa Er Lang, yang menjadi pemimpin rombongan dalam misi mereka ini.


"Kakak misan, bagaimana bila kita ikut bergabung dengan manusia,.?"


"Di mana kita bisa sambil jalan santai, meniati.keramaian kota Hang Zhou.."


"Kita juga bisa sekaligus mencari informasi tentang keberadaan kedua Siluman itu."


"Atau siapa tahu, kita malah bisa dapat informasi akan keberadaan Siluman yang lainnya.?"


Dewa Er Lang diam menimbang sejenak, lalu akhirnya dia berkata,


"Baiklah,.. itu bukan masalah.."


"Kita bisa kerja sambil menikmati suasana kota tersebut.."


"Pemandangan dan suasana kota ini, memang agak beda, sayang bila di lewatkan begitu saja.."


Bagaimana menurut Dewa Pagoda dan Pangeran ketiga..?"


Tanya Dewa Er Lang meminta pendapat ayah dan anak itu.


"Kami ikut saja, hal itu bukan masalah.."


Ucap Dewa Pagoda memutuskan.


Nacha tidak berkata-kata, karena takut dengan ayahnya yang otoriter.


Tapi dari tatapan matanya, dia jelas terlihat sangat antusias dan bergembira.


Setelah menemukan kesepakatan, rombongan itu pun mencari tempat sepi untuk mendarat.


Lalu dengan ilmu perubahan, Dewa Er Lang membantu mereka semua, berganti penampilan menjadi orang awam.


Dewa Er Lang dan Yu Ming berubah penampilan menjadi dua orang pria, yang berpakaian seperti orang terpelajar, atau biasanya di panggil sastrawan muda.


Sedangkan Dewa Pagoda berubah menjadi seorang hartawan, yang di ikuti oleh Ping Ru Meng yang menjadi putrinya.


Sedangkan Nacha menjadi putranya Dewa Pagoda, yang masih kecil, adiknya Ping Ru Meng.


Siau Thian Quan berubah menjadi seekor anjing kecil lucu, berada dalam gendongan Nacha.


Rombongan kecil itu, berjalan santai mengikuti orang beramai ramai memasuki jalur antrian.


Hingga akhirnya mereka berenam tanpa halangan, berhasil memasuki kota Hang Zhou, yang ramai dan memilki pemandangan serta suasana yang sangat menarik.


Ping Ru Meng dan Nacha adalah yang paling bersemangat.


Apalagi saat Yu Ming sengaja membelikan Ping Tang Hu Lu untuk mereka berdua.


Mereka berdua menjadi semakin gembira dan antusias dengan kota tersebut.


Yu Ming dengan sabar berjalan mengawasi kekasihnya, yang mampir kesana kemari, melihat perlengkapan dan pernak pernik perhiasan wanita.


Yu Ming membawa sebuah kipas, kain lebar, yang bisa di buka dan di tutup sesuai kebutuhan.


Sambil berjalan, Yu Ming bisa memainkan kipasnya, untuk mengipasi dirinya sendiri, mengurangi hawa panas, dari matahari yang mulai bersinar cerah.


Dewa Er Lang yang mulai bosan mengikuti Ping Ru Meng dan Nacha, yang terus mampir kesana kemari.


Dia akhirnya berbisik pelan kearah Yu Ming,


"Ming Er, kamu saja yang awasi mereka, aku dan Dewa Pagoda, akan menunggu kalian di dalam restoran itu."


"Restoran itu sangat lah ramai juga padat, mungkin di sana kami bisa mengumpulkan sedikit informasi, yang kita butuhkan, untuk mendukung misi kita di sana."


Yu Ming mengangguk paham dan berkata,


"Silahkan kak, nanti setelah mereka bosan, kami baru akan ikut menyusul masuk kedalam.."


Dewa Er Lang menepuk pelan bahu Yu Ming, setelah nya dia segera bergerak menuju salah satu Restoran yang paling mewah sekota Hang Zhou.