
Beberapa saat kemudian saat jari telunjuk Ciu Thian Sen Ni di tarik kembali.
Dia berkata,
"Semuanya sudah selesai.."
Ciu Thian Sen Ni kemudian menatap muridnya dengan serius dan berkata,
"Hua Er guru sudah mengembalikan semuanya keasal."
",Hua er ingat baik baik tanda di kening mu dan tanda di pergelangan tangan mu ini akan hilang, bila kamu sudah menjadi istri orang.."
"Jagalah diri mu baik baik, sekarang kamu boleh pergi.."
"Jagalah diri mu baik baik.."
Hua Sien Ce mengangguk dan berkata,
"Terimakasih guru, murid akan selalu mengingatnya di hati.."
Hua Sien Ce memberi hormat ke gurunya, setelah itu dia segera mengundurkan diri dari sana.
Setelah keluar dari ruangan meditasi gurunya dan memberi hormat pada kedua kakak seperguruannya.
Hua Sien Ce segera melesat pergi meninggalkan langit lapis ke 9, dia berencana akan pergi temui kakek dan neneknya.
Bila Yu Ming tidak berada disana, dia baru akan mencoba mencarinya di raja neraka.
Tapi untuk pergi ke kerajaan neraka, Hua Sien Ce harus mampir menemui ayah kandungnya Yu Ti untuk meminjam plakat tanda kuasa.
Dia baru bisa bergerak bebas di kerajaan akherat itu.
Hua Sien Ce berharap dia tidak perlu sampai kesana, karena prosesnya akan jauh lebih rumit.
Sementara Hua Sien Ce sedang bergerak menuju San Qing Kuan.
Yu Ming sendiri sudah tiba di hadapan neneknya Thai Yuan Sheng Mu.
"Ming Er bagaimana apa kamu sudah siap..?"
Tanya Thai Yuan Sheng Mu
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Aku sudah siap nek.."
Thai Yuan Sheng Mu tersenyum puas dan berkata,
"Mari ikutlah dengan ku.."
Thai Yuan Sheng Mu, mengulapkan tangannya.
Segera muncul sebuah pintu Cahaya, yang mengeluarkan cahaya biru, yang bergerak gerak mirip gelombang air di dalam nya.
Thai Yuan Sheng Mu melangkah masuk kedalam, Yi Ming segera melayang masuk mengikutinya.
Thai Yuan Sheng Mu dan Yu Ming muncul di sebuah tempat yang mirip kolam kecil dengan air di dalam nya berwarna biru tua pekat agak sedikit kehitaman di bagian tengahnya.
Di sekeliling kolam di pasangi rantai pembatas yang mengalirkan cahaya listrik.
Rantai itu berfungsi untuk mencegah siapapun yang ada di kahyangan memasuki kawasan tersebut tanpa ijin.
Thai Yuan Sheng Mu membaca beberapa mantra, rantai cahaya listrik itu pun terbuka dengan sendirinya.
Lalu dia segera melangkah masuk kedalam, kemudian di susul oleh Yu Ming.
Saat mereka berdua tiba di tepi kolam, Thai Yuan Sheng Mu segera menjelaskan,
"Ming Er kolam ini namanya kolam reinkarnasi.."
"Semua yang masuk kedalam sana, baik dewa iblis raksasa, roh atau apapun itu.."
"Semuanya akan berenkarnasi ke alam tertentu.."
"Tidak ada yang tahu, kemana dia akan bereinkarnasi.."
"Semua di tentukan secara otomatis oleh kolam ini sendiri."
"Kolam ini bisa membaca dosa, yang pernah di lakukan oleh seseorang semasa hidupnya."
"Jadi dia bisa membantu menentukan secara otomatis, kealam mana orang tersebut akan di kirimkan.."
"Bisa kembali lagi kealam dewa kita saat ini, bisa ke alam manusia, hewan, tumbuhan, ataupun kealam iblis raksasa dan Siluman.."
"Semuanya bisa saja terjadi tidak ada yang tahu.."
"Selain hal tadi, kolam ini juga kemampuan untuk menghapus semua ingatan orang yang masuk kedalamnya.."
"Sehingga orang itu akan terlahir kembali dalam keadaan bersih tanpa ingatan apapun dari kehidupan lampau nya.."
"Bagaimana Ming Er kamu sudah siap mencoba nya ."
