
Situasi berbeda, justru di hadapi oleh Siluman Kalajengking, yang sedang menghadapi serangan kerjasama Ping Ru Meng dan Yu Ming.
Dia berusaha secepat nya melompat menghindari serangan tersebut.
Sayangnya ujung bagian ekornya sempat tersambar sedikit.
Meski cuma sedikit, tapi efeknya fatal.
Lapisan es tipis langsung mengurung ujung ekornya, dengan cepat menjalar ke area lainnya.
Bagian yang membeku dengan cepat, esnya terlihat terus menebal, tidak sampai 5 detik, seluruh tubuh Siluman Kalajengking telah berubah menjadi potongan es beku.
Terkurung di dalam balok es tebal, tidak mampu bergerak bebas lagi, hanya biji matanya yang bisa melirik.kesana kemari.
Situasinya kurang lebih sama dengan situasi yang di hadapi oleh rekannya Siluman Naga Hitam yang diam diam sudah meloloskan diri.
Yu Ming dan Ping Ru Meng setelah menyelesaikan Siluman kalajengking.
Mereka berdua berputaran pelan, melayang turun dari udara.
Ping Ru Meng terus menatap kearah Yu Ming tanpa berkedip.
Dia masih larut dalam keterpesonaan nya, dalam situasi yang sangat tidak biasa itu.
Dimana tangan Yu Ming satunya menahan pinggangnya,. tangannya yang lain sedang memegang tangan Ping Ru Meng, yang memegang pedang Inti Es Abadi.
Sedangkan tangan Ping Ru Meng sendiri dia gunakan untuk berpegangan pada bahu Yu Ming yang kekar.
Sekilas mereka berdua terlihat lebih mirip seperti pasangan, yang sedang berdansa, ketimbang pasangan yang baru saja menyelesaikan pertarungan.
Saat mendarat diatas tanah, Yu Ming melepaskan tangannya, yang memegang pinggang Ping Ru Meng.
Hampir bersamaan tangan nya yang lain, yang memegang tangan nya Pung Ru Meng juga dia lepaskan.
Pergerakan Yu Ming, seakan akan menjadi kode bagi Ping Ru Meng untuk sadar dari lamunannya.
Dia dengan wajah merah padam dan agak tersipu malu, segera melepaskan pegangan tangannya dari bahu Yu Ming.
Setelah itu tanpa berani mengangkat kepalanya, dia berkata dengan suara yang nyaris tidak kedengaran.
"Terimakasih Ming ke ke, aku pergi dulu untuk bantu yang lain.."
Selesai berkata, gadis itu dengan kepala tertunduk, segera berlari menuju Medan tempur, untuk membantu pasukan nya, yang sedang keteteran melawan pasukan raksasa.
Tapi sebelum pergi terlalu jauh Ping Ru Meng, kembali menoleh kearah Yu Ming, yang masih sedang menatap kearah nya tanpa berkedip.
Sambil tersenyum malu, Ping Ru Meng pun berkata dengan suara agak sedikit di keraskan,
"Ming ke ke,..! nama ku Ping Ru Meng,..!"
PING RU MENG
Setelah itu dia kembali fokus kedalam pertempuran di depan nya.
Yu Ming memukul pipinya sendiri.
"Plakkkk..!"
Untuk menyadarkan dirinya atas sikapnya yang aneh dan berlebihan.
"Dasar kamu idiot, situasi sedang genting, kamu malah berpikir ngelantur kemana..!"
"Dasar memalukan..!"
gumam Yu Ming memaki maki dirinya sendiri dalam hati.
Setelah itu dia segera melesat untuk membantu pasukan kahyangan, yang sedang terdesak.
Dengan hadirnya Yu Ming membantu melumpuhkan para siluman, menggunakan tebasan pedang Es Surgawi dan bantuan Jala Langit dan Bumi.
Keadaan pasukan kahyangan cukup terbantu.
Terhadap pasukan raksasa dan pasukan Iblis, Yu Ming melumpuhkan mereka dengan tebasan pedang Es Surgawi.
Dia membekukan mereka dari bagian pinggang ke bawah.
Sehingga mereka tidak bisa melakukan perlawanan berarti lagi selain menyerah.
Di tempat lain, Thian Mo, Ti Mo, yang berhadapan dengan Dewa Matahari dan Dewa Bulan.
Saat menyaksikan Iblis Asura di kalahkan, mereka berdua langsung menggabungkan kekuatan, untuk mukul mundur Dewa Bulan dan Dewa Matahari.