Tanya Thai Yuan Sheng Mu sambil menatap kearah cucunya dengan serius.
"Baiklah nek aku ikut saja.."
"Aku sudah siap.."
Thai Yuan Sheng Mu mengangguk pelan, lalu dia mengulapkan tangannya.
Muncul sebuah jembatan melintas menuju bagian tengah kolam.
Yu Ming dengan tenang berjalan mengikuti jembatan itu menuju ke arah bagian tengah kolam.
Saat Yu Ming sudah tiba di bagian tengah kolam, bersiap siap melompat ke bagian tengah kolam.
Tiba tiba dari atas kepalanya muncul kakeknya Yuan Se Thian Cun.
Yuan Se Thian Cun sambil tersenyum lembut berkata,
"Ming Er, sebelum kamu menjalani takdir mu ber reinkarnasi."
"Sebaiknya kamu kenakan gelang gelang ini.."
Yuan Se Thian Cun melemparkan lima gelang berlian ke hadapan Yu Ming.
Kelima gelang berlian itu bersinar terang mengeluarkan cahaya warna warni yang sangat indah.
Kelima gelang berlian itu melayang layang di udara, tepat di hadapan Yu Ming.
Yu Ming menatap kearah kakek nya dan berkata,
"Gelang apa ini kek ?apa gelang ini sama fungsinya dengan gelang emas yang pernah ayah ku berikan pada ku..?"
Yuan Se Thian Cun mengangguk dan berkata,
"Benar sekali gelang ini akan mengendalikan kekuatan mu yang sulit terkontrol.."
"Gelang ini baru akan terlepas, dengan sendirinya, bila kamu sudah melakukan seribu kebaikan, di alam tempat kamu bereinkarnasi nanti.."
Yu Ming mengangguk, tanpa banyak bertanya lagi, meski dia tahu gelang ini sama dengan gelang emas yang hanya akan menyulitkan nya di kehidupan nanti.
Yu Ming langsung mengulurkan tangan, kaki dan kepalanya kedepan, secara bergantian.
Sehingga gelang gelang itu dengan mudahnya langsung menyatu di tubuh Yu Ming.
Membentuk tato yang melingkar di pergelangan tangan kaki dan lehernya.
Yuan Se Thian Cun tersenyum bangga melihat sikap ksatria yang di tunjukkan oleh cucunya.
"Ming Er kakek dan nenek bangga pada mu nak, semoga kamu akan menemukan takdir baru mu sendiri yang jauh lebih baik..'
"Selamat jalan Ming Er.."
Ucap Yuan Se Thian Cun sambil tersenyum lembut.
Yu Ming mengangguk, dia menatap secara bergantian kearah kakek dan neneknya.
"Terimakasih nek, terimakasih kek..selamat tinggal semuanya.."
Selesai berkata sambil membentangkan kedua tangannya lebar lebar kesamping.
Yu Ming membiarkan tubuh nya jatuh terlentang kebelakang dengan penuh kepasrahan.
Saat dia terjatuh hanya ada wajah Ru Meng Hua Sien Ce dan ibunya yang muncul di pikiran nya.
Tapi hanya sekejab saja,
"Byuuur...!"
Saat tubuhnya jatuh menimpa air kolam buru kehitaman itu, semuanya pun sirna.
Tepat saat Yu Ming menjatuhkan diri nya kedalam kolam, di saat bersamaan Hua Sien Ce muncul dari balik portal cahaya.
Dia sempat menyaksikan detik detik terakhir tubuh Yu Ming terjatuh kedalam kolam.
Sedetik kemudian setelah Yu Ming hilang tenggelam kedalam kolam.
Hua Sien Ce segera sadar, tanpa pikir panjang dia sambil berlari cepat menuju tepi kolam.
Dia berteriak
"Yu Ming ke ke tunggu aku..!"
"Aku ikut..!"
Selesai kata katanya, Hua Sien Ce yang sudah tiba di ujung jembatan, tanpa pikir panjang lagi.
Dia langsung melompat menyusul kedalam kolam tersebut.
Thai Yuan Sheng Mu yang tadinya ingin pergi mencegahnya, dia tidak jadi bergerak saat bahunya ditahan oleh Yuan Se Thian Cun yang tersenyum lembut.
"Biarkan saja mereka menjalani takdir nya masing-masing, sebagai ujian.."