Setelah itu, mereka berdua segera bergerak mundur meninggalkan arena pertempuran, pergi menghampiri iblis Asura.
Mereka kemudian mengeluarkan suara lengkingan, sebagai perintah penarikan mundur barisan pasukan Kerajaan Iblis.
Mereka seperti orang yang sedang menantikan hujan, di tengah kekeringan dan kehausan.
Akhirnya hujan yang mereka nanti nantikan itu tiba juga.
Dengan penuh semangat, seluruh sisa pasukan iblis, siluman, dan raksasa, mereka segera bergerak mundur.
Keadaan Medan tempur menjadi kacau balau, karena pasukan gabungan kerajaan iblis berserabutan, melarikan diri meninggalkan Danau Es Beku.
Semuanya berlarian kembali kedalam benteng pertahanan mereka, yang dindingnya telah runtuh sebagian oleh pertarungan Yu Ming dan Iblis Asura.
Di dalam kekacauan, Yu Long yang berhasil melumpuhkan Seekor Siluman Rubah Ekor Sembilan.
Sambil tersenyum keji, dia menghampiri rubah yang tidak mampu bergerak itu.
Keempat kaki rubah itu telah di lumpuhkan oleh Yu Long, dengan Hawa Tapak Es Abadi.
Sehingga keempat kaki rubah itu menyatu membeku di atas tanah, tidak dapat di gerakkan.
Rubah itu menatap kearah Yu Long dengan penuh ketakutan dan berkata,
"Tuan jangan siksa aku, kalau mau bunuh,.. bunuh lah.."
"Tapi aku mohon, jangan pernah memotong ekor ku, satu persatu buat mainan.."
Ucap Rubah itu memelas.
Yu Long sedikit terkejut, sepasang matanya yang tadinya berkilat keji.
Kini berubah menjadi penasaran dan penuh ketertarikan.
"Katakan dengan jujur, bagaimana kamu bisa tahu jalan pikiran ku..?"
Tanya Yu Long dengan suara dingin.
Rubah cerdik itu, langsung melihat kesempatan kecil untuk bertahan hidup.
Dia buru buru berkata,
"Tuan aku memang memilki kemampuan untuk membaca jalan pikiran, dan isi hati orang, yang berada di hadapan ku.."
"Siapapun itu, baik itu manusia, Dewa, maupun Iblis, Siluman, atau Raksasa sekalipun.'
"Aku tetap punya kemampuan, untuk bisa melihat isi hati dan pikiran nya, bila berhadap hadapan."
Mendengar ucapan Rubah itu, Yu Long menjadi tertarik, dan berkata,
"Coba kamu katakan, apa yang sedang ku pikirkan saat ini..?"
"Tuan berpikir akan mengampuni ku, agar bisa memanfaatkan ku membaca isi pikiran dan hati, saudara saudara tuan, teman teman, hingga bawahan, bahkan orang tua..."
"Cukup..!"
Bentak Yu Long, yang tidak ingin seluruh rahasia hati dan pikirannya, di bongkar oleh Siluman Rubah itu.
Siluman Rubah otomatis menghentikan ucapannya, dia tidak akan bodoh sampai memancing kemarahan Dewa Sadis seperti Yu Long.
Di mana hal itu jelas tidak ada untung buat dirinya.
Melihat Yu Long sedang diam berpikir cara untuk menyembunyikan diri nya.
Dengan cepat Siluman Rubah Ekor Sembilan berkata,
"Tuan aku bersumpah akan menjadi abdi setia dan membantu anda.."
"Asalkan Tuan Sudi menyelamatkan ku, aku berjanji untuk itu.."
"Aku pasti akan melakukan apapun yang tuan kehendaki "
"menyelamatkan ku tidak sulit, asal tuan ada kantung kecil, itu sudah lebih dari cukup, aku bisa bersembunyi di sana."
Ucap Siluman Rubah yang cerdik itu cepat.
Saat ini perduli an Jing, selamat adalah yang paling penting, asal bisa selamat, cara apapun boleh.
Dari pada mati, berarti semua nya tamat, berenkarnasi dia harus mulai Siu Lian dari nol lagi.
Pikir rubah cerdas itu dalam hati.
Yu Long dengan hati hati melihat kesekitarnya, saat melihat kericuhan dan keadaan kacau balau sedang berlangsung.
Tidak ada yang memperhatikan nya, dengan cepat dia membuka kantong hitam kecil, yang tergantung di pinggang nya.
Lalu dia mengibaskan tangannya kearah kaki Rubah Ekor Sembilan itu.